I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Chapter 69


__ADS_3

Ronald yang berada di kamar mandi hanya menghembusakan nafasnya kasar, hatinya gelisah. Entah apa yang ada di fikirannya. Namun saat ini suar seorang itu masih terngiang-ngiang jelas di ingatannya.


''Kenapa kamu kembali. Di saat aku sudah menemukan pendamping hidupku. 6 tahun lebih aku menunggumu, tapi mengapa baru sekarang kamu datang dan mencariku,'' batin Ronald di dalam kamar mandi.


Ia yakin suara itu suara Berta kekasih pertamanya dulu. Ia tak bisa begitu saja melupakannya. Walaupun setelah Berta, banyak wanita yang menjadi kekasih Ronald, namun hati Ronald hanya untuk Berta saja. Hingga saat ia lulus dan di jodohkan dengan Chaca, ia begitu bahagia karna menurut Ronald Chaca adalah tipenya, ya walaupun umur mereka terpaut jauh. Bahkan setelah mengenal Chaca, Ronald begitu saja melupakan sosok Berta, hingga sampai saat ini Berta kembali lagi menghubunginya.


''Akhhhhhhh,,, lupakan Ro lupakan. Kamu sudah punya istri. Dan dia hanya masa lalumu. Jangan baper, oke,'' batin Ronald.


Ronald lagi-lagi meninju tembok kamar mandi. Ucapannya tak sesuai dengan fikirannya yang masih memikirkan Berta.


Chaca yang sudah kembali dari dapur tak melihat suaminya berada di kamar.


''Ronald kemana?'' batin Chaca.


Suara gemericik air masih terdengar di dalam kamar mandi.


''Dia masih di kamar mandi? ngapain aja, lama banget,'' batin Chaca. Namun ia lebih memilih diam saja. Chaca menyiapkan baju ganti untuk di pakai Ronald ke kantor. Setelah beberapa saat Ronald keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuk di pinggangnya. Dan rambutnya terlihat basah.


''Lama banget Mas?'' tanya Chaca. Namun Ronald diam saja. Ia segera memakai baju yang sudah di siapkan oleh Chaca. Setelah selesai bersiap-siap Chaca dan Ronald turun dari kamarnya menuju ruang makan. Hari ini Chaca tidak ikut ke kantor karna ingin bersantai di rumah.


Chaca mengambilkan nasi goreng untuk Ronald. Pagi ini Ronald terlihat berbeda, tidak ada senyum di wajahnya seperti biasa ia lakukan kepada istrinya. Wajahnya terlihat datar, Ronald juga banyak diam. Chaca merasakan itu semua, namun ia tidak ingin berfikir yang tidak-tidak kepada suaminya.


Setelah mengantar suaminya sampai depan, Chaca kembali masuk ke dalam rumahnya. Ia segera naik ke lantai atas untuk membersihkan diri.


''Ronald kenapa ya? beda banget sih,'' ucap Chaca yang saat ini berada di depan meja riasnya. Ia merasa Ronals berbeda setelah menerima telepon tadi pagi.


*


Sesampainya di perusahaan, Ronald tak fokus dengan pekerjaannya. Ia merasa bersalah kepada Chaca karna sudah mengabaikannya tadi pagi.


''Apa aku ajak Chaca makan siang aja ya, pasti dia merasa kalau aku berubah,'' ucap Ronald mengambil handphone nya lalu menelpon si istri.

__ADS_1


''Iya Mas ada apa?'' tanya Chaca.


''Nanti makan siang bareng ya, di tempat favorite kita,'' ucap Ronald. Chaca segera menyetujuinya.


Jam pun hampir menunjukkan waktu makan siang, Chaca segera bersiap-siap pergi ke restoran favorite mereka. Setelah selesai bersiap-siap ia segera memesan taksi. Tak menunggu lama taksi yang Chaca pesan sudah berada di depan rumahnya. Ia segera berangkat ke Restoran favorite Chaca dan Ronald.


Sesampainya di Restoran, Chaca belum menemukan Ronald. Mungkin Ronald masih di jalan fikirnya. Ia menunggu Ronald yang hanya beberapa menit.


''Hai sayang sudah lama menunggu?'' tanya Ronald yang baru saja tiba dan langsung menciun kening istrinya.


