I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Chapter 78


__ADS_3

''Kamu kenapa? Kamu habis nangis?'' tanya Devan yang melihat mata Cezy yang sembab.


''Enggak kok Pak, mungkin efek ketiduran lama,'' ucap Cezy memberi alasan.


''Kamu jangan bohong Cez, saya tau kamu sedang menyembunyikan sesuatu,'' ucap Devan yang curiga kepada Cezy.


''Benar Pak saya tidak apa-apa,'' ucap Cezy.


''Ya sudah. Saya tunggu di ruangan saya,'' ucap Devan keluar dari ruangan tersebut.


Beberapa saat kemudian, Cezy yang sudah rapi, kembali ke ruangan Devan untuk meminta di ajari walaupun dirinya sangat malas.


Tok tok tok.


Suara pintu di ketuk dari luar.


''Masuk,'' ucap Devan dari dalam ruangan.


Cezy langsung membuka knop pintu. Ia segera berjalan ke arah Devan. Devan dengan telaten mengajari Cezy dengan sabar karna Devan tau saat ini Cezy sedang tidak baik-baik saja.


''Gimana Cez? Kamu sudah paham?'' tanya Devan menatap Cezy. Namun yang di tatap malah menatap bingkai foto yang berada di pojok meja kerja Devan. Ya di dalam bingkai foto itu terdapat foto Devan dan Salsa waktu di rumah Devan kemarin.


''Cez,'' panggil Devan.


''Eh, i iya Pak, gimana?'' tanya Cezy.


''Kamu kenapa? hobby kamu melamun ya? 2 kali loh aku mengulanginya, namun lagi-lagi kamu melamun kayak gini. Sebenarnya ada apa Cez,'' tanya Devan nengerutkan keningnya.


''Apa Pak Devan dan Kak Salsa punya hubungan?'' tanya Cezy yang sedikit takut. Devan yang di tanya seperti itu hanya menganggukkan kepalanya pelan.


''Dia kekasihku. 2 minggu lagi kita akan menikah,'' ucap Devan.


Bagai di sambar petir. Hati Cezy rasanya sakit sekali. Menurutnya ini adalah hari paling menyakitkan yang pernah ia rasakan. Tanpa sadar air matanya jatuh dengan sendirinya.


''Kamu kenapa Cez?'' tanya Devan.


''Em sa say tidak apa-apa Pak. Saya permisi,'' ucap Cezy berlalu meninggalkan Devan dengan membawa map yang di bawanya tadi.


''Dia kenapa? Apa memang benar yang di katakan Salsa jika Cezy mencintaiku. Tapi itu semua ngak mungkin,'' ucap Devan.


Cezy yang sampai di ruangannya menangis hingga sesenggukan. Ia tak menyangka jika seorang pria yang di idam-idamkan selama ini akan menikah dalam waktu 2 minggu.


''Cez, seharusnya kamu tidak mencintainya,'' ucap Cezy memegang dadanya yang terasa sakit.


Cezy tak bisa membendung air mata yang jatuh di pipinya. Ia berharap ini semua adalah mimpi.

__ADS_1


''Lupakan dia Cez. Lupakan!'' ucap Cezy lagi.


Setelah hampir 1 jam menangis, Cezy memberanikan diri untuk pergi ke ruangan Salsa.


Tok tok tok.


''Masuk,'' ucap Salsa dari dalam ruangan.


''Permisi Kak, saya mau izin pulang duluan. Sepertinya saya kurang enak badan Kak,'' ucap Cezy meminta izin kepada Salsa.


''Cezy kenapa? Sepertinya dia habis menangis? apa Devan sudah mengatakan hubungan kami?'' batin Salsa menatap Cezy.


''Gimana Kak? Apa aku boleh pulang dulu?'' tanya Cezy lagi.


''Kamu kenapa Cez? Ada masalah? Coba cerita sama Kakak,'' ucap Salsa.


''Em Cezy ngak papa kok Kak. Cezy kurang enak badan aja,'' ucap Cezy beralasan.


Namun Salsa tak percaya dengan alasan yang Cezy buat.


''Saya bukan anak kecil lagi Cez. Jika kamu punya masalah kamu bisa berbicara dengan Kakak,'' ucap Salsa.


''Maafkan Cezy Kak, Cezy ngak bisa cerita semuanya kepada Kakak,'' ucap Cezy.


''Kalau kamu tidak bisa bercerita kepada saya. Saya yang akan bertanya kepada kamu,'' ucap Salsa. ''Apa kamu menyukai Devan?'' tanya Salsa.


