I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Chapter 27


__ADS_3

Setelah perjalanan beberapa menit, akhirnya mereka sampai di perusahaan Bora Group. Chaca segera masuk tanpa menoleh kearah Ronald yang berjalan di sampingnya. Ia masih teringat kejadian saat di restauran tadi. Saat Ronald dengan pasrah di cium oleh perempuan lain. Ada perasaan aneh yang menjalar kehatinya, ia tidak terima jika miliknya di sentuh oleh orang lain.


*


*


Malam itu di istana Bora, Chaca sudah menyiapkan menu untuk barbeque nya bersama teman dekatnya. Chaca di bantu oleh bi sumi dan beberapa asisten rumah tangga lainnya di taman samping rumah. Sebenarnya badannya terasa remuk dan lelah tapi dia tidak akan hidup dengan tenang jika belum membalas Ronald. Ia tidak sabar akan kedatangan Ronald.


Selang beberapa saat Ronald yang sudah dulu tiba di rumah Chaca. Ia segera menghampiri Chaca yang berada di taman samping rumah.


''Hai Ro kamu sudah datang,'' ucap Chaca tersenyum ke arah Ronald.


''Hem, Siapa saja yang kamu undang Cha?, kenapa daging dan jagungnya banyak sekali,'' ucap Ronald.


''Hanya teman dekatku saja,'' ucap Chaca santai.


''Aku kedalam dulu mau siap-siap kamu tunggu di sini ya,'' ucap Chaca. Chaca segera berjalan ke dalam rumahnya dan menaiki anak tangga menuju kamarnya. Ia akan segera mandi dan bersiap-siap untuk turun. Selang beberapa saat Chaca sudah siap dengan dress berwarna merah menyala dan Rambutnya di gerai begitu saja. Ia segera turun untuk menyambut teman-temannya.


''Cha.'' Panggil Ronald.


''Iya ada apa Ro?'' tanya Chaca mendekat kearah Ronald.


''Kamu cantik sekali. Rasanya aku ngak rela jika kamu di lihat oleh orang lain,'' ucap Ronald yang langsung terus terang kepada Chaca. Wajah Chaca langsung bersemu merah.


Tiba-tiba Salsa dan sepupunya datang.


''Hai Cha, gimana kabar kamu?'' tanya Salsa cipika cipiki dengan Chaca.


''Baik, Dia siapa?'' tanya Chaca masih fokus kearah seseorang yang datang bersama Salsa.


''Oh dia Louis, dia sepupu aku yang baru datang dari Australia,'' ucap Salsa.


''Hai, perkenalkan aku Chaca,'' ucap Chaca berkenalan dengan sepupu Salsa. Ia menjabat tangan Louis dan Louis membalas jabatan tangannya.

__ADS_1


''Louis,'' ucap Louis dengan senyum di wajahnya.


''Nicco dan Wilson mana?'' tanya Chaca kepada Salsa.


''Mungkin masih di perjalanan. Tadi aku telpon dia katanya sudah on the way,'' ucap Salsa.


''Kamu seperti ngak hafal mereka aja. Mereka bilang on the way ternyata on the way masuk kamar mandi,'' ucap Chaca kepada Salsa.


Chaca dan Salsa asik mengobrol sedangkan Ronald memperhatikan pria yang bersama dengan teman Chaca tadi. Louis memperhatikan Chaca tanpa berkedip, seperti ada ketertarikan kepada Chaca.


''Ingin rasanya aku mencongkel matanya itu.'' Geram Ronald yang memperhatikan dari jauh.


Wilson dan Nicco juga datang. Nicco membawa gadis cantik yang mungkin keturunan blesteran.


''Hai Cha,Sal.'' Sapa mereka berdua.


''Hai,'' ucap Chaca langsung berhambur ke dalam pelukan Wilson. Chaca segera mencium pipi kanan dan kiri Wilson dan pemandangan itu tak luput dari penglihatan Ronald.vRencananya tadi ia akan memeluk Nicco. Tapi setelah tau Nicco membawa calon istrinya Chaca mengurungkan niatnya.


''Nicco siapa yang kau bawa ini.'' tanya Salsa yang penasaran. Karna selama ini Nicco tak pernah membawa ataupun berhubungan dengan gadis-gadis lainnya.


