
Beberapa bulan kemudian.
''Mas kok aku belum hamil-hamil ya. Padahal hampir tiap malam kita bikin baby,'' ucap Chaca tanpa di saring dulu.
''Sabar sayang. Mungkin Tuhan pengen kita pacaran dulu setelah menikah. Kan kalau udah punya baby kita ngak bisa kayak gini,'' ucap Ronald yang setia memeluk tubuh istrinya.
''Tapi Mas, aku udah pengen banget punya baby loh,'' ucap Chaca dengan wajah yang sedih.
''Iya sayang Mas ngerti kok. Tapi kita harus sabar kan. Tuhan tau mana yang terbaik buat kita,'' ucap Ronald.
''Gimana kalau besuk kita ke Dokter kandungan Mas. Aku takut kalau terjadi apa-apa sama kandunganku,'' ucap Chaca.
''Oke, kita besuk ke Dokter kandungan. Sekarang kita tidur ya, udah malem,'' ucap Ronald.
Pernikahan mereka hampir berjalan 5 bulan. Tapi belum ada tanda-tanda jika Chaca mengandung. Jujur Chaca khawatir dengan kondisi tubuhnya. Ia takut jika ada sesuatu yang bisa membuatnya tidak bisa hamil.
Hari pun sudah berganti dan hari ini mereka akan pergi ke Dokter Kandungan. Dokter kandungan yang akan memeriksa Chaca kali ini adalah teman kuliah Mama Reni.
''Mama temenin kalian ya,'' ucap Mama Reni.
''Iya Ma,'' ucap Chaca menyetujui.
Saat ini mereka sedang berada di mobil. Chaca sangat gelisah saat di mobil. Ia takut jika memang ia benar-benar tidak bisa hamil. Bagaimana jadinya kehidupan rumah tangganya jika tanpa seorang anak. Pasti Ronald akan meninggalkannya dan memilih wanita lain untuk memberinya keturunan.
''Sayang, jangan melamun terus. Yang kamu khawatirkan pasti tidak akan terjadi,'' ucap Ronald membelai rambut Chaca dengan lembut.
''Jangan berfikir yang tidak-tidak dulu Nak. Banyak di luaran sana yang sudah menikah bertahun-tahun tapi belum memiliki momongan. Dan usia pernikahan kalian masih berusia 5 bulan. Mungkin Tuhan merencanakan yang terbaik untuk kalian,'' ucap Mama Reni.
''Tapi aku takut Ma. Gimana kalau aku ngak bisa hamil. Ronald pasti ninggalin aku,'' ucap Chaca yang sudah terisak dengan tangisannya.
__ADS_1
''Sttt kamu jangan bilang seperti itu sayang. Walaupun kita ngak bisa punya anak, kita masih bisa adopsi. Dan aku ngak masalah walaupun kamu ngak bisa punya anak. Aku ngak bakal ninggalin kamu,'' ucap Ronald lemah lembut. Ia tau jika saat ini istrinya sedang berfikir macam-macam.
Sebenarnya Ronald juga berfikir bagaimana jika yang bermasalah dirinya. Apa Chaca akan meninggalkannya demi bisa memiliki keturunan.
Di dalam mobil tampak sunyi. Mereka berkutat dengan fikiran masing-masing. Setelah beberapa saat perjalanan mereka sampai di Rumah Sakit Medika.
Mereka segera menemui dokter Nisa teman Mama Reni.
Saat ini Chaca sudah berbaring di atas blankar, Dokter Nisa segera memeriksa kondisi Chaca. Setelah beberapa saat pemeriksaan pun selesai dan mereka tinggal menunggu hasilnya.
''Kondisi kandungan Chaca saat ini baik-baik saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan,'' ucap Dokter Nisa.
''Tapi kenapa sampai saat ini saya belum juga hamil Dok?'' tanya Chaca.
''Mungkin kalian kurang kerja keras,'' ucap Dokter Nisa bercanda.
''Em jadi gini. Sebenarnya ada 2 kemungkinan. Pertama saya sudah memeriksa kandungan Chaca dan hasilnya tidak ada yang perlu di khawatirkan, jadi Chaca bisa hamil. Dan yang kedua jika sampai sekarang Chaca belum bisa hamil kemungkinan yang bermasalah bukan Chaca tapi anda Pak Ronald,'' ucap Dokter Nisa.
