
Liah masuk dengan langkah gontai, dia seakan ingin bangun dari mimpi buruknya. Jika Liah disuruh memilih, dia lebih memilih Elang mendua dari pada Elang berbaring di rumah sakit dengan segala alat medis yang menempel ditubuhnya.
Liah berhambur kepelukan Elang yang terbaring lemah dia menangis dipelukan Elang saat ini. Shella dan yang lain ikut menangis karena Liah sangat mencintai Elang, begitu sebaliknya.
"Elang bangun, gue bodoh yah. Gue bodoh baru menyadari kalau lo itu kakak kelas gue dulu Hahaha!!" Liah bergumam dan tertawa kecut.
"Lo tau Kak, hehehe gue panggil Kak aja ya.. biar sopan, kan lo kakak kelas gue!" Gumam nya makin beraturan.
"Gue masih nyimpen kalung yang lo kasih loh, kalungnya cantik." Ucap Liah lagi sambil memeluk kalung yang bertengger manis dilehernya.
"Gue mohon hiks.. bangun!!" Tangis Liah kembali pecah melihat keadaan Elang.
Shella mendekat kearah Liah, "Elang sangat sayang sama kamu, dia setiap hari bercerita tentang kamu sama Mama. Dia menangis dirumah saat habis membentak kamu. Dan waktu kemarin yang lalu, dimana dia menjebak kamu untuk kehotel. Hatinya sakit, dia lepas kendali dan melukai dirinya sendiri. Dia mengidap Leukimia stadium akhir!" Jelas Shella kemudian menangis kembali.
"Le.. Leukimia? Stadium akhir??"
Liah tak menyangka kalau Elang si pak ketos nya di SMA mengidap penyakit mematikan tersebut. Dia memukuli kepalanya sendiri, dia berharap segera bangun dari mimpi buruknya.
"Udah cukup, Liah bangun Liah.. Lo pasti mimpi!! Bangun Liah!' Ucap Liah memukuli kepakanya sambil menangis.
"hikss.. ini bukan mimpi Nak,"
"Elang, bangun Lang. Maafin gue Lang, gue nyesel hiks." Liah mengguncang tubuh Elang pelan.
"Kenapa kalian semua ngerahasiain ini dari gue? Kenapa? Pingin buat gue malah merasa bersalah ha!" Ucap Liah dengan deraian air mata.
Tak ada yang menjawab pertanyaan Liah, Leo mendekati adiknya yang sedang tersulut emosi. Entah sejak kapan Leo ada disana, dia menuntun Liah agar duduk di sofa bersama teman teman yang Lain.
"Gue bakal ceritain semuanya ke Lo dek!"
Flashback of Leo and Elang♪
Waktu itu dimana Leo berada dihotel dan memberikan bogeman mentah untuk Elang.
__ADS_1
"Brengsekk!!"
Bugh.. bugh.. bugh..
Tiga bogeman beruntun diluncurkan Leo saat itu jugq untuk Elang. Elang yang dalam keadaan tidak sehat pun terhuyung kebelakang dan menabrak dinding. Katrina shok melihat pertengkaran tersebut, dengan segera dia menghentikan pertengkaran 2 sejoli itu.
"Udah stop! Lo apa-apaan sih. Dateng dateng bukannya salam tapi langsung mukul orang!!" Emosi Katrina menunjuk Leo.
"Ini pantes buat dia karena udah nyakitin perasaan adek gue!" Hardik Leo emosi.
"Tapi bisa dibicarakan baik baik kan!" Katrina makin tersulut emosi gara-gara Leo.
"Udah Kat, emang gue yang salah." Lirih Elang memegang bahu Katrina.
Leo tersenyum sinis, "Ngedrama rupannya." Sindir Leo.
Katrina yang tersulut emosi langsung berdiri dari duduknya dan menampar Leo keras. Membuat pipi Leo memerah dengan cap 5 jari milik Katrina.
Plakk..
"Lo gak tau kalau semua ini juga demi adek lo!" Ucap Katrina mengebu ngebu.
"Katrina jangan!" Lemah Elang.
"Nggak Lang, hal kek gini harus dijelasin atau dia makin kurang ajar!" Tegas Katrina memalingkan pandangannya ke Elang.
"Maksud lo apaan ha? pengen cari muka? Cih!" Ucap Leo berdecih tak sedap.
Plakkk..
"Jaga bicara lo!" Sinis Katrina kembali menampar Leo.
"Lo belum tau kalau sebenarnya Elang itu...
__ADS_1
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Muehehehew.. gimana nih? tetep sama Elang or Valley? Kalau mau author bakal ubah jalan ceritanya fieww😆 Jawab di kolom komentar yah😘
Elang and Liah♥
Or
Valley and Liah♥
__ADS_1
Wkwkwk.. gak jawab dosa😆 See you next time😊
Dank u☝