
''Nin persiapkan keberangkatanku dengan Chaca ke lombok besuk,'' ucap Ronald di telepon.
''Baik pak,'' ucap Nina. Ronald mengakhiri panggilannya.
''Gimana Mas?'' tanya Chaca tiba-tiba masuk ke dalam kamar setelah mengambil air minum.
''Iya Nina akan mempersiapkan semuanya. Besuk kita berangkat,'' ucap Ronald.
''Lusa bukan besuk.'' Bantah Chaca.
''Besuk yank. Aku udah ngomong sama Nina kalau kita besuk berangkatnya,'' ucap Ronald.
''Lusa atau kita tidak usah berangkat!'' ucap Chaca menatap tajam Ronald.
''Huft, baiklah baiklah. Kalau soal mengancam kamu memang ahlinya,'' ucap Ronald kesal.
''Anak pinter,'' ucap Chaca tersenyum bahagia dan mencubit pipi Ronald gemas.
''Walaupun suamimu ini masih anak-anak tapi asal kamu tau aja kalau suamimu ini juga bisa membuat anak,'' ucap Ronald menatap Chaca tajam.
''Iya iya aku percaya,'' ucap Chaca merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Rasanya capek berdebat terus dengan Ronald. Chaca memilih memejamkan matanya karna badannya terasa lelah sekali.
*
Di rumah keluarga Sanjaya.
''Pa apa Ronald sudah unboxing ya. Ahh rasanya aku ngak sabar ingin segera menggendong cucu,'' ucap Mama Reni kepada Papa Sanjaya.
''Ngak tau sih Ma. Tapi gimana kalau kita buatkan saja adik untuk Ronald,'' ucap Papa Sanjaya dengan senyum nakalnya.
''Hiss ingat umur pa. Sebentar lagi kita akan memiliki cucu. Udah tua otaknya masih saja mesum.'' Mama Reni memilih pergi meninggalkan Papa Sanjaya. Sementara Papa Sanjaya tertawa melihat tingkah istrinya.
*
*
''Yank cari makan yuk.'' Ajak Ronald. '' Sekalian nonton mau ngak?'' tanya Ronald lagi.
''Oke. Aku ganti baju dulu mas,'' ucap Chaca berjalan ke lemari mengambil baju dan di bawa ke kamar mandi.
Setelah beberapa saat Chaca keluar dengan dress berwarna navy. Menambah kecantikannya. Ronald yang melihat hanya menelan salivanya.
__ADS_1
''Yank ganti baju.'' Perintah Ronald.
''Kenapa. Ini bagus tau,'' ucap Chaca.
''Ngak. Ganti lagi. Ini terlalu terbuka yank. Aku ngak mau tubuh kamu di lihat oleh para mata keranjang.'' Omel Ronald.
''Huft. Ribet.'' Chaca berjalan ke lemari lagi dan mengambil dress yang lain dan segera bergegas ke kamar mandi lagi.
Chaca keluar dari kamar mandi memakai dress berwarna pink. Dress yang sedikit tertutup dari pada dress yang di pakainya tadi.
''Nahh kalau gini kan enak di pandang,'' ucap Ronald memandangi istrinya dari ujung kaki sampai ke ujung kepala.
''Kamu cepetan ganti baju. Aku udah laper banget ini.'' Keluh Chaca. Ronald segera mengganti baju di kamar mandi. Ia memakai kaos dan celana selutut. Menambah ketampanannya 180°. Biasanya setiap hari Ronald selalu memakai baju formal tapi beda dengan malam ini. Chaca yang melihat di buat terpesona dengan ketampanan suami kecilnya.
''Apa kamu sampai segitu terpesonanya sampai tak berkedip sekalipun.'' Bisik Ronald di telinga Chaca.
''Apaan sih Mas. Ayo kita berangkat.'' Ajak Chaca. Saat ini wajah Chaca sudah memerah karna malu.
Saat ini mereka sudah berada di mobil. Mereka menuju mall yang berada di kota tersebut.
Sesampainya di mall mereka langsung menuju restoran karna perut mereka sudah ingin di isi.
''Hemm lumayan lah. Daripada kelaparan,'' ucap Chaca yang terus menyantap makanannya.
Tiba-tiba ada seseorang yang mendekat ke arah mereka.
''Ehm permisi,'' ucap seseorang itu.
