I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Chapter 89


__ADS_3

Hari pun berganti pagi, Cezy malas untuk bangun. Ia sudah memutuskan untuk tidak bekerja lagi di perusahaan Ronald. Cezy tak mau berhubungan lagi dengan Reno.


Tok tok tok.


''Cez, kamu belum bangun?'' tanya Mama Luna di balik pintu.


''Udah Ma,'' ucap Cezy sedikit berteriak.


''Ayo sarapan. Kakak-kakakmu sudah menunggu,'' ucap Mama Luna tanpa masuk ke dalam kamar Cezy.


''Iya Ma, Cezy mandi dulu,'' ucap Cezy. Ia segera turun dari tempat tidur dan bergegas ke kamar mandi. Setelah selesai membersihkan tubuh, Cezy segera turun ke bawah untuk sarapan bersama.


''Pagi semua,'' sapa Cezy.


''Lho kamu ngak kerja Cez?'' tanya Chaca yang melihat Cezy menggunakan baju santai.


''Aku resign Kak,'' ucap Cezy santai.


''Why?'' tanya Chaca mengerutkan keningnya.


''Ngak papa sih. Tadi malam Mami telpon, aku di suruh balik ke sana,'' ucap Cezy berbohong. Ia sudah memikirkan cara untuk beralasan.


''Ada apa?'' tanya Chaca yang masih ingin tau.


''Entahlah,'' ucap Cezy mengedikkan bahunya.


''Ngak ada yang kamu sembunyikan kan?'' ucap Ronald curiga dengan tingkah Cezy.


''Kak Ronald kenapa suudzon sama Cezy,'' ucap Cezy menatap Ronald.


''Ya siapa tau ada yang kamu sembunyikan dari kami,'' ucap Ronald.


''Ngak ada!'' ucap Cezy membantah.


Mereka sarapan pagi bersama. Ronald sebenarnya curiga dengan Cezy dan Reno. Ronald yang selalu melihat cctv di kantornya tau bahwa Reno selalu pergi ke ruangan Cezy setiap harinya lebih dari 5 kali.


Setelah selesai sarapan, Chaca mengantar suaminya ke depan rumah.


''Hati-hati Dad,'' ucap Chaca mencium tangan suaminya.


''Iya sayang,'' ucap Ronald mencium kening istrinya.


Ronald segera melajukan kendaraannya menuju perusahaannya. Ia ingin tau, sebenarnya apa yang terjadi dengan Cezy, kenapa tiba-tiba ia ingin kembali ke LN dan resign dari perusahaannya, bahkan baru 2 hari ia bekerja.


Sesampainya di perusahaan RND Group, Ronals segera naik ke lantai paling atas, dimana letak ruangannya berada.


''Pagi Tuan, tumben sekali kesini,'' ucap Reno tersenyum ke arah sahabatnya.


''Kita buka kembali lowongan pekerja baru di sini untuk menggantikan Cezy,'' ucap Ronald langsung to the point. Ronald ingin tau bagaimana tanggapan Reno tentang keluarnya Cezy.

__ADS_1


''Menggantikan Cezy?'' tanya Reno menyipitkan matanya.


''Ya mengganti Cezy. Kamu sudah tau kan kalau Cezy resign dari sini dan mau kembali ke LN,'' ucap Ronald yang secara tidak langsung memberi tau Reno.


''Cezy beneran resign? Dan dia mau kembali ke LN?'' tanya Reno kaget bercampur sedih.


''Iya. Kenapa wajahmu terlihat sedih seperti itu,'' ucap Ronald bertanya-tanya.


''Eng enggak apa-apa,'' ucap Reno.


''Apa ada sesuatu hal yang aku tidak tau di sini?'' tanya Ronald menatap lekad-lekad wajah Reno.


''Ro aku minta tolong sama kamu, jangan biarkan Cezy kembali lagi ke LN. Aku ngak mau pisah sama dia Ro,'' ucap Reno memelas.


''Ngak mau pisah?'' tanya Ronald menyipitkan sebelah matanya.


''Aku mencintai Cezy Ro. Bantu aku buat mendapatkannya,'' ucap Reno.


''Apa ini semuanya ada hubungannya dengan rasa cintamu itu?'' tanya Ronald. Reno pun menceritakan yang sebenarnya tanpa di tutup-tutupi.


''Hahahaha, makanya halalin dulu, jangan main di kelonin aja,'' ucap Ronald tertawa.


