I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Chapter 40


__ADS_3

''Ishhh suamiku mulai mesum deh,'' ucap Chaca dengan wajah di tekuk.


*


*.


1 minggu sudah Chaca dan Ronald berada di Lombok, dan rencananya hari ini mereka akan pulang ke Jakarta. Rasanya berat meninggalkan Lombok, tapi mau bagaimana lagi, pekerjaan yang menumpuk menjadi alasan mereka berdua untuk kembali ke Jakarta.


''Udah beres-beresnya?'' tanya Ronald memeluk Chaca dari belakang. Ia juga menciumi leher Chaca.


''Mas jangan gini, sebentar lagi kita pulang lo,'' ucap Chaca tapi tak di hiraukan oleh Ronald.


''Kenapa tubuh ini bikin candu sih yank,'' ucap Ronald yang masih mendusel dusel istrinya.


*


Kini Chaca dan Ronald sudah sampai di Bandar Udara Soekarno Hatta. Mereka segera memesan taxi untuk pulang ke rumah mereka. Setelah taxi yang mereka pesan sudah datang, Chaca dan Ronald segera masuk, dan taxi pun membelah jalanan Ibu Kota. Chaca yang begitu kelelahan tertidur di dalam taxi dengan kepala bersandar di bahu suaminya.


Ronald dengan sabar mengelus elus pucuk kepala sang istri.


''Kamu pasti sangat kelelahan,'' gumam Ronald pelan.


Setelah beberapa saat mereka sampai di kediaman keluarga Bora. Chaca meminta untuk pulang dulu ke rumah mamanya.


''Sayangggg kalian sudah pulangg?'' Mama Luna menyambut kedatangan Chaca dan Ronald.


''Iya Ma,'' ucap Ronald. Sementara Chaca masih diam, mungkin mengumpulkan nyawa karna ia habis bangun dari tidurnya.


''Kamu kenapa Nak?'' tanya Mama Luna yang melihat anaknya diam saja.


''Chaca lelah Ma, Chaca ke kamar dulu ya. Ngantuk banget soalnya,'' Chaca berlalu menuju kamar sambil terus menguap.


''Apa kamu membuat anak Mama tidak tidur selama 1 Minggu ini?'' tanya Mama Luna penuh selidik.


Gleggg.


''Eng enggak Ma, mungkin Chaca kelelahan karna kita habis perjalanan jauh,'' ucap Ronald yang sedikit gugup melihat sorot tajam Mama Luna.


''Apakah sudah ada hasilnya?'' tanya Mama Luna sambil tangan bersedekap dada.


''Hasil?'' beo Ronald. Ia tidak paham dengan apa yang di bicarakan mertuanya.

__ADS_1


''Ishhh, apa Chaca sudah ada tanda-tanda hamil?'' tanya Mama Luna menaik turunkan alisnya.


''Entahlah Ma, kita membuat baru seminggu. Mana tau udah jadi kecebong apa belum,'' ucap Ronald yang bar-bar dengan mertuanya. Ronald pamit ingin ke kamar. Ia segera menaiki anak tangga dan memutar knop pintu kamar Chaca.


''Sayang mandi dulu, setelah itu boleh tidur,'' ucap Ronald. Namun Chaca tak bergeming. Ia masih memakai pakaian yang sama saat pulang tadi, bahkan sepatu yang Chaca kenakan masih tetap di kakinya.


Ronald hanya geleng-geleng kepala saat melihat istrinya seperti itu.


''Kenapa sih kamu sekarang jadi jorok gini,'' ucap Ronald melepas sepatu yang masih bertengger di kaki istrinya. Setelah itu Ronald menyelimuti istrinya dan ia segera bergegas ke kamar mandi.


Guyuran air shower membasahi tubuh Ronald. Ia membayangkan selama seminggu ini telah menikmati tubuh molek sang istri. Kadang Ronald senyum-senyum sendiri.


Tiba-tiba.


Greb


Ada yang memeluk ia dari belakang, sontak Ronald kaget dan menoleh ke arah seseorang yang memeluknya.


''Mas, mandi bareng yuk,'' ucap Chaca dengan suara yang begitu se*y terdengar di telinga Ronald. Ronald tak menyia yiakan kesempatan. Ia segera m*lucuti semua pakaian milik sang istri. Ini kesempatan emas bagi Ronald, Chaca dengan sendirinya menyerahkan diri kepadanya.