''Belum kok Mas, aku juga belum lama nyampeknya,'' ucap Chaca. Ronald segera mendaratkan bokong nya pada kursi di depan Chaca.


''Kamu mau pesan apa?'' tanya Ronald lembut, seperti biasanya.


''Makanan favorite kita Mas,'' ucap Chaca dan di angguki oleh Ronald. Ronald segera memanggil waiters untuk mencatat pesanan mereka.


''Setelah menunggu beberapa menit makanan yang mereka pesan sudah berada di depan mereka. Chaca dan Ronald segera menikmati makanan favorite mereka.


''Ternyata dia istrimu Ro. Hah, terlihat mudah sekali untuk menyingkirkannya,'' batin seseorang tersenyum licik yang memperhatikan mereka tak jauh dari meja mereka.


Chaca dan Ronald mengakhiri makan siang mereka. Ronald akan mengantar Chaca pulang dulu ke rumah sebelum ia ke kantor.


''Aku antar ya sayang, dari pada naik taksi,'' ucap Ronald, Chaca hanya menganggukkan kepalanya saja. Setelah membayar Ronald dan Chaca bergandengan tangan keluar dari restoran tersebut. Namun saat langkah mereka masih baru beberapa langkah Chaca di tabrak oleh seseorang, untung Ronald dengan sigap langsung menangkap tubuh Chaca, alhasil Chaca tak sampai jatuh ke lantai.


''Kamu ngak papa sayang?'' tanya Ronald.


''Aku ngak papa Mas,'' ucap Chaca menatap wanita yang menabraknya. Ia heran kepada wanita itu hanya diam saja tanpa ingin meminta maaf padanya.


''Lain kali kalau jalan lihat-lihat dong mbak,'' ucap Ronald ketus tanpa melihat ke arah wanita itu.


''Maaf,'' 1 kata yang keluar dari mulut wanita itu. Ronald seperti membeku saat mendengar ucapan wanita itu. Ronald segera menoleh, dan benar saja dia sangat mengenali wanita yang saat ini di depannya.

__ADS_1


''Ronald,'' sapa wanita itu yang seolah kaget bertemu Ronald di sana.


Ronald menatap wanita yang di depannya itu lekad-lekad. Seperti ada kerinduan yang terpancar dari mata Ronald.


''Ronald, kamu bener Ronald kan?'' tanya wanita itu.


''I iya,'' ucap Ronald gugup.


''Akhirnya kita bertemu lagi Ro. Aku sangat rindu sama kamu,'' ucap wanita itu lalu memeluk Ronald. Ada senyum yang sulit di artikan yang terbit dari bibir wanita itu.


Ronald segera melepaskan pelukan Berta. Ya wanita itu adalah Berta, mantan kekasih Ronald saat Sekolah Menengah Atas.


''Ronald aku sangat merindukanmu,'' rengek wanita itu. Chaca hanya melihat tanpa ingin ikut campur. Walaupun saat ini hatinya terasa sakit.


''Maaf Ber, aku harus pergi,'' ucap Ronald.


''Ro, baru saja kita bertemu, apa kamu tidak rindu denganku? kamu udah janji kan sama aku kalau aku kembali kita akan menikah,'' ucap Berta memegang tangan Ronald.


''Apa menikah? apa dia wanita yang beberapa hari lalu telpon Ronald?'' batin Chaca.


''Maaf Ber, tapi aku sudah menikah. Dia istriku,'' ucap Ronald menoleh ke arah Chaca. Chaca hanya memperlihatkan muka datarnya. Tanpa tersenyum ataupun sedih.


''Tapi kamu udah janji Ro sama aku kalau kamu mau nikahin aku. Kamu bilang mau nungguin aku sampai aku kembali,'' ucap Berta yang sudah emosi.


''Maaf Ber. Tapi aku sudah di jodohkan. Dan aku sangat mencintai istriku,'' ucap Ronald.


''Bohong!!! itu semua bohong. Walaupun aku di LN aku tau apa yang kamu lakukan selama ini di sini. Kamu berpacaran dengan banyak wanita tapi itu hanya kamu anggap mainanmu saja. Kamu selalu menantikan ke pulanganku di sini kan Ro,'' ucap wanita itu dengan mata berkaca-kaca.


''Itu dulu Ber. Sekarang beda,'' ucap Ronald.


*

__ADS_1


*


__ADS_2