
Di hotel yang sama namun berbeda kamar. Pasangan pengantin lama ini juga tak mau kalah dengan pasangan pengantin baru. Mereka bergelut di bawah selimut yang sama hingga dini hari. Udara di kota ini lumayan dingin, namun sepasang suami istri itu mampu mengeluarkan keringat karna olah raga malam.
''Udah Mas, aku udah lemas,'' rengek Chaca yang terus menerus di gempur habis-habisan oleh Ronald.
''Satu kali lagi ya Yank, please,'' Ronald terus memohon. Padahal ini udah yang ketiga kalinya mereka melakukan itu, namun Ronald masih ingin lagi dan lagi.
''Kamu mau besok aku nggak bisa jalan kayak Cezy. Udah ya, besok lagi,'' Chaca terlihat lemas tak berdaya. Entah apa rahasia sang suami, mengapa ia begitu kuat kalau urusan ran*ang.
''Ya udah deh. Besok beneran lo ya,'' ucap Ronald menutup tubuh Chaca yang tak memakai apa-apa.
''Heem Mas, kalau Baby Al dan Baby El nggak rewel,'' Chaca tersenyum memperlihatkan gigi putihnya.
''Baby Al dan Baby El tau kalau Daddy nya ingin membuatkan mereka adik lagi,'' ucap Ronald.
''Ihh Mass, Al dan El masih bayi ya. Masa mau di kasih adik,'' Chaca menekuk mukanya karna kesal.
''Biar usia mereka tak terpaut jauh yank,'' ucap Ronald.
''Udah deh terserah!'' Chaca memejamkan matanya. Percuma berdebat dengan Ronald, pasti tak akan ada ujungnya. Ia memilih tidur dari pada Ronald berubah fikiran dan mengganggunya lagi.
''Selamat malam sayang,'' Ronald mengecup pucuk kepala Chaca. Semakin hari rasa itu tumbuh semakin besar. Walaupun awalnya mereka di jodohkan, namun cinta itu datang dengan cepat di antara mereka. Apalagi sekarang sudah ada Baby Al dan Baby El. Kebahagiaan Ronald bertambah lengkap dengan kehadiran mereka.
''Aku mencintaimu,'' Ronald ikut memejamkan matanya, ia juga terlelap ke dalam alam mimpinya.
*
*
Hari pun berganti, hari ini mereka akan pulang ke rumah Mami Mita setelah semalaman bermalam di hotel tempat resepsi Cezy.
Dua mobil milik Papi Cezy menjemput keluarga besar itu. Sementara pengantin baru mengendarai mobil sendiri.
''Masih sakit?'' tanya Reno yang melihat cara berjalan Cezy yang berbeda. Raut muka Cezy pun tak seperti biasanya. Saat berjalan, Cezy seperti menahan sesuatu di area sana.
''Sedikit,'' Cezy pun duduk di samping kursi kemudi dengan hati-hati.
''Kita beli obat dulu ya, sesampainya di rumah nanti aku obatin,'' Reno pun menutup pintu di sebelah Cezy, ia berjalan mengitari mobil dan duduk di kursi kemudi.
__ADS_1
''Iya Mas, di dekat rumah ada toko obat kok,'' ucap Cezy.
''Baiklah, nanti bilang sama Mas kalau apoteknya sudah dekat,'' Reno pun menjalankan mobilnya, menyusul keluarga besar mereka yang sudah terlebih dulu meninggalkan hotel.
Selang beberapa saat, mereka telah sampai di apotek yang lumayan besar. Reno turun sendiri lalu membeli salep untuk menghilangkan nyeri dan bengkak. Setelah mendapatkan salepnya, ia segera masuk lagi ke dalam mobilnya.
''Ini salepnya,'' Reno menyodorkan kantong plastik yang berisi salep kepada Cezy.
''Mas Reno nggak malu beli ini tadi?'' tanya Cezy meraih kantong plastik itu dan membukanya.
''Kenapa harus malu. Yang membuat kamu kayak gini kan aku. Dan aku harus tanggung jawab dong,'' ucap Reno membelai rambut lurus milik Cezy.
''Terima kasih Mas. Aku mencintaimu,'' ucap Cezy tersenyum.