''Aku ngak sedang bercanda ya Ro. Please bantu aku, hanya kamu yang bisa bantu,'' ucap Reno dengan muka memelas.


''Usaha sendiri kawan,'' ucap Ronald menepuk bahu sahabatnya itu.


*


*


Di London.


Salsa saat ini sedang merajuk. Bagaimana tidak, ia membawa piyama-piyama panjang agat tak ke dinginan di sini, namun Devan malah menukarnya dengan baju kurang bahan.


''Sayang, udah dong marahnya. Masak lagi honey moon marahan gini sih. Kamu ngak kasian sama juniorku ini, dia tersiksa yank lihat kamu paki baju beginian tapi ngak mau di sentuh,'' ucap Devan yang terus menerus merengek.


''Salah siapa menukar bajuku sama baju kurang bahan seperti ini. Aku kan udah bilang kalau di sini lagi musim dingin. Kenapa malah bawa pakaian seperti ini,'' ucap Salsa yang terus mengomel.


''Kamu tau ngak sih cara nyenengin suami Sa,'' ucap Devan yang mulai kesal dengan Salsa.


''Berarti selama ini kamu ngak senang gitu?'' tanya Salsa yang sudah salah paham.


''Terserah kamu aja lah, capek ngomong sama kamu,'' ucap Devan pergi dari kamar. Ia tak mau terus-terusan bertengkar dengan Salsa.


''Dia lagi kumat kan nyebelinnya,'' ucap Salsa yang tetlihat masih kesal.


Devan memilih keluar dari kamar dan mencari angin segar di restoran yang ada di hotel tersebut.


''Kepalaku pusing gara-gara denger omelan Salsa mulu,'' ucap Devan menghembuskan nafasnya kasar.

__ADS_1


''Dia itu tau ngak sih caranya nyenengin suami. Gitu aja di permasalahkan,'' ucap Devan terus menggerutu.


Di dalam kamar, Salsa kefikiran dengan Devan. Ia mengaku salah karna tidak bisa menyenangkan hati suami. Ia segera menelpon Devan, ia takut Devan salah jalan, karna Devan baru pertama kali pergi ke London.


Tut tut tut.


Namun tak ada jawaban dari Devan, membuat Salsa menjadi was-was.


''Aku susulin aja deh, gimana kalau Devan hilang. Oh tidak tidak! Jangan berfikir seperti itu Sa,'' ucap Salsa segera mengganti bajunya dan keluar dari kamar.


Salsa turun menggunakan Lift sampai di lantai dasar. Ia menoleh ke kanan ke kiri namun tak mendapati Devan.


''Kemana sih Devan,'' ucap Salsa.


Tanpa sengaja ia melihat Devan yang sedang makan di restoran hotel tersebut.


''Nah itu dia,'' ucap Salsa gembira karna telah menemukan suaminya.


''Sayang,'' ucap Salsa manja. Devan hanya menoleh sebentar lalu menyantap makanannya kembali.


''Sayang,'' rengek Salsa dengan menghentak hentakkan kakinya.


''Apaan sih,'' ucap Devan risih karna Salsa begitu manja.


''Sayang, udah dong marahnya. Iya aku minta maaf, aku memang salah,'' ucap Salsa mengerucutkan bibirnya.


''Hem,'' ucap Devan hanya berdehem.


Devan yang sudah selesai makan segera mengelap bibirnya dan membayar makanannya. Ia segera pergi dari sana tanpa menoleh ke Salsa.


''Sayang kamu tega bener sih sama aku,'' ucap Salsa yang mulai kesal dengan sikap Devan.


''Ayo,'' ucap Devan menarik tangan Salsa menuju lift.


''Kemana?'' tanya Salsa penasaran. Namun Devan hanya diam tanpa mau menjawab pertanyaan Salsa.


''Sayang kita mau kemana?'' tanya Salsa lagi. Namun lagi-lagi Devan hanya diam.


Setelah sampai di lantai tempat kamar mereka berada, Devan segera menarik Salsa untuk masuk ke dalam kamar.


''Sayang kamu bisa ngak sih pelan-pelan. Ngak bisa apa romantis dikit,'' ucap Salsa mengerucutkan bibirnya.


Setelah sampai di dalam kamar, Devan segera menguncinya dan menatap Salsa dengan tatapan yang sulit di artikan.


*


*


Like, coment, vote dan beri hadiah ya guys.

__ADS_1


__ADS_2