
Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh Wison dan juga Cinta.
Hari ini Wilson akan mengucapkan janji cuci di depan penghulu. Ia merasa sangat bahagia karna bisa menikahi gadis pujaannya selama ini. Berbeda dengan Cinta, Cinta terlihat murung karna ayah yang selama ini membesarkannya tak mau datang ke acara pernikahannya.
Saat ini Cinta sedang di rias oleh Mua terkenal di kota tersebut. Gaun putih yang terlihat sederhana namun berkesan mewah melekat di tubuhnya. Sangat cantik dan anggun, orang-orang yang melihatnya akan terpesona dengan penampilan Cinta.
Chaca dan juga Ronald baru saja sampai di hotel tempat Wilson menikah. Salsa dan juga Devan sudah terlihat duduk di sana. Genggaman tangan Devan tak luput dari penglihatan Chaca.
''Sepertinya Devan memang sudah berubah,'' batin Chaca. Chaca bersandar di pundak sang suami. Ia tak ingin memikirkan masa lalunya.
Nicco dan istrinya tak bisa hadir karna istrinya sedang hamil muda, dan sangat tidak memungkinkan untuk ke Indonesia saat ini. Karna acara Wilson bisa di bilang mendadak.
Setelah pak penghulu dan calon mempelai sudah siap, acara pun di mulai. Cinta yang berada di samping Wilson ikut gugup. Namun kegugupannya hilang beberapa saat setelah semua saksi berkata sahh.
''Alhamdulillah,'' ucap semua orang yang menyaksikan.
Wilson segera memasangkan cincin di jari manis Cinta begitu sebaliknya, Cinta juga memasangkan cincin di jari manis Wilson. Setelah itu Wilson mencium kening cinta.
Beberapa saat kemudian, para undangan memberikan selamat kepada Wilson dan Cinta. Chaca memberikan kado honey moon ke pulau dewata Bali kepada Wilson dan Cinta.
''Selamat Wil, aku ngak nyangka kamu bisa secepat ini menemukan tulang rusukmu,'' ucap Chaca memeluk Wilson sesaat.
''Terima kasih Cha, doakan kami agar sakinah mawadah wa rahmah,'' ucap Wilson membalas pelukan Chaca.
Chaca juga memeluk Cinta.
''Selamat, semoga pernikahan kalian langgeng,'' ucap Chaca.
Setelah Chaca dan Ronald memberi selamat, Devan dan Salsa juga naik ke atas pelaminan untuk memberi selamat kepada Wilson dan Cinta.
''Selamat Wil, semoga samawa. Bentar lagi aku susul deh,'' ucap Salsa memeluk Wilson namun segera di tarik oleh Devan.
''Cukup salaman aja Sa,'' ucap Devan cemburu.
''Iya iya,'' ucap Salsa kesal.
Salsa segera memeluk Cinta dan memberi selamat.
Setelah mengucapkan selamat kepada Wilson dan Cinta. Mereka semua pulang dari hotel tersebut.
*
__ADS_1
*
''Kak Salsa sama Pak Devan kayaknya makin deket deh. Kemana-mana selalu bersama. Kalau di lihat-lihat ngak seperti cuma atasan dan bawahan,'' batin Cezy yang sedang berada di ruangannya. Cezy melihat kedatangan Salsa dan Devan yang baru saja datang dengan bersendau gurau.
Tok tok tok
Cezy mengetuk pintu ruangan Devan. Cezy ingin sekali dekat dengan Devan, bagaimana pun caranya.
''Masuk,'' ucap Devan dari dalam ruangannya.
''Maaf Pak Devan, saya kurang paham cara membuat laporan ini Pak,'' ucap Cezy.
''Kayaknya aku pernah mengajari kamu caranya deh Cez,'' ucap Devan saat melihat laporan yang ada di depannya.
''Maaf, saya kurang paham Pak,'' ucap Cezy. Tanpa berfikir panjang, Devan segera mengajari Cezy membuat laporan tersebut.
''Semakin hari kenapa Pak Devan semakin tampan ya. Ngak kuat adek bang,'' batin Cezy menjerit.
''Cez, kayaknya kamu lagi ngak fokus deh. Dari tadi bengong aja,'' ucap Devan kesal kepada Cezy karna tidak memperhatikan saat Devan menjelaskan.
