
Sedangkan Amel ia masih kesal dengan Alshad ia mengaduk aduk makanannya dengan kasar, dan mengumpat sumpah serapah sambil memonyongkan bibirnya. Dia berdoa agar tidak dipertemukan dengan jenis manusia bernama Alshad.
Suara histeris anak kelas 10 maupun 11 dan 12 membuat Amel tambah kesal ia tak tau kalau mereka meneriaki si empat most wanted. Yang ada dipikiran Amel adalah, apa yang mereka kagumi dengan wajah wajah seperti itu? dia bahkan tidak tertarik sedikitpun dengan wajah wajah buaya seperti mereka.
"Nih apaan sih, bikin otak makin panas aja!" Umpat Amel kesal.
"Noh orang yang lo tabrak mau kesini!" Ucap Aqilla menujuk Alshad dkk dengan lirikan matanya.
"Dih somplak tu anak ngapain kesini!" Ucap Amel. Sedangkan Nayshilla dan Aurel memandang mereka tak berkedip.
"Hai! Boleh duduk disini?" Ucap Alshad dibangku depan Amel.
"Kursi kantin banyak!" Ucap Amel dan Aqilla ketus bersamaan.
Hahaa ngambek cih imutnya.. Batin Alshad.
"Tapi kita mau disini boleh?" Tanya teman Alshad.
"Nggak bo- Awhh.." Ucapan Amel disela Aurel.
"Boleh kok kak, kita malah seneng kok kakak gabung!" Ucap Aurel menginjak kaki Amel.
"Oy Bangsul, ngapain lo injek kaki gue, sakit O'on!" Ucap Amel kesal.
"Tuh mulut lemes amat!" Ucap Aurel heran.
"Bodo amat." Balas Amel bodoamat.
"Boleh kenalan?" Tanya teman Alshad.
"Nggak!" Balas Aqilla dan Amel.
"Hustt!! Boleh kok kak hehe jangan dengerin nih 2 anak tuyul. Suka gitu hahah!" Ucap Aurel cengengesan.
"Dih kutil badak ngatain anak tuyul. Lo nya jadi neng kunti mau?" Ucap Amel asal.
"Dih kemaren gue liat ada neng kunti jualan gado gado. Syirik aja lo!" Ucap Aurel.
"Kok malah bahas mbak kunti sih!" Ucap Nayshilla kesal.
__ADS_1
"Tau tuh gara gara Aurel Sih!" Ucap Amel.
"Kok gue, lo lah!" Ucap Aurel.
"Lo!"
"Lo!"
"Lo!"
"Woy berantem mulu deh, kenalin gue Ellshad kembarannya Alshad!" Ucap Ellshad menaik turunkan alisnya membuat Amel menatapnya datar.
"Siapa?" Ucap Amel.
"Gue Ellshad!" Balas Ellshad tersenyum.
"Yang nanya." Balas Amel dingin membuat semua tak bisa menahan tawa atas kelakuan Amel. Hingga seisi kantin melihat kearahnya.
"Pffftt Hahahaha sukurin broo mangkanya jangan kepedean." Teriak Gerald tertawa.
"Hahaha akhirnya dari sekian cewek ada yang ngga suka sama lo. Hahaa!!" Ucap Alshad tertawa mengejek.
"Dih lo juga kan lo kembaran nya!" Ucap Amel sewot membuat yang lain menertawai Alshad.
"Wah parah lo.. ngerjain anak orang, itu kakel lo woy!" Ucap Nayshilla disela tawanya.
"Gue? bodoamat kalau gue." Ujar Amel singkat lalu makan.
Mereka pun lanjut makan dikantin dengan candaan mereka, dan Alshad menggoda Amel, hingga Amel malah kesal pada Alshad.
"Apaan sih lo, jangan SKSD sama gue deh." Ucap Amel dingin karena jus nya diminum Alshad.
"Minta dikit, pelit amat lo!" Ucap Alshad.
"Bodo!!" Ucap Amel lalu mereka diam saat ada pengumuman.
Pengumuman ditunjukan kepada siswa bernama Alshad Argadinata untuk menuju ruang BK sekarang,
"Ha nah toh kena BK kan lo, sukurin dah sana ngga usah ganggu gue." Ucap Amel lalu meminum jus bekas Alshad tanpa sadar.
__ADS_1
"Dih kurang ajar tu pengumuman, gue do'a in habis ini lo kena BK!" Ucap Alshad kesal.
"Ngga mungkin do'a lo dikabulkan!" Balas Amel datar. masih asik dengan jusnya.
Ralat pengumuman juga ditunjukan kepada Amel Violetha Fariiqueen untuk ke ruang BK sekarang juga.
"Uhuk uhuk.. Kok gue kan gue ngga pelanggaran?" Umpat Amel tersedak.
"Hahaha do'a gue terkabulkan. Ayo sayang kita bareng ke BK!" Ucap Alshad.
"Panggil sayang sekali lagi gue getok tu kepala pake centong sayur!" Ucap Amel dingin lalu berdiri.
"Mau kita antar Mel?, Mau kita antar Broo??" Ucap mereka bersamaan.
"Nggak!" Balas Alshad dan Amel singkat dan bersamaan.
"Lo ngapain ikutin gue?" Ucap Amel kesal.
"Lo yang ngikutin!" Ucap Alshad.
"Lo"
"Lo"
Mereka tak henti hentinya beretengkar dan tanpa sadar sudah sampai diruangan BK dengan mulut komat kamit merapal sumpah serapah.
"Hmm emang gabisa akur tuh kutil badak!" Ucap Gerald.
"Sa ae lo kutu kumpret, nanti juga benci jadi cinta ya nggak Al?" Ucap Ellshad melirik Aldo yang sedari diam melirik Aqilla.
"Paan lo!" Ucap Aldo ketus.
"Dih jangan dingin dingin dong, nanti lo suka sama si dingin depan lo!" Ucap Gerald, Aldo yang mendengar itu melempar sendok es milik Aqilla.
tukk..
"Sakit anjerr!!" Ucap Gerald.
"Woyy sendok gue!" Ucap Aqilla kesal.
__ADS_1
"Pinjem!" Balas Aldo singkat.
Mereka pun tak jauh berbeda dengan Amel dan Alshad mereka sama saling bertengkar namun pertengkaran mereka hanya bercanda. Itulah guna teman saling melengkapi satu sama lain.