
''Mom, Wiyiam seneng banget bisa di suapi sama Mom Cezy. Seyama ini Wiyiam kayau makan di suapi sama Bibi terus. Daddy juga sibuk kerja. Wiyiam kesepian Mom,'' ucap William membuat hati Cezy teriris.
''William makan yang banyak ya, biar cepet besar,'' ucap Cezy membendung air matanya yang sudah ingin jatuh.
''Wiyiam ngak mau besar Mom, Wiyiam mau keciy aja, biar bisa di suapin terus sama Mommy,'' ucap William sambil mengunyah makanannya. Cezy yang mendengar William berkata seperti itu tak bisa lagi membendung air matanya.
''Kasian sekali kamu sayang. Kemana sebenarnya Mommynya William, kenapa Pak Reno ngak ngasih tau,'' batin Cezy memandang Reno dengan mata yang memerah.
''Kamu kenapa?'' tanya Reno mendekat dan duduk di sebelah Cezy.
''Bapak ngapain duduk di sini. Bikin gerah!'' ucap Cezy.
''Mau saya bantu?'' tanya Reno menatap Cezy dengan tatapan nakal.
''Ngak usah mesum ya Pak. Di depan Bapak ada anak kecil,'' ucap Cezy pelan. Reno hanya terkikik geli melihat Cezy yang seperti itu.
''Mom, Wiyiam boyeh nambah ngak?'' tanya William karna di nasi di piringnya sudah habis.
''Apa William belum kenyang?'' tanya Cezy.
''Beyum Mom. Enak di suapin Mommy,'' ucap William.
''Oke, Mommy ambilkan lagi ya,'' ucap Cezy mengambilkan nasi serta lauk ke dalam piring William. Cezy dengan telaten menyuapi William. Dua piring pun tandas, tanpa ada drama seperti yang sudah-sudah.
''Sekarang waktunya William bobok siang,'' ucap Reno.
''Dad, Wiyiam bobok sama Mommy ya. Biar sama kayak temen-temen Wiyiam yang di bacakan dongeng sebeyum tidur sama Mommy nya,'' ucap William dengan muka memelas.
''Oke, Mommy akan temani kamu tidur sayang. Em memangnya di mana kamar kamu?'' tanya Cezy.
''Aku biasanya tidur sama Daddy Mom. Kamarnya ada di atas. Ayo Mom,'' ucap William menarik tangan Cezy untuk di ajak ke lantai atas. Cezy pun tak masalah, karna saat ini Reno sedang berada di lantai bawah. Sesampainya di dalam kamar Reno, Cezy segera di ajak William naik ke tempat tidur yang ber ukuran king size tersebut.
__ADS_1
''Kamarnya gede banget. Ini mah 2 kali lebih besar dari pada kamar ku yang ada di LN,'' batin Cezy yang memperhatikan interior kamar tersebut.
''Mom, bacakan dongeng ya,'' ucap William menyerahkan buku dongeng kepada Cezy. Cezy pun langsung membuka buku tersebut dan membacanya. Beberapa saat kemudian William terlelap ke alam mimpi.
''William kalau tidur tampan banget sih. Kaya Daddynya,'' ucap Cezy langsung menutup mulutnya.
''Aku ngomong apa sih. Masa iya tua bangka itu tampan. Yang benar saja kamu Cez,'' ucap Cezy merutuki kebodohannya.
Cezy turun dari ranjang dan berjalan mengelilingi kamar tersebut. Tanpa sengaja ia melihat foto yang berada di atas meja, foto yang berukuran tidak terlalu besar di dalam sebuah figura.
''Apa ini istrinya Pak Reno. Cantik sekali,'' ucap Cezy memandang foto tersebut. Namun tiba-tiba William terbangun dari tidurnya dan menangis.
''Mommy, Mommy kenapa tinggayin Wiyiam Mom,'' ucap William terus menangis.
''William sayang, Mommy di sini Nak. Bobok lagi ya, jangan nangis,'' ucap Cezy langsung memeluk tubuh bocah kecil tersebut.
William pun langsung berhenti menangis dan tertidur di pelukan Cezy. Cezy juga ikut terlelap memeluk tubuh William.
Pintu kamar tersebut di buka dari luar. Reno masuk dengan pelan ke dalam kamar. Betapa indahnya melihat pemandangan di depannya saat ini. Anak semata wayangnya memeluk tubuh indah seseorang yang telah mencuri hatinya. Begitupun sebaliknya.