Setelah adegan mandi yang hampir berselang 2 jam, saat ini Chaca sedang berada di depan cermin sambil mengeringkan rambutnya. Wajahnya ia tekuk mengingat kejadian tadi. Niatnya hanya mandi tapi Ronald malah bermain-main dengan tubuhnya.


''Bibirnya ngak usah di monyong-monyongin gitu yank, nanti mas gigit lo,'' ucap Ronald yang saat ini duduk di pinggir ranjang dengan menatap istrinya.


Cup


1 kecupan yang Ronald layangkan di bibir Chaca membuat Chaca melotot tajam ke arah Ronald.


''Massss!!!''


''Apa sayangggg, mau lagi?'' tanya Ronald tanpa dosa.


''Aku marah nih,'' ucap Chaca mengancam Ronald.


Cup


1 kecupan lagi di layangkan Ronald ke bibir Chaca. Ronald langsung lari keluar dari kamar mereka.


''Ronalddddddddd!!!'' teriak Chaca namun Ronald sudah tidak ada di kamar tersebut.


*

__ADS_1


*


Pagi harinya di kediaman Bora. Nampak pengantin baru itu baru bangun dari tidurnya.


''Jam berapa ini?'' ucap Chaca meraba benda pipihnya yang berada di atas nakas. Matanya langsung terbuka lebar saat mengetahui sekarang sudah menunjukkan pukul 7 lewat 15 menit.


Chaca segera berlari menuju kamar mandi. Ia segera mandi dan bergegas mengganti bajunya, karna hari ini ada meeting penting dari perusahaan yang bekerja sama dengannya.


''Mas bangun mas, udah jam 7 lewat,'' ucap Chaca menggoyang-goyangkan badan Ronald tapi Ronald tak bergerak. ''Massss bangunnnnn,'' ucap Chaca berteriak di dekat kuping Ronald.


''Apa sih yank, masih ngantuk nih,'' ucap Ronald yang enggan membuka matanya.


''Lihat, lihat jam berapa ini?'' Chaca memperlihatkan jam yang ada di layar handphone nya di depan wajah Ronald. Ronald seketika langsung melototkan matanya


''Kenapa kamu baru bangunin mas sih yank,'' ucap Ronald sambil menyibakkan selimut lalu berlari ke kamar mandi. Selang beberapa menit Ronald sudah selesai dengan ritual mandinya, Ia memakai baju kerjanya yang di siapkan Chaca.


''Mas rambutnya di keringin dulu,'' ucap Chaca namun Ronald masih fokus pada kancing-kancing kemejanya. Chaca segera mengambil handuk yang di lempar Ronald tadi di atas ranjang lalu dengan telaten ia mengeringkan rambut Ronald.


''Terima kasih sayang,'' ucap Ronald dengan mencium kening Chaca.


Setelah selesai bersiap-siap Chaca dan Ronald turun ke bawah. Mereka akan sarapan terlebih dulu, karna meeting di adakan jam 9.


''Mama mana Bi?'' tanya Chaca kepada asisten rumah tangganya.


''Nyonya baru saja pergi Non, katanya mau ketemu dengan teman-temannya,'' ucap Bi sumi.


''Oh,''


Setelah sarapan mereka berdua berangkat menggunakan mobil Ronald.


Tap tap tap.


Suara sepatu Chaca dan Ronald terdengar bersentuhan dengan lantai. Ronald menggandeng tangan Chaca dan tak luput senyum di wajahnya. Para karyawan yang melihat mereka ada yang iri, senang bahkan ada yang memfoto kemesraan atasan mereka.


''Aduh, Bu Chaca hoki banget ya dapat berondong kayak pak Ronald. Udah ganteng, ternyata tajir juga.''


''Iya tuh. Tapi kalau di lihat seperti ini mereka seperti seumuran ya.''


''Heem bener banget, kalau ada orang yang ngak tau pasti mereka di kira seumuran.''


''Halah pasti pernikahan mereka hanya pernikahan kontrak seperti di novel-novel itu. Hanya karna sebuah perjanjian, atau biar perusahaan mereka bisa lebih maju lagi, aku yakin itu,'' ucap salah satu karyawan yang tidak senang.

__ADS_1


''Hussst kamu ini ngomongnya suka ngawur, kalau sampai bu Chaca dengar, bisa di pecat kamu.''


__ADS_2