''Ma maaf Pak,'' ucap Cezy gugup.
''Mending kamu ambil minum dulu deh. Aku ngak mau ngajarin kamu kalau kamu ngak fokus gini,'' ucap Devan.
Ceklek
Pintu di buka, tanpa di ketuk terlebih dahulu.
''Kalau mau masuk ketuk pintu dulu Cez,'' ucap Devan tanpa memperhatikan siapa yang masuk.
''Aku bukan Cezy ya,'' ucap Salsa yang sudah berada di depan Devan.
''Eh Sa. Ada apa?'' tanya Devan melihat kepada Salsa.
''Ke kantin yuk, laper banget nih,'' ajak Salsa.
''Memangnya tadi pagi ngak sarapan? Ini masih jam 10 lo,'' ucap Devan.
''Tadi udah sarapan di rumah. Tapi sekarang udah laper banget,'' ucap Salsa.
''Ya udah, yuk,'' ucap Devan menutup laptop yang ada di depannya. Ia segera menggandeng tangan Salsa.
__ADS_1
Setelah keluar dari ruangannya, Devan dan Salsa berpapasan dengan Cezy yang akan masuk ke ruangan Devan.
''Pak Devan mau kemana?'' tanya Cezy penasaran.
''Saya mau ke kantin dulu Cez. Di lanjut nanti ya,'' ucap Devan yang masih bergandengan tangan dengan Salsa. Cezy yang melihat tangan Devan dan Salsa yang bergandengan merasa hatinya terbakar.
''Ada hubungan apa mereka? jika tidak ada hubungan apa-apa tidak mungkin tangan mereka bergandengan seperti itu. Apa Pak Devan dan Kak Salsa punya hubungan yang spesial?'' batin Cezy yang penuh tanda tanya.
Cezy memilih kembali ke ruangannya. Ia tak bisa berfikir jernih setelah melihat Devan dan Salsa tadi.
''Akhhhh, jika memang mereka punya hubungan, terus aku gimana dong. Udah terlanjur jatuh hati sama Pak Devan,'' ucap Cezy yang tiba-tiba air matanya jatuh. Cezy memang sudah menaruh hati kepada duda tersebut. Namun hari ini hatinya sakit saat melihat seorang yang di cintainya menggandeng tangan atasannya sendiri.
Sedangkan Salsa merasa tak enak kepada Cezy. Cezy terlihat seperti kecewa saat melihat tangannya di genggam oleh Devan tadi.
''Van, kayaknya Cezy kecewa deh sama kita,'' ucap Salsa.
''Kecewa kenapa?'' tanya Devan yang memang tak tau.
''Cezy suka sama kamu Van. Kamu ngak peka banget sih,'' ucap Salsa.
''Ya kan aku ngak tau sama perasaan seseorang Sa. Kalau dia suka sama aku ya biarin aja lah, itu kan hak setiap orang,'' ucap Devan yang merasa tak bersalah.
''kelihatannya kamu seneng banget ya banyak orang yang suka sama kamu,'' ucap Salsa yang terlihat tak suka.
''Ya kan itu hak setiap orang sayang. Yang penting kan kita ngak memaksakan perasaan seseorang itu sendiri,'' ucap Devan.
''Males ah ngomong sama kamu. Buat aku bete aja,'' ucap Salsa.
''Kok gitu sih. Ya udah aku minta maaf kalau buat kamu bete,'' ucap Devan menggengam tangan Salsa. ''Cepet di makan, keburu dingin ngak enak,'' ucap Devan lagi.
Setelah makan, mereka kembali ke ruangannya masing-masing. Devan menunggu Cezy yang tidak menunjukkan diri.
''Cezy niat minta di ajari ngak sih. Lemot banget sih,'' ucap Devan keluar dari ruangannya menuju ruangan Cezy. Cezy terlihat menyembunyikan wajahnya di atas meja.
''Cez,'' panggil Devan. Namun Cezy diam saja.
''Cezy,'' ucap Devan lagi. Cezy segera mendongakkan kepalanya menatap orang yang memanggilnya.
''Eh iya Pak, maaf saya ketiduran,'' ucap Cezy merapikan kemeja serta rambutnya.
*
__ADS_1
*