''Ahh, lihat mereka nyenyak begitu, aku juga merasa mau ikutan tidur,'' ucap Reno berjalan ke sisi ranjang dan merebahkan tubuhnya di sisi Cezy. Entah apa yang di pikiran Reno saat ini, yang pasti ia tak akan melepaskan Cezy begitu saja. Reno memeluk Cezy dari belakang, wangi parfum Cezy membuat Reno langsung terlelap ke alam mimpi.
Entah berapa jam mereka tidur. Yang pasti tidur mereka nyenyak sekali.
Jam pun menunjukkan ke angka 3, Cezy merasa jika ada beban berat yang menimpa tubuhnya.
''Tubuhku sakit sekali. Tapi guling ini kenapa nyaman sekali di peluk. Baunya juga sangat wangi. Baunya seperti parfum Pak Reno,'' ucap Cezy dalam hati. Ia masih betah memejamkan kedua matanya.
Reno bergerak sedikit, membuat tidur Cezy terusik. Cezy membuka matanya secara perlahan. Ia melihat di hadapannya saat ini ada seorang laki-laki sedang memeluknya. Matanya masih kabur untuk melihat jelas. Cezy segera mengucek-ucek kedua matanya.
''Ehem,'' suara deheman laki-laki membuat mata Cezy hampir keluar dari tempatnya.
__ADS_1
''Aaaaaaaaaaakkkkkkhhh----''
Teriakan Cezy berhenti ketika bibirnya di bungkam oleh bibir milik Reno. Cezy yang sudah sadar sepenuhnya langsung memukul dada bidang Reno. Cezy juga memeriksa semua pakaiannya. Ternyata semua masih berada pada tempatnya.
''Jangan berisik, nanti William bangun,'' ucap Reno menatap Cezy.
''Bapak sudah gila ya!! Kenapa Bapak bisa tidur di sebelah saya. Saya bisa laporkan Bapak ke polisi ya,'' ucap Cezy emosi.
''Cez, aku minta maaf,'' ucap Reno meraih tangan Cezy, namun Cezy segera menepisnya.
''Maaf Bapak bilang. Saya tak butuh kata maaf dari Bapak. Ternyata yang di ucapkan Kakak saya selama ini salah besar. Ternyata Bapak bukan orang baik, melainkan orang termesum yang pernah saya temui,'' ucap Cezy menyibakkan selimut lalu turun dari atas ranjang.
''Cez tunggu Cez. Aku minta maaf. Aku ngak lakuin apapun ke kamu Cez. Aku hanya tidur memelukmu saja, aku berani bersumpah Cez,'' ucap Reno memegang tangan Cezy.
''Asal Bapak tau ya. Walaupun saya seperti ini, namun saya masih punya harga diri Pak. Saya ngak mau di bilang pelakor oleh orang-orang di luaran sana termasuk istri Bapak,'' ucap Cezy melepaskan cekalan tangan Reno. Cezy melangkahkan kakinya menuju pintu.
''Istri saya sudah meninggal. Dia meninggalkan kami sewaktu melahirkan William. Maka dari itu William tak pernah tau seperti apa sosok Mommy nya selama ini. Hanya kamu wanita yang aku bawa ke rumah ini selama ini Cez. Aku mencintaimu Cez, dari pertama kita bertemu,'' ucap Reno menatap punggung Cezy. Cezy pun menghentikan langkahnya namun ia enggan untuk berbalik.
''Lupakan rasa cinta itu Pak. Maaf saya tidak suka dengan seorang duda,'' ucap Cezy yang sudah terlalu kecewa kepada Reno. Cezy berfikir, ia hanya di bodohi oleh Reno hari ini. Cezy pun memutar knop pintu dan menuruni anak tangga. Ia segera berlari keluar rumah. Reno juga mengejar Cezy, namun Reno kalah cepat. Cezy sudah mendapatkan taksi dan pergi dari sana.
''Akkhhhhh siallllll,'' ucap Reno menjambak rambutnya karna kesal.
*
*
Ini hari senin gaes. Vote nya jangan lupa yaa.
Like, coment, vote dan beri hadiah.
Jangan lupa juga follow ig aku yaa😊😊😊😊
__ADS_1