
3 Tahun Kemudian...
Seorang dosen tampan dan tinggi kini mengejar murid yang ada didepannya. Sedangkan yang dikejar malah tertawa riang dan mempercepat laju larinya.
"LIAH, BERHENTI KAMU! AWAS AJA KALAU KENA." Teriak sang dosen dengan nafas tersenggal.
"TANGKEP AJA PAK.. KALAU KENA," Balas Liah dengan kekehanya.
Sang dosen akhirnya menyerah dan berjalan kembali ke kelasnya untuk mengajar pelajaran yang tertinggal. Sedangkan Liah, gadis itu mengoceh tak jelas.
"Dasar dosen tua, lari segitu doang capek!" Kesal Liah menghentakkan kakinya ketanah.
Celsea hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Liah yang semakin hari semakin liar menurut sahabat sahabatnya. Mengapa demikian? Dengan alasan Elang yang mulai berubah sikap menjauhi nya.
"Liah, gak bosen-bosennya yah lo ngerjain tuh dosen!" Ucap Celsea menggelengkan kepala.
"Enak tau." Balas Liah mengatur nafasnya.
"Nggak enak, lo gak ngajak gue!" Kesal Viani dibalas tawa mereka berempat.
"Yaudah lah, nyok ngerjain Bu Clara yang cans badai." Ucap Neona tertawa.
"Hahaha 2in!"
__ADS_1
"3in"
"4in"
Mereka berempat berjalan mengendap-endap mendekati Bu Clara yang sedang mengajar. Mahasiswa dan mahasiswi yang melihat aksi 4girl sengklek pun hanya diam menahan tawa, karena 4Girl tersebut Gadis yang paling disegani dikampus.
"Nyet, cepet masukin." Bisik Neona kepada Liah.
"Lo manggil gue monyet lah lu apaan dah?" Kesal Liah sambil berbisik.
"Jangan debat disini aella." Bisik Viani.
"Kok gue sih?" Umpat Liah tak terima.
"Cepet masukin nyett anjerr.. kok emosi yak gua!" Ucap Celsea habis kesabaran.
"Skoy cabut!" Ucap Liah kemudian berlari keluar kelas.
Mereka menunggu Bu Clara berteriak. Benar saja, dalam hitungan ketiga nama Liah dkk diteriaki oleh guru wanita tersebut. Mengapa bu Ckara tau? Karena hampir setiap hari mereka berempat berjalan ngerjai dosen tersebut.
"LIAH.. VIANI.. CELSEA.. NEONAA..!!!"
"HAHAHAHA!!!"
__ADS_1
"Suerr.. tuh dosen enak banget dah ngerjainnya!!"
"Wkwkwk iya, tau gini gua tiap hari ngerjain dosen pas semester satu!"
"Lo sih kagak ikut gua!" Wajah Liah terlihat datar saat Elang dengan wajah dinginnya menghampiri mereka berempat.
"Kalian gak ada kapoknya ya, setiap hari ngerjain dosen!" Wajah dingin Elang sangat terlihat di pengheliatan Liah.
Wajah gadis tersebut berubah sendu, "Lo kenapa sih Lang, gue udah coba ngepahamin sikap lo akhir akhir ini!" Ucap Liah tak habis pikir.
"....."
Ketiga sahabat Liah hanya melihat pertengkaran Liah dan Elang. Mereka tak berani melerai saat bertengkar seperti ini.
"Gue tau, pasti udah ada yang baru kan?" Ucap Liah sinis.
"Kalau iya kenapa?"
Hati Liah serasa diiris perlahan menggunakan gergaji besi saat mendengar jawaban dari Elang. Air mata gadis itu perlahan luruh membasahi pipi putih miliknya.
"Gue gak nyangka aja Lang," Ucapan Liah tersendat karena menangis.
"Bahkan kita aja udah tunangan dan tinggal bentar aja lagi kita nikah. Apa sebegitu buruknya gue dimata Lo ha??" Ucap Liah mengeluarkan unek uneknya yang ia pendam selama ini.
__ADS_1
"Gue gak nyangka Lang, lo jahat!! lebih jahat dari yang gue kira!!" Ucap Liah mendorong tubuh Elang kemudian berlari menjauh dari lapangan.
Hikss.. wajahnya bahkan tak merespon saat gue nangis.. kenapa Lang kenapa!! Hiks... ~Merliah Calissta.