''Saya?'' tanya Ronald menunjuk dirinya.
''Iya Pak Ronald,'' ucap Dokter Nisa.
''Kalau begitu periksa saya Dok,'' ucap Ronald. Tak ada keraguan di diri Ronald kali ini. Berbeda saat masuk ke Rumah Sakit waktu ia mengalami diare beberapa bulan lalu.
''Tapi Mas,,,''
''Ngak papa. Semuanya pasti baik-baik saja,'' ucap Ronald menatap istrinya dan di angguki oleh Chaca.
Ronald segera memeriksakan dirinya. Ronald yakin jika semuanya akan baik-baik saja.
__ADS_1
Selang beberapa saat hasil dari pemeriksaan Ronald sudah keluar. Dokter Nisa segera membuka hasilnya. Lalu ia mengeryitkan dahinya.
''Ada apa Dok?'' kali ini Mama Reni yang bertanya. Mama Reni bingung dengan ekspresi Dokter Nisa.
''Apa benar jika aku yang mandul disini. Apa aku benar ngak bisa punya baby? apa aku juga akan kehilangan istriku sebelum kami merasakan kebahagiaan? ya Tuhan aku sungguh belum siap untuk ini semua. Aku benar-benar belum siap jika kehilangan Chaca. Rasanya baru kemarin aku merasakan kebahagiaan, tapi kenapa hari ini engkau mengambil semua kebahagiaan itu Tuhan,'' batin Ronald. Rasanya ia ingin sekali berlari dan tak ingin mendengarkan ucapan Dokter Nisa.
''Rasanya aku belum siap mendengarkan ucapan Dokter Nisa. Bagaimana jika Ronald memang benar-benar bermasalah. Pasti ia akan terpuruk dengan hal ini. Pasti ia akan selalu menyalahkan dirinya sendiri. Aku tak tega melihat Ronald sedih,'' batin Chaca yang melihat ke arah Ronald. Jelas tersirat kesedihan di wajahnya.
''Bagaimana Dok?'' tanya Mama Reni yang tak sabar dengan hasilnya.
''Em jadi begini. Setelah melihat pemeriksaan pak Ronald, saya menyimpulkan jika Pak Ronald baik-baik saja. Di dalam hasil ini tidak ada masalah,'' ucap Dokter Nisa. Mereka yang berada di ruangan tersebut bernafas lega.
''Jika saya juga baik-baik saja, kenapa istri saya belum hamil,'' tanya Ronald.
''Mungkin setelah menikah Chaca terlalu stress dan banyak fikiran. Itu bisa menjadi penghambat kehamilan. Jadi hindari stres, ketahui masa subur setelah haid dan jangan lupa cek kesehatan reproduksi,'' ucap Dokter Nisa.
''Saya akan resepkan vitamin untuk Chaca,'' ucap Dokter Nisa lagi.
Setelah periksa selesai mereka pulang ke rumah Mama Reni. Malam ini mereka akan menginap di sana lagi.
Di dalam mobil tidak ada yang bersuara. Sunyi. Mereka berperang dengan pikiran mereka masing-masing.
''Sayang kamu mikirin apa?'' tanya Ronald dengan tangan kirinya mengelus pucuk kepala istrinya.
''Aku ngak papa Mas. Mungkin Tuhan belum mengkaruniai kita anak agar kita merasakan pacaran dulu kali ya. Kan kita nikah karna perjodohan,'' ucap Chaca dengan tertawa kecil.
''Mungkin bisa seperti itu. Yang penting sekarang kamu jangan stres-stres ya. Agar kamu cepet hamil. Perusahaan biar aku yang handle. Kamu cukup di rumah duduk manis,'' ucap Ronald.
''Kan bosen di rumah ngak ngapa ngapin Mas, aku boleh ya ikut ke perusahaan, aku janji ngak bakal nyentuh laporan-laporan. Cuma mau nemenin suamiku kerja aja biar ngak bosen,'' ucap Chaca memeluk lengan Ronald. Ia melupakan Mama Reni yang ada di kursi belakang.
__ADS_1