
Setelah menempuh waktu 45 menit, sampailah dimarkas Black Swan kebanggaan negara, mengapa demikian? Karena Mafia ini bukan membunuh tanpa sebab, dia bahkan membantu para polisi mencari narapidana yang kabur sebagai imbalannya pihak berwajib tidak membubarkan Mafia nya. Kasih tepuk tangan yang meriah...
"Mel beneran ini gue ikut lo ngga masalah?" Tanya Alshad sekali lagi.
Kali ini Amel telah merubah sikapnya, dia sadar bahwa dendam tak kan menyelesaikan masalah tapi apa boleh buat.
"Ngga apa apa kok." Ucap Amel tersenyum manis.
Oh my god, barusan dia senyum ke gue.. cantik banget ya tuhan..
Amel hanya tersenyum simpul melihat Alshad diam seribu bahasa melihat senyumannya.
Amel pun turun dari mobil lalu menggandeng tangan Alshad, tak bisa dipungkiri Alshad kali ini sangat bahagia karena Amel berubah sedikit demi sedikit. Alshad juga merasa sedikit canggung saat para mafioso menyambut dirinya dan Amel.
"GALANG LO DIMANA!" Teriak Amel diruang utama nampak laki laki tampan berlari kearahnya.
"Lo itu hos.. hos.. ngga bisa sabar apa? gue belom tidur semaleman tau nggak, pagi pagi disuguhi suara kek toa." Ucap Galang kesal sambil mengatur nafasnya.
"Lagian siapa suruh lo ngga tidur?" Ucap Amel dengan wajah tanpa dosa.
"Kan lo yang ngasih waktu ogeb." Ucap Galang makin kesal.
"Ngga sayang nyawa lo!" Ancam Amel dingin membuat Galang merinding.
"Sorry Queen, dia sekarang ada diruangan Anda." Ucap Galang merutuki kebodohannya bisa bisanya ia menggoda Queen pada saat emosi meluap.
Galak bener sampe sampe anak buahnya langsung kicep. Batin Alshad lalu mengikuti Amel.
__ADS_1
________________________
Alshad POV.
Amel menendang pintu ruangannya dengan keras penuh amarah, gue mendapat isyarat bahwa dia meminta gue untuk duduk manis disinggasana nya. Gue pun mengikutinya.
"Hahaha ternyata lo, apa lo dendam sama gue?" Ucap Amel tersenyum Smirk nya namun ada dendam disana. Hingga wanita itu mendongak menatapnya ketakutan.
"App.. apa mau lo.. ke.. kenapa gue ad.. ada disini?" Ucap wanita tersebut terbata.
"Gue? Untuk apa? Ya buat ngehabisin lo lah." Ucap Amel memainkan pisau lipat ditangannya.
"Ap.. apa maksud lo gue ngga ada salah sama lo." Ucap wanita itu ditengah ajalnya.
Sumpa demi apa gue baru liat begini doang aja udah ngeri gimana yang ngerasain!
Tanpa menunggu jawaban, karena emosi Amel menyayat pipi Wanita tersebut. Dan mengiris iris semua yang ada di dekat nya seperti telinga bahkan jari jemarinya
"*Srii*iett srieet.. Ahkk stop, gue mohon, sakit.. bunuh aja gue, gue mohon!!" Ucap wanita tersebut histeris.
"Masih sempet ngomong disaat seperti ini, kau akan tau akibatnya!" Ucap Amel menyobek mulutnya
Allah, nih cewek apa bukan, sadis bener ya allah. Batin gue menutupi mata gue yang udah ngga tahan liat begituan.
"Okeh sesuai permintaan tuan putri." Ucap Amel kesal.
Amel menancap kan pedang yang pucuknya sedikit membengkok ke jantung wanita tersebut yang sempat menjerit lalu tiada, tapi sebelum itu ia memutar pedangnya yang ada di jantung wanita tersebut.
__ADS_1
"Setimpal nyawa dibalas nyawa." Ucap Amel lalu membanting pedang nya beralih ke pistol, walaupun sudah tiada Amel masih membuat tubuh wanita tersebut tak berbentuk.
Karena wanita tadi matinya matanya masih terbuka, Amel Menembak kan tepat pada bola matanya
Dor!!
"GALAANG LO URUS MAYAT NGGA GUNA INI!" Teriak Amel
Saat gue melihat kondisi wanita tersebut rasanya gue ikut ngeri dan badan gue gemeteran, cewek yang emang dari luarnya dingin bisa sekejam ini.
"Siap Queen. Lo main main ngga ngajak gue?" Ucap Galang kesal.
"Oke lo main sama gue mau?" Ucap Amel tajam.
"Ya kali, gue sayang nyawa, tuh pacar lo kasian kayaknya takut." Ucap Galang.
"Pacar pala lo dia temen gue." Ucap Amel lalu melepas topeng nya..
Amel berjalan mendekati gue.
"Maaf." Ucap Amel pada gue.
"Ngga apa apa gue paham."
"Pulang." Ucap nya lirih gue pun menggandeng tangan Amel ke mobil.
Gila hari ini hari yang tak terlupakan bagi gue, serem plus sadisss!
__ADS_1
POV end.