
Amel membiarkan anak anak yang meminta dongeng dari Alshad sebelum tidur, itung itung biar mereka bertiga menjadi lebih dekat tidak sering bertengkar karena berebut kasih sayangnya. Dan Amel setelah mengecup dahi si kembar dia menunggu Alshad dikamar lalu tertidur.
Tak lama setelah dia masuk kamar, pintu kamarnya diketuk Alshad membuatnya bangun dan tersenyum.
tok... tok.. tok.. Ceklek..
"Sayang!" Panggil Alshad dibalas senyuman oleh Amel.
Alshad menutup pintu lalu menguncinya, ia ingin malam ini menghabiskan waktu bersama dengan Amel saja tanpa ada penggaggu kecil.
"Udah selesai dongeng nya?" Tanya Amel, namun Alshad tak membalasnya malah menerkam Amel.
______♪___♪___♪___♪___♪_______
Pagi hari ini Amel ikut mengantarkan kedua anak nya sekolah karena setelah ini dia akan ikut Alshad kekantornya untuk menemaninya bekerja.
Amel masuk kekamar Leo terlebih dahulu, dia melihat anak putra nya itu sudah bangun dan menata buku, Amel tersenyum lalu memakaikan dasi ke leher anaknya.
"Anak Mama pinter banget udah bangun aja!" Ucap Amel tersenyum mengusap dahi sang anak.
__ADS_1
"Mama Leo ganteng kan?" Tanya Leo membuat Amel terkekeh.
"Ya ganteng lah, ganteng banget malahan!" Ucap Amel tersenyum mencium dahi sang anak.
"Yeay, lebih gantengan mana Leo atau Papa?" Tanya Leo lagi membuat Amel menggelengkan kepala.
"Ganteng Leo lah sayang ku!" Ucap Amel diikuti tawa Leo.
Leo berjalan ingin mengambil sepatu nya namun kaki nya tersandung kaki ramjang membuatnya jatuh tersungkur dan berteriak histeris.
Bugh.
"Aaaaa... Mama!!" Teriak Leo membuat Amel langsung menggendong Leo dan mengusap ngusap dahinya.
Leo nampak bengong sebentar lalu menengok kearah Mamanya yang mukanya dipenuhi rasa khawatir.
"Mama.." Panggil lirih Leo membuat Amel semakin khawatir.
"Iya sayang ada yang sakit?" Ucap Amel berkaca kaca.
__ADS_1
"Kegantengan Leo nggak berkurang kan Ma?" Ucap Leo membuat mulut Amel membuka sempurna.
Leo berdiri dari pangkuan Mamanya lalu berlari kearah kaca dikamarnya. Dia melihat setiap sudut wajahnya lalu tersenyum.
"Hehehe masih tetep ganteng, tanpa berkurang sedikit kegantengannya uhuy!" Ucap Leo sambil bersyukur.
Alshad dan Liah yang berada diambang pintu terkekeh melihat aksi anak laki lakinya, berserta istrinya yang masih duduk melongo melihat Leo. Kedua anak kembarnya juga tak beda jauh, Liah bahkan tadi lebih parah dari Leo.
"Mulutnya jangan gitu dong, ntar dimasukin lalat!" Ucap Alshad membuat Amel sadar dan menutupnya.
Amel bangun dari duduknya berjalan mendekati Alshad lalu berbisik ditelinga Alshad.
"Kak, ini sebenarnya anak kita nggak sih? Apa jangan jangan ketuker sama bayi sebelah?" Bisik Amel membuat Alshad terkekeh.
"Aku dulu juga berfikir gitu, tapi mereka bener bener mirip kita, cuma sifatnya aja agak absurd!" Ucap Alshad membuat Amel terkekeh kecil.
"Mama, Papa ayo berangkat!" Ucap Liah menggoyangkan tangan Papanya.
"Sudah siap hemm?" Tanya Alshad diangguki Liah dan Leo.
__ADS_1
Amel menggendong Liah masuk mobil dan Leo yang digendong oleh Alshad, walaupun mereka sudah besar namun, Amel tidak mau mengurangi sedikit pun kasih sayangnya terhadap anak anaknya. Dan walaupun sifat anak anak Amel dan Alshad manja, tidak ada yang tau kan sifat aslinya?.
Alshad mengemudikannya dengan kecepatan sedang kesekolah Liah dan Leo, setelah sampai gerbang Liah dan Leo turun dan tersenyum.