Iam Queen Mafia Girl

Iam Queen Mafia Girl
Season 3~USTADZAH ALAN!


__ADS_3

Liah terus saja terkekeh saat melihat wajah Elang yang masih jengkel setengah mati. Dia ingin meminta bantuan untuk menyerahkan lembar soal pun tidak jadi jadi karena melihat wajahnya pun sudah dibuat ngakak.


"Eh, Amira bantuin gue!" Pekik Liah yang melihat Azura yang akan meninggalkan kelas.


Azura berbalik dengan wajah kesal, "Nama gue Azura, Liah.. bukan Amira!" Kesal Azura mencak-mencak.


"Halah, beda dikit doang. Salah sendiri punya nama kok susah," Jawab enteng Liah membuat Azura ingin menampol wajah polos tapi buangsad milik Liah.


"Au ah gelap, gue nggak denger!"


"Eh, gentong minyak isi tahu! Lo marah marah mulu kek bencong kehilangan beha nya aja lu, gue kepret mampos lo!" Kesal Liah namun diacuhkan Azura yang sekarang membagikan lembar soal.


Elang yang masih dengan wajah dongkol nya menghampiri Diego yang masih sibuk dengan absensi anak IPA 4. Dia beberapa kali membolak balikan kertas dan meletakkan tangannya didagu seolah berfikir.


"Mikir apaan lo!" Ucap Elang nyebelin minta di gaplok pake kolor yang blom dicuci 3 bulan.


"Kagak, gue kagak mikir." Jawab santuy Diego membuat Elang tak habis pikir.


"Lah lo dari tadi ngapain bolak balik kertas sama sok mikir?" Kesal Elang.


"Yah, gimana lagi sih Lang, biar kelihatan pinter dan sibuk aje!" Rahang Elang jatuh karena ulah sohibnya yang keterlaluan.


Mati ah mati.. si tayi, punya sohib atu kagak bener juga!


"Lo ngape sih Lang, uring uringan kek maling lagi datang bulan!" Ucap Diego yang melihat Elang sedang berkomat-kamit membaca sumpah serapah untuk Diego.


"Bapak lo, hari ini gue apes bat. Kalau bukan gegara Bu Suhita, udah gue jomblangin semua nih penghuni kelas ama nenek reot yang body nya kek gitar spanyol!" Diego terkekeh melihat kekesalan Elang saat ini.


Memang sikap Elang sangat lah berbanding balik dengan aslinya. Jika semua orang mengatakan kalau si Elang adalah cowok kaku dan dingin, mereka salah besar. Karena sifat asli Elang adalah cowok bar-bar dengan sifat absurd yang cerewet. Jadi, dingin dan datar adalah cover semata.


"Gilee.. mantap betul si nenek punya body mama muda!" Ucap Diego tertawa ngakak membuat para penghuni kelas melihatnya heran.


Krikk.. krik.. krikk..krikk..

__ADS_1


"Wanjay gue salah fokus sama jangkrik nya anjay!" Celetuk Azura gendeng membuat yang lain tepok jidat.


"Lo kalau main senetron yang bener dikit napa. Author bela belain ngebayar kite pada buat jadi somplak mendadak, lah lu ngerusak suasana!" Kesal Liah membuat yang lain geleng-geleng kepala.


"Falencia Fareta!" Panggil Diego mengamati seluruh kelas,


Nampak seorang gadis mistis dengan menekin kecil ditangannya maju membawa soal yang diberikan Azura dan Liah. Kelas mendadak sunyi setelah Falen maju. Gadis itu sangat misterius, pony yang kekanan hampir mirip dengan Liah, namun lebih panjang Falen. Yang lebih menakutkan lagi adalah boneka kecil yang berwajah seram dengan senyum aneh yang dibawanya.


"Lo namanya Falen?" Tanya Diego takut-takut.


"....." Mulut Diego yang membuka kembali mengatup saat Falen menyerahkan lembar jawaban miliknya.


Tangan Diego dan Falen tak sengaja bersentuhan, membuat Diego terperanjat kaget. Gadis itu berjalan pelan menuju pintu keluar membuat yang lain merasa lega.


