I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Chapter 13


__ADS_3

''Tapi kan Chaca juga pengen jemput Mama kesana,'' ucap Chaca dengan cemberut.


''Udah-udah besuk lagi kan bisa anterin Mama kalau Mama berangkat lagi,'' ucap Mama Luna, Chaca hanya tersenyum. Setelah mereka mengobrol cukup lama, sekarang Chaca berada di mode seriusnya.


''Ma, Chaca mau ngomong sama Mama.'' Ucap Chaca yang menatap Mama Luna dalam-dalam.


''Kan dari tadi udah ngomong Cha. Mau ngomong apa sih kayaknya serius banget deh,'' ucap Mama Luna.


''Chaca pengen nikah ma,'' ucap Chaca yang sedikit gemetar. Takut jika Mama Luna tak meresruinya.


''Nikahh?'' tanya Mama Luna memastikan.


''Iya ma nikah,'' ucap Chaca meringis.


''Udah ada calonnya? atau mama yang carikan. Kebetulan mama punya banyak kenalan yang umurnya di atas kamu,'' ucap Mama Luna yang terlihat bersemangat.


''No ma! Chaca bisa cari sendiri. Memangnya ini masih jaman dahulu kala apa,'' ujar Chaca memutar bola matanya jengah akan usul dari sang Mama.


''Nanti suruh dia kesini. Mama mau kenalan sama dia,'' ucap Mama Luna.


''Mama udah kenal kok sama dia,'' ucap Chaca.


''Udah kenal? siapa Cha? jangan buat Mama penasaran deh Cha.'' Mama Luna di buat penasaran oleh Chaca.


''Nanti dia kesini ma. Tapi Chaca takut ma. Takut kalau mama ngak ngrestuin hubunganku sama dia,'' ucap Chaca tertunduk, ia benar-benar takut jika Mamanya tak merestuinya. Karna ia sudah jatuh hati ke Devan.


''Memangnya kalian udah melakukan hubungan terlarang sampai kamu setakut ini.'' Mama Luna penasaran dan menatap Chaca penuh selidik.


''Eng enggak kok ma,'' ucap Chaca pelan.


''Ya sudah kalau begitu suruh dia kesini sekarang. Mama mau bicara sama dia.'' Perintah Mama Luna dan di angguki oleh Chaca. Chaca segera menelpon Devan untuk kembali kerumahnya lagi. Selang beberapa menit mobil Devan sudah berada di halaman rumah Chaca. Devan segera mengetuk pintu rumah Chaca.


Tok tok tok


Ceklekkk


''Silahkan masuk Mas Devan, Non Chaca sedang berada di kamarnya,'' ucap Bi Sumi. Bi Sumi tau kalau Devan ini asisten pribadi Chaca.


''Makasih Bi, saya langsung ke atas aja.'' Devan tersenyum. Ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam.


Devan menaiki tangga menuju kamar Chaca. Sampai di depan pintu kamar, Devan mengetuk pintu. Selang beberapa saat Devan masuk ke dalam kamar Chaca. Devan tidak tau jika ada yang memperhatikan gerak geriknya.

__ADS_1


Mama Luna berjalan pelan menuju pintu kamar Chaca dan ia membuka sedikit kamar Chaca. Chaca dan Devan berciuman sangat panas tanpa mengetahui ada pasang mata yang memperhatikan tingkah mereka.


Derrrrrrr


Pintu di buka dengan kencang. Chaca dan Devan terlonjak kaget.


''Mama''


''Nyonya''


Ucap mereka berdua.


''Apa yang kalian lakukan!'' tanya Mama Luna dengan tatapan tajam


''Ma, Chaca bisa jelasin kok.'' Mama Luna berjalan meninggalkan mereka begitu saja menuju ruang keluarga. Chaca yang tadi mendapat sorot tajam dari sang Mama langsung setengah berlari menyusul Mamanya. Mama Luna akan berbicara serius dengan anak semata wayangnya itu. Devan dan Chaca duduk di kursi yang sama sambil menundukkan wajahnya. Mereka takut dengan sorot tajam Mama Luna.


''Ada yang bisa menjelaskan,'' ucap Mama Luna. Chaca dan Devan hanya saling lirik dengan ekor matanya tanpa ada yang berani menjelaskan.


Brakkkkkkkk


Mama Luna menggebrak meja. Lagi-lagi Chaca dan Devan di buat kaget.


''Cepat jelaskan.'' Bentak Mama Luna.


''Coba jelaskan kenapa kalian berbuat hal yang tidak senonoh seperti tadi.'' Tanya Mama Luna.


