I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Chapter 30


__ADS_3

''Ngak usah tanya. Minggir aku mau mandi,'' ucap Chaca kesal kepada Ronald. Sudah jelas ia cemburu masih tanya.


''Sayang, Aku ikut mandi ya,'' ucap Ronald dengan suara manja dan tangan mengetuk pintu kamar mandi tapi tak ada sahutan dari dalam kamar mandi.


Setelah beberapa saat Chaca keluar dari kamar mandi dengan memakai piyama panjangnya. Tiba-tiba ada tangan kekar yang memeluknya dari belakang. Siapa lagi kalau bukan Ronald pelakunya.


''Ngak usah peluk-peluk,'' ucap Chaca ketus dan melepaskan pelukan Ronald.


''Kenapa sih yank. Seharusnya yang marah di sini aku loh. Kamu dengan gampangnya cium dan peluk cowok lain. Sementara aku kan ngak minta Bella cium dan aku pun tak membalas ciumannya kenapa kamu semarah ini,'' ucap Ronald tak habis pikir dengan jalan pikiran Chaca. Chaca tak menyahuti perkataan Ronald, ia segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


''Yank,'' ucap Ronald.


''Yank aku minta maaf kalau aku salah. Udah ya ngak usah ngambek. Masa pengantin baru marahan kek gini. Ngak enak tau,'' ucap Ronald cemberut.


''Terserah.'' Chaca yang masih sewot ke Ronald.


Cup


Ronald mencium bibir Chaca dengan kilat tanpa ada hisapan atau *******.


''Hukuman buat bibir yang suka cium cowok lain,'' ucap Ronald.


''Ronald,'' ucap Chaca memelototi Ronald.


''Apa?? kurang??'' tanya Ronald. Ia segera mendaratkan ciumannya lagi ke bibir Chaca. Kali ini berbeda, Ciuman itu berubah menjadi *******-******* yang saling menuntut.


''Malam ini aku ingin memiliki mu Cha,'' ucap Ronald dengan suara seraknya. Saat ini dia menahan hasratnya mati-matian.


''Tapi Ro, aku belum siap,'' ucap Chaca menundukkan kepalanya.


''Whyy????'' tanya Ronald.


''Aku aku...'' Ucapan Chaca langsung di potong oleh Ronald.


''Aku ngak mau ada penolakan sayang,'' ucap Ronald.


''Tapi aku, aku lagi datang bulan Ro,'' ucap Chaca menundukkan kepala sedih karna tidak bisa melayani suaminya malam ini malam pertama untuk mereka.


''Kamu ngak bohong kan yank?'' tanya Ronald.


''Kamu pengen lihat?'' tantang Chaca.


''No. Kalau aku lihat yang ada nanti ngak bisa nahan hasrat,'' ucap Ronald.


''Maafin aku Ro,'' ucap Chaca.


''Its okay sayang. Ngak papa. Kan masih bisa lain kali,'' ucap Ronald. Sebenarnya Ronald kecewa karna malam ini gagal unboxing tapi mau gimana lagi masih lampu merah.

__ADS_1


''3 hari lagi selesai kok,'' ucap Chaca malu.


''Beneran 3 hari lagi? tapi kenapa lama banget yank,'' ucap Ronald dengan muka di tekuk.


''Ngak lama kok. Kamu yang sabar ya,'' ucap Chaca.


Saat ini mereka makan malam bersama mama Luna. Sejak tadi mama Luna menatap wajah Ronald yang di tekuk. Ia penasaran kenapa Ronald terlihat kesal.


''Kamu kenapa Nak?'' tanya mama Luna menatap Ronald.


''Em ngak papa ma,'' ucap Ronald.


''Pengantin baru kenapa mukanya di tekuk seperti itu? seharusnya kalian bahagia dong,'' ucap Mama Luna.


''Gimana mau bahagia Ma kalau malam pertama ngak bisa unboxing,'' ucap Ronald langsung membekap mulutnya karna keceplosan.


''Ngak bisa unboxing? Kenapa?'' tanya Mama Luna.


''Lampu merah ma,'' ucap Chaca menjawab.


''Hahahahaha jadi karna itu mukanya di tekuk seperti itu?'' ucap mama Luna tertawa.


''Ngak lucu ma,'' ucap Ronald kepada Mama Luna.


''Memang kurang berapa hari Cha?'' tanya mama Luna.