''Tatap mata saya Cez, jika sedang berbicara dengan saya,'' ucap Salsa tegas.


''Ma maaf Kak,'' ucap Cezy tertunduk.


''Saya sudah tau semuanya Cez. Tapi maaf, Devan tidak bisa membalas cintanya kepadamu, karna Devan memilihku. Kamu masih muda, cantik, pintar. Kamu bisa mendapatkan lelaki yang seumuran denganmu Cez. Yang cintanya hanya untukmu, bukan seorang duda seperti Devan,'' ucap Salsa memeluk Cezy dengan erat.


''Maafkan Cezy karna telah mencintai calon suami Kakak,'' ucap Cezy dengan air mata yang tak bisa di bendung.


''Tak apa-apa. Itu hak setiap orang Cez. Sekarang hapus air matamu. Saya tak mau melihatmu kecewa seperti ini, saya tau itu semua sangatlah sakit. Tapi mau bagaimana lagi, jodoh mana ada yang tau Cez,'' ucap Salsa menatap Cezy dalam-dalam.


''Aku akan berusaha untuk melupakan Pak Devan Kak. Cezy janji,'' ucap Cezy dan di balas anggukan oleh Salsa.


Salsa mengizinkan Cezy untuk pulang terlebih dulu, ia tak mau melihat Cezy bersedih seperti itu.


''Ini semua salahku, jika aku tak menerima cinta Devan, mungkin Cezy tak sesakit ini,'' batin Salsa yang merasa dirinya terlalu egosi.


''Maafkan Kakak Cez. Kakak juga mencintainya,'' batin Salsa lagi.


Dengan mata yang sedikit sembab Cezy meninggalkan perusahaan tersebut. Selama ini, Cezy mengira kedekatan Devan dan Salsa hanya sebagai atasan dan bawahan. Namun apa yang di fikirkan selama ini salah besar.

__ADS_1


Di dalam mobilnya ia terus mengerutuki kebodohannya yang sudah mencintai calon suami atasannya sendiri.


''Huh laper banget lagi. Ternyata patah hati juga butuh tenaga,'' ucap Cezy berbelok menuju restoran terdekat. Setelah sampai ia segera keluar dari mobilnya. Ia mencari kursi yang kosong di restoran tersebut.


Cezy pun memesan makanan favoritenya. Setelah beberapa saat, makanan yang ia pesan sudah tertata rapi di depannya. Cezy memakannya dengan lahap.


''Laper banget ya?'' tanya seseorang yang tiba-tiba duduk di depannya.


''Kamu?'' mata Cezy membola.


''Hai, kita ketemu lagi. Bagaimana kabarmu?'' tanya pria itu tersenyum ke arah Cezy.


''Ak aku baik-baik saja. Kenapa kamu ada di sini?'' tanya Cezy.


''Pertanyaan konyol apa yang sedang kau tanyakan ini. Di sini tempat umum, jadi saya bisa saja berada di sini karna saya habis bertemu dengan klien,'' ucap Reno diselingi tawa.


''Oh iya kita belum kenalan, siapa nama mu?'' tanya Reno.


''Cezy,'' ucap Cezy yang tanpa menatap ke arah Reno. Ia masih fokus ke makanannya.


''Nama yang bagus, cantik seperti orangnya,'' gumam Reno pelan.


''Terima kasih,'' ucap Cezy. Walaupun Reno berkata pelan namun Cezy masih mendengarnya.


''Kamu di sini sendiri? Memangnya kamu ngak kerja?'' tanya Reno yang mengusir kecanggungan.


''Aku tidak enak badan, makanya aku pulang terlebih dulu,'' ucap Cezy.


''Tidak enak badan apa lagi patah hati nih,'' ucap Reno meledek.


''Kenapa semua orang bisa tau sih kalau aku sedang patah hati. Ish menyebalkan,'' batin Cezy.


''Sok tau kamu,'' ucap Cezy kesal.


''Jadi bener kan, kamu sedang patah hati?'' tanya Reno yang masih kepo.


''Udah lah ngak usah kepo kamu, pergi sana, mengganggu moodku saja,'' ucap Cezy mengusir Reno.


''Ya udah aku pergi dulu, jangan larut dalam kesedihan. Kalau ada apa-apa hubungi aku,'' ucap Reno mengedipkan sebelah matanya.


''Dasar buaya darat,'' ucap Cezy.


*


*

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian untuk Cezy ya.😊


__ADS_2