Iam Queen Mafia Girl

Iam Queen Mafia Girl
Season 3~PETUNJUK.


__ADS_3

Para ciwi-ciwi cabe cabean berteriak saat melihat senyum Leo, disampingnya ada Valley dengan cool nya, lalu Alan yang sedikit dingin namun ramah, si Elang yang sangat dingin dan datar juga anak anak basket lainnya. Mereka sedang bermain basket dilapangan membuat ketampanan mereka menambah beberapa kali lipat.


Sedangkan Liah, Viani, Celsea dan Neona memilih duduk santai disamping lapangan sambil makan kentang seperti biasanya. Mereka memang pencinta kentang, pantas saja otak nya sama! Sama sama kentang!


"Okeh, bapak harap kalian bisa sportif untuk melawan sekolah lain minggu depan!" Si Guru botak berujar sambil berkacak pinggang.


"Siap pak!"


"Oke, untuk kamu Elang dan Leo. Bapak harap kalian tidak menggunakan emosi saat bermain karena kalau kalian nggak kompak, team bakal bubar!" Ucap tajam Pak Zaliez.


"Siap laksanakan komandan!" Zaliez terkekeh melihat Leo dengan pose hormatnya, setelah itu Zaliez menatap Elang yang sedari tadi diam tak bergeming.


"Bagaimana kalau kamu Elang?" Zaliez bertanya sambil berkacak pinggang namun Elang masih diam tak bergeming.


"..."


"HOI ELANG!!" Teriak yang lain baru membuat Elang tersadar dari lamunannya.


"Paan sih lo, gak usah teriak!" Sinis Elang menatap tajam kearah teman temannya yang terkekeh kecil.


"Kamu ini mikirin apa sih, utang tagihan listrik tetangga?" Kesal Zaliez hanya ditatap oleh Elang tanpa ada balasan membuat Zaliez mengengus kesal.


Murid nya satu ini jarang sekali bicara, sekali bicara pedasnya membuat sambal mak Sumi kalah. Meski begitu, Elang merupakan murid kesayangan para guru karena prestasi nya.


"Biasa pak, lagi mikirin doi yang cantiknya subhanallah!" Goda Ghaza hingga mendapatkan jitakan pada jenong putihnya.


"Sakit Oy, KDRT lo Lang!" Kesal Ghaza meringis.

__ADS_1


"Bacod!" Balas ketus Elang.


"Apa gadis pindahan yang duduk disamping kamu?" Tebak Zaliez curiga membuat Leo dan Elang membelalakan mata.


"Enak aja, adik saya pak itu!" Bantah Leo tak terima.


"Gak!" Ketus Elang.


"Eh?"


Elang tak menggubris ucapan Zaliez, dia mengambil bola lalu mendrible nya. Yang lain pun ikut latihan membuat Zaliez geleng-geleng kepala.


Disisi lain, Liah sedang membicarakan hal hal penting juga bercanda dengan sahabat-sahabatnya.


"Oi, gue curiga deh sama Elang." Celetuk Viani sambil mengunyah sosis ayam yang dipegangnya.


"Ya curiga!" Balae Viani.


"Gue juga.. apa lagi ada luka di dahinya.. lu masih ingat tempat nya Liah?" Tanya Celsea melirik Liah.


"Iya, tapi dari wajah nya si Elang gak menunjukan kalau dia yang melakukan semuanya." Ucap Liah menghembuskan nafas panjang.


"Maksud lo?" Tanya Neona bingung.


"Cih, lemot lu!" Kesal Celsea dan Viani membuat Neona mengerucutkan bibirnya kesal.


"Lo masih ingat? dimana gue dimarahi bu Sara?" Tanya Liah diangguki semuanya.

__ADS_1


"Nah, waktu itu gue gak sengaja keceplosan soal Snow White, dan dia biasa aja seolah gak terjadi apa apa.. bahkan wajahnya aja nggak memperlihatkan kalau dia terkejut." Jelas Liah panjang lebar.


"Dan seharusnya kalau dia Leadernya, lo bilang Snow White pasti dia terkejut karena identitas organisasinya terbongkar!" Ucap Viani diangguki Liah.


"Kecuali..?" Celsea menggantungkan kalimatnya.


"Dia memiliki 2 kepribadian yang bisa merubah sikapnya dengan cepat!" Ucap Neona absurd membuat yang lain gemas dan mendaratkan jitakan dikening Neona.


"Kalau 2 kepribadian gak gitu Lol!" Kesal Liah diikuti tawa yang lain.


Liah diam sejenak, dia kemarin mendapatkan petunjuk dari hasil penyelidikannya, bahwa ada penghianat di Black Swan yang sekarang masih diambil alih Mama nya lagi sementara.


"Oi Liah jangan ngelamun napa!" Ucap Viani menonyor kepala Liah.


"Awhh.. gue gak ngelamun ye!" Kesal Liah dibalas kekehan oleh Viani.


"Dapat petunjuk?" Tebak Celsea yang kebetulan otaknya paling sehat di sini.


"He'em.. dan mungkin nanti Mama yang turun tangan!" Ucap Liah menghembuskan nafas pendek.


"Kok gitu?" Tanya Neona.


"Ntah lah akhir-akhir ini waktu gue bunuh orang, rasanya mual terus!" Jelas Liah membuat teman teman nya curiga.


"Kok ngelihatnya gitu amat sih?" Kesal Liah bingung.


"Lo hamil ya?" Ucap Mereka bersamaan membuat Liah mendelik.

__ADS_1


"Enak aja lo kampret!" Umpat Liah mengejar sahabat sahabatnya.


__ADS_2