''Aku lebih mencintaimu sayang,'' Reno pun mencium tangan kanan Cezy. Ia segera menyalakan mobilnya dan melajukan dengan kecepatan sedang.
''Tumben William anteng sama omanya Mas. Biasanya kan pengennya nempel terus sama aku.''
''William udah ngerti sayang, jika Daddy nya mau buat adik kecil untuknya,'' Reno mengerlingkan matanya nakal kepada Cezy.
''Mesum deh,'' ucap Cezy memukul pundak Reno. Reno hanya tertawa gembira, ia senang jika Cezy kesal begini. Menambah kesan imut di wajahnya.
''Pengantin baru kok baru nyampek, kemana aja nih,'' ledek Ronald yang saat ini berada di teras rumah.
''Ada suara orang ngomong tapi nggak ada wujudnya,'' Reno pun membalas ledekan Ronald.
''Aduh kasian sekali kamu Cez, baru aja nikah, tapi suami mu udah nggak bisa ngelihat,'' ucap Ronald.
''Maksud kamu aku buta gitu Ro?'' ucap Reno yang kesal kepada Ronald.
''Aku nggak bilang yaaaa. Kamu sendiri lo yang bilang,'' ucap Ronald meninggalkan pengantin baru itu. Ronald sangat senang meledek Reno. Karna pada akhirnya Reno kalah telak dari Ronald.
''Ngeselin banget sih kakakmu itu,'' ucap Reno.
''Dia bos kamu juga kali Mas, jangan di tekuk gitu mukanya, nanti tambah jelek,'' ucap Cezy berlalu meninggalkan Reno yang masih di teras.
''Ihh, Cezy juga ikutan nyebelin,'' gerutu Reno.
__ADS_1
Reno pun segera menyusul Cezy yang masuk ke dalam rumah. Di ruang keluarga mereka semua tengah terkumpul. William yang baru saja bermain dengan Al dan El langsung berlari memeluk Cezy.
''Mom, Wiyiam kangen,'' ucap William yang enggan melepaskan pelukannya.
''Mommy juga kangen sama William. Kita duduk di sana yuk,'' ucap Cezy mengajak William ikut duduk dengan yang lain. William pun menurut, ia menggandeng tangan Cezy sampai mereka terduduk di sofa.
''William sayang banget ya sama Mommy?'' tanya Mami Mita.
''Iya Oma.''
''Kalau sama Oma sayang nggak?'' tanya Mami Mita. William mendongakkan wajahnya ke arah Cezy. Cezy hanya mengangguk dan tersenyum.
''Wiyiam sayang sama Oma, Opa dan semuanya,'' ucap William berhambur memeluk Mami Mita.
''Oma juga sayang sama William. William tinggal di sini ya sama Oma dan Opa,'' ucap Mami Mita.
''Wiyiam mau sama Mommy Oma,'' ucap William yang sudah ingin menangis.
''Mommy dan Daddy William juga tinggal di sini. Jadi William mau kan tinggal di sini. Nanti Oma yang akan mengantar William ke sekolah, gimana?'' ucap Mami Mita.
William menoleh ke arah Daddy dan Mommynya. Reno dan Cezy hanya menganggukkan kepalanya.
''Iya Oma,'' ucap William pelan. Mereka yang ada di sana tersenyum.
Reno memutuskan akan resign dari perusahaan Ronald dan akan membantu ayah mertuanya mengurus perusahaan yang ada di Amerika. Ia tak masalah menetap di Amerika. Yang terpenting ada William dan Cezy di dekatnya.
Setelah berbincang-bincang dengan keluarganya, saat ini Cezy dan Reno sudah berada di kamar mereka. Reno pamit undur diri terlebih dulu karna ingin mengobati luka pada istrinya.
''Mas aku bisa obatin sendiri,'' ucap Cezy malu jika di obati oleh Reno.
''Mas bantu ya, jangan nolak!'' ucap Reno yang tak mau di bantah.
*
*
Jangan lupa tinggalkan jejak untuk mereka ya kawan.
__ADS_1
Dan jangan lupa juga mampir di karya keduaku.
Tinggalkan like, coment, vote dan beri hadiah.