Chaca dan Ronald mendongakkan wajahnya melihat orang yang ada di samping mereka.
''Apa benar kamu Ronald?'' tanya gadis cantik yang terlihat polos.
''I iya,'' ucap Ronald setengah gugup.
''Benarkah? apa kamu tak mengenalku Ro. Aku Riska. Apa kamu lupa?'' tanya gadis yang bernama Riska.
''Em oh Riska ya. Aku ngak lupa kok,'' ucap Ronald yang terlihat gugup.
''Bagaimana kabarmu Ro. Setelah kita putus kenapa kamu menghilang begitu saja,'' ucap Riska.
''Aku ba baik kok Ris,'' ucap Ronald dengan senyum yang di paksakan. Ronald melirik ke arah Chaca. Namun yang di lirik hanya berekspresi datar dan masih fokus pada makanan yang ada di depannya.
__ADS_1
''Boleh aku gabung?'' tanya Riska.
''Maaf Ris..
''Silahkan, aku sudah selesai kok. Terima kasih Pak Ronald atas makan malamnya. Permisi,'' ucap Chaca datar dan meninggalkan Ronald dan seorang gadis yang bernama Riska.
''Maaf Ris aku harus pergi,'' ucap Ronald menyusul Chaca yang sudah berjalan jauh.
''Yank yank tungguin Mas dong,'' ucap Ronald mengejar Chaca. Chaca masih tak menghiraukan panggilan Ronald. Chaca segera menyetop taxi yang lewat di dekat mall itu. Dan ia segera masuk ke dalam taxi.
''Yank yank bukain pintunya,'' ucap Ronald dengan menggedor gedor pintu taxi tersebut. Tapi setelah itu taxi yang di tumpangi Chaca, berjalan meninggalkannya.
''Sh*tttt pasti dia marah,'' ucap Ronald. Ia segera mengambil mobilnya dan pulang. Setelah beberapa saat mobil Ronald sudah berada di rumah barunya. Ia mengikuti taxi yang membawa istrinya tadi menuju rumah ini.
Setelah sampai di dalam kamar Ronald tak menemukan Chaca, Tapi Ronald mendengar ada suara gemericik air yang ada di kamar mandi. Ronald lebih memilih menunggu istrinya dan duduk di atas ranjang.
Ceklek
Pintu kamar mandi di buka. Menampakkan sosok yang cantik memakai piyama panjangnya. Chaca sudah mengganti baju yang di pakainya tadi.
''Yank aku bisa jelasin semuanya,'' ucap Ronald. Tapi Chaca masih diam saja tak berkutik.
''Yank jangan diemin aku kayak gini dong yank.'' Rengek Ronald.
''Aku minta maaf soal tadi. Tapi aku seriusan ngak nyangka kalau aku bisa ketemu dia di sana yank,'' ucap Ronald dengan wajah memelas. Namun Chaca bukannya kasihan, ia malah merebahkan tubuhnya di ranjangnya tanpa memperdulikan Ronald yang terus merengek padanya. Chaca menyelimuti badannya dan memejamkan matanya.
''Yank. Jangan diemin aku kayak gini,'' ucap Ronald beralih duduk di depan Chaca.
''Gila kenapa setiap keluar harus ketemu dengan perempuan-perempuan ngak jelas itu. Berapa sih sebenarnya mantannya kenapa banyak sekali.'' Gerutu Chaca dalam hati.
''Yank.'' Ronald masih merengek. Sebenarnya Chaca ngak tega saat Ronald merengek seperti itu padanya. Tapi di sisi lain hatinya sakit jika tau masa lalu Ronald.
''Apa sih Ro. Jangan ganggu deh. Aku mau istirahat,'' ucap Chaca ketus. Menarik selimutnya hingga kepalanya tenggelam di dalam selimut.
''Yank aku minta maaf. Aku memang salah. Riska itu mantan aku waktu masih awal kuliah yank. Ya biasa yank hanya cinta monyet. Aku bener-bener udah ngak punya perasaan apa-apa sama dia. Karna semenjak kami putus aku udah ngak menyimpan nomornya. Ketemu dia saja juga jarang,'' ucap Ronald menjelaskan kepada Chaca. Sedangkan Chaca terlelap dalam tidurnya. Ronald tak tau jika Chaca sudah terlelap.
*
*
Like, Coment, favorite, vote.okayyy🙏🙏🙏
__ADS_1