''Cuma 3 hari ma. Dianya aja yang lebay,'' ucap Chaca.


''Iya iya maaf ya. Sabar cuma 3 hari kok,'' ucap Chaca. Sementara Mama Luna menahan tawanya agar tak pecah. Betapa lucunya Ronald yang menahan kesal karna tidak bisa unboxing.


Malam itu adalah malam pertama bagi pasangan pengantin Ronald dan Chaca. Ronald merebahkan tubuhnya di kasur sementara Chaca masih berada di kamar mandi. Setelah beberapa saat Chaca keluar dari kamar mandi.


'' Sini yank,'' ucap Ronald menepuk kasur di sebelahnya. Chaca segera mendekat ke arah Ronald.


''Ada apa hem?'' tanya Chaca. Sekarang Chaca sudah berada di pelukan Ronald.


''Ngak papa. Cuma pengen deket deket aja,'' ucap Ronald mengelus pucuk kepala sang istri.


''Yank aku ngak nyangka menikah di usia muda seperti ini. Apalagi menikah dengan kamu,'' ucap Ronald.


''Memangnya dulu pengennya kamu nikah umur berapa?'' tanya Chaca penasaran.


''Targetku menikah itu umur 27 an lah. Tapi ini baru umur 22 tahun udah nikah,'' ucap Ronald di selingi tawa.


''Kamu sendiri kan yang pengen kita cepet-cepet nikah. Sampai-sampai nikah kita di majuin hari ini,'' ucap Chaca.


''Soalnya aku ngak mau kehilangan kamu. Aku ngak mau lihat kamu cium-cium temen kamu itu. Aku cemburu yank,'' ucap Ronald seperti anak kecil.

__ADS_1


''Cie yang cemburu.'' Ledek Chaca.


''Yank aku besuk ijin ngak masuk kerja. Karna aku harus gantiin papa di kantornya, karna papa besuk harus berangkat ke Singapura,'' ucap Ronald serius.


''Memangnya perusahaan papa dimana?'' tanya Chaca polos. Chaca memang tidak tau kalau papa mertuanya mempunyai perusahaan.


''Kamu beneran ngak tau yank?'' tanya Ronald.


''Iya beneran, serius aku ngak tau,'' ucap Chaca.


''Kamu tau perusahaan RD Group ngak?'' tanya Ronald.


''Ya kalau itu tau lah. Perusahaan elektronik terbesar di Asia kan,'' ucap Chaca.


''Nah itu tau. Itu perusahaan papa yank. Papa juga punya di berbagai negara lain,'' ucap Ronald.


''Kamu jangan bercanda deh Ro,'' ucap Chaca yang tidak percaya.


''Kamu ngak percaya? Aku ini pewaris tunggal lo. Kamu tau singkatan RD group itu apa? RD group itu RonalDhina nama aku yank,'' ucap Ronald.


''Ternyata papa mertuaku tajir melintir dong,'' ucap Chaca.


''Tapi sekarang yang tajir melintir adalah suamimu. Karna semua perusahaan akan di serahkan padaku,'' ucap Ronald bangga.


''Cihhh jadi pewaris tunggal aja bangga. Kamu kan belum bisa buat perusahaan sendiri,'' ucap Chaca mengejek.


''Ngurus yang ini aja udah bikin kaya kok. Kenapa pusing-pusing buat perusahaan sendiri,'' ucap Ronald.


''Ya ya ya ya,'' ucap Chaca.


''Yank.'' Panggil Ronald.


''Yank kamu udah tidur?'' tanya Ronald lagi saat Chaca tidak menyahut ucapannya. Ronald segera menundukkan pandangannya. Ternyata benar istrinya sudah tertidur pulas di atas dadanya. Hembusan lembut nafas Chaca mengenai kulit dada Ronald.


''Cha aku mencintaimu. Dan sampai kapan pun akan mencintaimu. Jangan pernah tinggalkan aku sayang. I love you my wife,'' ucap Ronald mengecup kening Chaca lembut. Tangannya berada di pinggang Chaca dan beberapa saat kemudian Ronald juga terbawa ke alam mimpi.


*


*


Tinggalkan jejak kalian ya


Like, Favorite, Vote dan beri hadiah sebanyak-banyaknya.


Like, Favorite, Vote dan beri hadiah sebanyak-banyaknya.


Like, Favorite, Vote dan beri hadiah sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


Coment, coment, coment


''


__ADS_2