''Ciee, diam-diam menghanyutkan lah Nicco ini,'' ucap Salsa. Sedangkan Chaca masih bergelayut manja di lengan Wilson. Ronald yang memperhatikan mereka dengan jarak yang tidak terlalu jauh mengepalkan tangannya erat. Ia sangat marah kepada Chaca yang dengan mudahnya main peluk-peluk pria lain.


''Chaca apa yang kamu lakukan!'' Batin Ronald yang masih mengepalkan tangannya erat. Chaca saja tidak pernah memeluk apalagi menciumnya tapi kenapa dengan mudah ia malah mencium dan memeluk pria lain. Ronald ingin sekali mendekat kearah mereka dan meninju muka Wilson yang sudah berani membalas pelukan dan ciuman Chaca tapi Ronald urungkan karna teman-teman Chaca tidak tau jika Ronald adalah calon suami Chaca.


''Gimana kalau kita mulai acaranya,'' ucap Chaca. Salsa dan Keylin mulai memanggang daging di atas alat pemanggang. Sedangkan Wilson dan Chaca memilih memanggang sate.


''Cha, kenapa malam ini kamu aneh sekali,'' ucap Wilson pelan bahkan yang mendengar hanya Chaca saja.


''Aneh gimana?'' tanya Chaca.


''Ya aneh aja. Kamu naksir ya sama aku?'' tanya Wilson tanpa di saring dulu ucapannya.


''Iya aku naksir kamu,'' ucap Chaca membelai lembut pipi Wilson dengan senyuman di buat semanis mungkin.

__ADS_1


''Ngak mungkin Cha. Aku bahkan tau tipemu seperti apa. Bukan keturunan blasteran sepertiku ini,'' ucap Wilson.


''Wilson aku mohon malam ini saja, kamu balas aktingku ini. Aku tidak mau di pandang terus-terusan oleh sepupu Salsa itu. Kelihatannya dia pria mesum deh,'' ucap Chaca yang menjadikan sepupu Salsa alasannya. Wilson segera melirik ke arah Louis sepupu Salsa. Memang benar jika Louis sejak tadi memperhatikan Chaca saja.


''Oke,'' ucap Wilson.


Sementara di dekat sana ada yang kebakaran jenggot saat kekasih hatinya bergelayut manja di lengan pria lain.


''Aku akan buat perhitungan denganmu Cha. Awas saja nanti.'' Batin Ronald yang masih duduk di dekat sana. Ia tidak ingin pergi dari sana. Ia ingin melihat apa saja yang di lakukan Chaca kepada pria itu.


Setelah acara panggang memanggang selesai mereka segera menikmati menu makanan tadi. Mereka duduk di atas karpet yang sudah di siapkan.


''Ronald gabung sini,'' ucap Chaca kepada Ronald. Ronald segera mendekat ke arah mereka dan duduk pas di sebelah Chaca. Saat ini Chaca di apit oleh 2 pria tampan.


''Wilson kamu mau yang mana biar aku ambilkan,'' ucap Chaca kepada Wilson. Perhatian Chaca kepada Wilson tak luput juga dari pandangan Salsa dan Nicco. Mereka bertanya-tanya ada hubungan apa antara Chaca dan Wilson.


''Ehm kayaknya kita ketinggalan berita nih Sal,'' ucap Nicco.


''Iya, aku penasaran sejak tadi. Kalian udah jadian ya?'' tanya Salsa spontan kepada Chaca dan Wilson.


''Iya kami sepasang kekasih,'' ucap Wilson dengan mengangkat tangan mereka yang menggenggam erat satu dengan yang satunya.


''Akhirnya Wilson sold out juga. Ternyata jodohmu sahabat sendiri ya Wil.'' Nicco tertawa. Sementara Ronald menahan hatinya yang sudah remuk sejak tadi.


''Cha kamu mau satenya ngak. Ini enak banget loh. Buka mulutmu,'' ucap Wilson kepada Chaca. Dan dengan mudahnya Chaca membuka mulutnya. Dan terjadilah acara suap-suapan di antara mereka. Ronald sudah tidak tahan dengan kelakuan Chaca. Ia langsung berdiri dan meninggalkan tempat tersebut.


''Saya permisi,'' ucap Ronald. Chaca menghembuskan nafasnya kasar. Ia tau pasti Ronald akan marah besar nantinya. Tapi Chaca tidak peduli Chaca masih sakit hati saat teringat adegan di Restauran tadi siang.


*


*


Gimana-gimanaaaaaa???

__ADS_1


Chaca pinter ngak tuhh??😄😄😄😄😄


__ADS_2