"Kenapa bro?" Tanya Elang yang tau sahabatnya sedang terkejut.


"Tangannya dingin banget sumpah, adek kagak boong!" Ucap Diego membuat Elang gemas dan menonyor kepalanya.


"Halah bacot lu berdua.. sini gue atasin sendiri!" Kesal Azura merampas absensi ditangan Diego membuatnya kesal.


_________________________


Saat ini mereka ada dikantin untuk memberi makan cacing cacing yang sedang demo karena minta makanan. Liah sedang asik mendengarkan keluhan yang diderita sohibnya saat mengerjakan tugas dari Bu Suhita.


"Heran dah gue, suer.. kolor tetangga yang dijemur diatas panci aja kalau lihat Valley langsung lari. Lah ini? mereka kagak merhatiin gue yang susah susah nerangin mapel sampe mulut gue berbusa, gara gara lihat Valley yang lagi ngaca dicermin belakang." Keluh Neona membuat yang lain tertawa akan wajah jengkel nya.


"Cih, bilang aja lo iri beb!" Balas Valley santuy.


"Iri pala kau. Fans gue lebih banyak yah!" Sinis Neona membuat yang lain merotasikan bola mata jengah.


Mereka kembali bercerita, sesaat kemudian datang lah Alan dengan Leo yang memasang wajah dongkol akibat terjebak para fans nya yang ingin meminta foto buat mading katanya.


Namun, wajah Alan kembali sumringah saat melihat Viani, Celsea dan Liah sedang makan kentang goreng dan fried chiken. Dia memasang wajah wajah alim bin kikir.

__ADS_1


"Wahai kawanku, sesungguhnya...


"Halah gue udah sering kali denger dakwah lo!" Sinis Celsea kesal menyela perkataan Alan.


"Ck ck ck ck.. sesungguhnya berbagi itu perbuatan yang sangat mulia kawan!" Sambung Alan mendramatisir.


"....."


"Sesungguhnya...


"Sesungguhnya amal paling baik tersebut adalah dimana kawan yang baik selalu memberikan sedikit rezeky nya kepada kawan yang membutuhkan. Basi Lan!" Sambung Liah jengah karena setiap hari mendengar dakwah dadakan dari si ustadzah gadungan. Eh Ustadz!


"Sesungguhnya...


"Sesungguhnya kau lah kawad terbaikku kawan!" Potong Neona lagi membuat Alan nyengir kagak jelas.


"Jangan jadi sok melarat lo, perusahaan bokap lo udah meraja lela masih aja malu-maluin gua tong!" Ucap Leo menggelengkan kepala.


"Maafkan anakmu ini Pak, anakmu sungguh khilaf lahir dan batin!" Ucap Alan mendramatis.


"Bodo ah!"


Pada akhirnya setelah drama tersebut Alan tetap membeli makanan dengan uangnya sendiri karena tidak berhasil mengusilli sahabat sahabat yang sengkleknya luar binasa didunia maupun di akherat.


Liah tak menggubris tatapan memelas milik Alan, dia sekarang sedang asyik mabar bersama Valley, Viani, Celsea, Neona dan Leo. Sedangkan Alan, anak itu nyerocos sampe mulutnya berbusa tak ada yang menggubris ucapannya.


"Lah lah, Bang lo itu tank kok malah mundur sih anying!" Umpat Liah karena tak ada yang maju karena dia marksman.


"Ogah, kalean yang enak gue yang kena!" Keluh Leo kesal.


"Kalau gitu jangan jadi tank anjirrr nyesel gua ngajak lu maen!!" Umpat Celsea tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.


"Sesungguhnya kawand yang mengacangi temannya sendiri adalah perbuatan shayithon!" Ucap Alan memulai mendakwah membuat yang lain kesal karena kata-katanya yang nggak modis.

__ADS_1


"Ngomong paan sih lo? Lagi kumur ye?" Celetuk Valley membuat Alan menggelengkan kepala.


"Semoga semua amal ibadahnya diterima disisi nya!" Tutup Alan membuat yang kesal dan menonyor kepala Alan.


__ADS_2