
Setelah sampai di Restoran, mereka segera memesan makanan kesukaan mereka. Salsa memilih memesan teriyaki Salmon sedangkan Devan dan Cezy memesan chicken katsu. Setelah menunggu beberapa saat, makanan mereka sudah tersaji di meja mereka.
''Van, boleh cobain ayam kamu ngak?'' tanya Salsa yang menginginkan ayam Devan.
''Hem boleh, ambil aja,'' ucap Devan.
''Pak saya juga mau,'' ucap Cezy. Devan hanya mengerutkan keningnya.
''Mau apa?'' tanya Devan dingin.
''Mau ayam Bapak,'' ucap Cezy enteng.
''Apa mata kamu tidak berfungsi dengan baik? pesanan kita sama, kenapa kamu ingin mencoba ayamku?'' tanya Devan ketus.
''Ya kali punya Bapak rasanya beda,'' ucap Cezy. Devan hanya mengelengkan kepalanya. Tidak tau dengan jalan fikiran Cezy.
Setelah kejadian tadi, mereka makan makanan mereka tanpa ada yang bersuara. Hanya dentingan sendok dan orang-orang di sekitar yang terdengar. Namun tiba-tiba.
''Salsa,'' panggil seseorang yang sangat Salsa ketahui suaranya. Namun Salsa enggan menoleh.
''Salsa,'' panggil Orang itu lagi. Ia semakin mendekat ke arah Salsa.
''Apa lagi?'' tanya Salsa tanpa menoleh.
''Sa, aku minta maaf. Kenapa kamu tidak mau menjawab teleponku atau sekedar membalas chatku. Aku rindu Sa sama kamu,'' ucap Malik.
''Tapi aku ngak rindu sama kamu. Aku malah jijik lihat kamu di sini. Membuat selera makanku hilang,'' ucap Salsa yang menaruh sendok ke piringnya dengan sedikit keras.
''Aku khilaf Sa, maafin aku,'' ucap Malik.
''Tidak ada kesempatan kedua,'' ucap Salsa datar. Ia segera berdiri dari kursinya.
''Saya tunggu di mobil,'' ucap Salsa. Devan dan Cezy hanya mengangguk patuh. Mereka segera membayar makanan mereka dan menyusul atasan mereka.
''Sa, Sa tunggu,'' ucap Malik meraih tangan Salsa namun segera di tepis oleh Salsa.
''Apa lagi?'' tanya Salsa datar.
''Sa, apa semudah itu melupakan kenangan kita Sa. Hampir 4 bulan kita bersama dan baru kali ini aku membuat kesalahan, tapi kamu tidak mau memaafkan aku. Apa ada laki-laki lain yang ada di hatimu Sa. Jawabbbbb!!'' ucap Malik emosi.
''Ya, memang ada laki-laki lain di hatiku. Puas kamu!'' ucap Salsa berjalan menuju parkiran. Namun lagi-lagi tangannya di tahan oleh Malik.
__ADS_1
''Katakan siapa laki-laki itu? apa segitu berartinya kah dia di hidupmu. Sampai-sampai kamu memutuskan hubungan seperti ini,'' ucap Malik.
''Kamu tidak perlu tau siapa laki-laki itu. Yang pasti dia bukan pria mesum sepertimu,'' ucap Salsa dengan menunjuk wajah Malik.
''Sudah aku katakan kalau aku khilaf Sa. Kenapa kamu tidak mengerti juga,'' ucap Malik dengan muka memelas.
''Terserah mau ngomong apa. Aku ngak peduli. Dan jangan ganggu aku lagi. Permisi,'' ucap Salsa berlalu meninggalkan Malik yang mematung di tempatnya.
''Akhhhhh, kenapa semuanya bisa seperti ini. Sa kenapa kamu tidak mau memaafkan aku?'' ucap Malik menjambak rambutnya kasar. Ia benar-benar kehabisan cara untuk mendapatkan Salsa kembali.
Sementara tak jauh dari sana, ada dua pasang mata yang memperhatikan perdebatan antara Salsa dan Malik. Cezy yang melihat pertengkaran itu di buat bingung, ia bertanya-tanya dalam hatinya, ada masalah apa atasannya itu dengan kekasihnya. Sedangkan Devan tersenyum penuh arti.
Devan dan Cezy segera pergi dari sana menuju parkiran. Mereka takut jika atasan mereka menunggu terlalu lama.