''Ma Devan calon suami aku. Kalau kami kissing kan sudah hal wajar ma,'' ucap Chaca tanpa beban.


''Memangnya Mama merestui hubungan kalian?'' tanya Mama Luna yang tak habis fikir dengan jalam fikiran anak semata wayangnya.


Deg.


Jantung Chaca berdetak sangat cepat. Kenapa ia sampai lupa kalau Mama Luna sulit untuk di bujuk. Apalagi memberikan anak perempuannya dengan begitu saja. Pasti hal yang tak mudah.


''Ma.'' Rengek Chaca.


''Mama tidak merestui hubungan kalian,'' ucap Mama Luna.


''Ma.'' ucap Chaca.


''Kalau tidak ya tidak Cha. Jangan membantah Mama.'' Bentak Mama Luna.

__ADS_1


''Ma tapi Chaca cinta Ma sama Devan.'' Chaca hampir menangis karna tak di berikan restu oleh Mama Luna.


''Tapi tidak untuk Devan Cha. Dia tidak mencintaimu,'' ucap mama Luna sambil melirik kearah Devan.


''Saya mencintai Nona Chaca nyonya. Saya sudah membuka hati saya untuk Nona Chaca. Jadi izinkan saya untuk menikah dengannya,'' ucap Devan berkata serius kepada calon mertuanya.


''Kamu kira saya percaya dengan ucapan kamu. Kamu hanya ingin harta anak saya saja kan. Jawabbbb!'' Bentak Mama Luna.


''Demi Tuhan saya tidak ada niatan sama sekali untuk menguasai harta kalian. Niat saya baik hanya ingin membalas cinta Nona Chaca.'' Pcap Devan dengan tegas.


''Ma jangan begini dong ma.'' Ucap Chaca dengan air mata yang sudah tidak bisa di bendung lagi. Devan menggenggam erat tangannya. Memberikan kekuatan kepada Chaca. ''Ma Chaca cinta ma sama Devan, please ma restui hubungan kami.'' Ucap Chaca dengan tatapan memohon.


''No!'' Ucap Mama Luna datar.


''Why?'' tanya Chaca.


''Dia hanya ingin harta kamu Cha, Kamu jangan jatuh ke lubang yang sama dong,'' ucap Mama Luna.


''Chaca yakin Devan tidak seperti itu ma. Dia orang baik.'' Chaca berusaha menyakinkan mamanya.


''Kalau mama bilang tidak ya tidak Cha. Jangan membantah keputusan Mama!'' Bentak Mama Luna. Chaca bingung harus bagaimana. Hati Chaca sudah pantok dengan Devan. Tiba-tiba ide cemerlang melintas di otak Chaca.


''Mama tega biarin calon cucu Mama tidak memiliki ayah?'' ucap Chaca menangis tersedu-sedu sambil mengusap perutnya yang rata.


''Maksud kamu apa?'' ucap Mama Luna.


''Ma Chaca hamil anak Devan ma,'' ucap Chaca tanpa dosa. Sedangkan Devan menelan salivanya susah payah. Pasti Devan nanti dapat bogem mentah dari calon mertuanya.


''Apaaaaaaa?'' ucap Mama Luna. Lalu ia menatap tajam ke arah Devan. Jujur Devan takut saat ini, baginya calon mertuanya sudah seperti singa kelaparan saat melihatnya.


''Ma jangan lihat Devan seperti itu. Kami melakukannya atas dasar suka sama suka. Jadi please restui kami ma,'' mohon Chaca.


''Cha kenapa kamu lakuin hal yang memalukan itu. Apa Mama pernah mengajari kamu hal seperti itu? enggak kan. Kenapa kamu buat Mama sakit hati Cha,'' ucap mama Luna dengan air mata yang terus mengalir. Chaca sebenarnya tak tega kepada mamanya saat mamanya menangis seperti ini. Tapi aktingnya tidak boleh gagal.


''Kenapa Mama menangis harusnya Chaca yang menangis karna hamil di luar nikah. Kasian anakku tidak memiliki ayah,'' ucap Chaca dengan wajah memelas.


''Itu resiko kamu sendiri Cha. Kenapa dengan mudahnya membuka sela*angan kamu untuk pria seperti Devan.'' Mama Luna emosi kepada anak semata wayangnya.


''Mama kayak ngak pernah muda aja sih ma.'' Ucap Chaca yang membuat Mama Luna tambah emosi. Ia teringat waktu masih muda dulu. Mama Luna juga hamil duluan sebelum menikah dengan ayah Chaca.


''Jangan bahas masa lalu Cha. Kamu tidak tau masa muda mama.'' Mama menatap tajam anaknya.

__ADS_1


*


*


__ADS_2