Salsa terlihat menyandarkan kepalanya di jok mobil.
''Nona tidak apa-apa?'' tanya Devan saat sampai di dalam mobil.
''Hem, ayo pergi dari sini,'' ajak Salsa yang memejamkan matanya sambil bersandar. Cezy yang mengetahui atasannya seperti itu, memilih diam. Ia tak ingin memperkeruh keadaaan.
Sesampainya di perusahaan Salsa memilih langsung turun. Ia segera masuk ke dalam perusahaannya tanpa menoleh ke Devan dan Cezy. Saat ini hatinya memang terlihat tidak baik-baik saja.
Devan yang melihat Salsa seperti itu, hanya menghela nafas kasar. Devan kasihan kepada Salsa. Ia tak pernah melihat Salsa se kacau ini.
''Ih percuma aku tanya kalau ujung-ujungnya ngak dapet jawaban,'' ucap Cezy kesal.
Sementara di ruangan CEO. Salsa begitu saat sedih teringat masa-masa kebersamaan dengan Malik. Sampai saat ini ia masih tak habis fikir jika Malik bisa berbuat hal seperti itu.
''Malik, aku benar-benar membencimu,'' ucap Salsa.
''Apa aku balik aja ya ke London. Dan berterus terang kepada orang tuaku. Aku ngak mau terus menerus di sini jika harus bertemu lagi dengan Malik,'' ucap Salsa dengan mengusap air matanya yang jatuh di pipi.
''Apa? Salsa mau balik ke London? ngak, ini ngak boleh di biarkan. Aku ngak mau kehilangan orang yang aku cintai untuk yang kedua kalinya,'' batin Devan. Ia tak sengaja mendengar ucapan Salsa. Saat ia ingin mengetuk pintu ruangan Salsa.
Tok tok tok.
''Masuk,'' ucap Salsa dari balik pintu.
Ceklek.
Devan masuk ke dalam ruangan Salsa. Devan terlihat membawa map berwarna merah.
__ADS_1
''Ada apa Van?'' tanya Salsa yang berusaha menyembunyikan kesedihannya.
''Hem maaf Nona saya harus mengatakan ini. Minggu ini kita di minta untuk datang ke pembangunan proyek yang ada di Bandung. Di sana terjadi sedikit masalah Nona,'' ucap Devan.
''Gimana kalau kamu sama Cezy aja Van yang berangkat. Minggu ini aku ingin pergi ke London lagi. Sepertinya sampai beberapa bulan kemudian. Aku titip perusahaan sama kamu,'' ucap Cezy.
''Ke London? kenapa?'' tanya Devan lirih.
''Em, ada urusan yang harus aku selesaikan. Mungkin lusa aku berangkat,'' ucap Salsa.
''Tapi Nona---''
''Aku percaya sama kamu kalau kamu bisa menghandle semuanya,'' ucap Salsa tersenyum ke arah Devan.
''Aku tau senyuman itu senyuman yang menyakitkan Sa. Aku harus bagaimana? apa aku harus melupakanmu?'' batin Devan yang menatap Salsa dalam-dalam.
''Aku akan menunggumu,'' ucap Devan.
''Maksudmu?'' Salsa di buat bingung dengan ucapan Devan barusan.
''Ya aku akan menunggumu kembali. Aku tidak bisa mengurus perusahaan ini sendiri,'' ucap Devan.
''Jika aku tidak kembali, pasti orang kepercayaan Daddy yang akan di kirim ke sini Van,'' ucap Salsa.
''Apa kamu berencana tidak kembali?'' tanya Devan datar.
''Hem entahlah. Jika aku kembali nyaman di sana aku tak akan kembali,'' ucap Salsa lirih. Ia menundukkan kepalanya.
''Kamu jangan bercanda,'' ucap Devan tersenyum kecut.
''Aku tidak bercanda Van. Jika aku sudah nyaman di sana aku tidak akan kembali lagi ke Jakarta,'' ucap Salsa.
''Bagaimana denganku Sa?'' tanya Devan dengan bibir bergetar. Ia takut menyatakan perasaannya saat ini.
''Bagaimana denganmu? maksudmu?'' tanya Salsa di buat bingung oleh Devan.
*
*
*
__ADS_1
Apakah Devan akan menyatakan perasaannya sekarang? 🤭🤭🤭🤭