
Hari minggu pagi, Amel bangun lalu membersihkan tubuhnya, ia turun menggunakan baju santai dan kali ini ia menggunakan liontin yang diberikan Ronald dulu. Setelah sarapan Amel menyusul keluarga nya yang ada di taman, Amel menghampiri sang mommy yang sedang bermain ikan di kolam.
"Mom!" Amel memanggil Mommy nya.
"Eh udah selesai, duduk sini sama mommy!" Ucap Marisa menepuk tempat disebelahnya Amel pun duduk.
"Gimana sekolah kamu?" Ucap Daddy ikut nimbrung.
"Seperti biasa dad, tapi kali ini malah bikin pusing." Ucap Amel jujur sang Daddy pun mengerutkan dahi.
"Maksudnya??" Ucap Daddy bingung.
"Hufftt.. disekolah Amel, ada anak baru namanya itu Rey dia suka sama Amel, disisi lain Alshad juga suka sama Amel. Jadi kalau mereka berdua ketemu yang kayak tom and jerry deh." Ucap Amel kesal lalu memayunkan bibirnya.
"Lha terus adek diem aja diganggu?" Tanya Daddy lagi.
"Hmm mereka bukan mengganggu Amel Dad tapi mereka saling cibir mencibir!" Ucap Amel sedangkan Ryan hanya ber'oh'ria saja.
Memang hari hari yang dilewati Amel sungguh berat kedua curut itu tak sekali pun melepas Amel, bahkan si Rey selalu menggoda Amel saat pelajaran. Amel hanya bisa pasrah. Sedangkan Alshad dia bukan cari masalah sama Amel melainkan dengan Rey. Saat mereka berdua bertemu pasti kalau ngga saling cibir mencibir ya.. saling memberi tatapan tajam satu sama lain. Kek bocah emang.
"Iya Dad, kayak kemaren aja mereka sampe dikerjain Amel. Hahaha Lindra kalau keinget suka ketawa Dad." Ucap Lindra masih tertawa membuat Amel cengengesan.
"Memangnya kenapa bang?" Tanya Mommy.
"Waktu itu...
Flashback on.
"Nih coklat buat lo!" Ucap Alshad dan Rey berbarengan memberikan coklat pada Amel.
"Lo apa apaan sih ngikut gue?" Ucap Alshad bersungut sungut.
"Lo yang ngikutin gue!" Ucap Rey.
"Ya lo lah!" Ucap Alshad.
__ADS_1
Amel pun dibuat pusing karena pagi pagi sudah dihadiahi pertengkaran Alshad dan Reyhan yang kek bocah banget, lama lama Amel suruh mereka berdua pake rok biar kek cewek!
"Lo kan tau gue ngga suka makanan manis." Ucap Amel tapi masih mengambil coklat ditangan Rey, Alshad.
"Kenapa sih lo ngga suka manis?" Tanya Alshad kepo.
"Lo mau tau kenapa gue ngga suka manis?" Tanya Amel pada Alshad, Rey dan Alshad mengangguk.
"KARENA SAKIT GIGI DAN SAKIT HATI ITU SAMA. SAMA SAMA BERAWAL DARI YANG MANIS!" Ucap Amel menekan setiap kata katanya.
"Anjeer ku kira kenapa ogeb!" Umpat Alshad dan Rey berbarengan lagi mereka saling menatap tajam lagi, dibalas cengiran oleh Amel.
Amel pun berdiri dari meja kantin lalu berjalan menuju meja sebelahnya. Alshad dan Rey pun membuntuti Amel, Amel pun tak tinggal diam. Setelah 2 curut tersebut duduk Amel berpindah tempat lagi, begitu seterusnya hingga sampai dimeja terakhir, Meja yang disana terdapat Lindra dkk tempat ketua OSIS duduk. Alshad dan Rey pun langsung diam menunduk karena dipelototi Lindra.
"Lo sih gara gara lo Amel duduk sama kakaknya!" Umpat Alshad pelan.
"Ya elo lah orang lo yang mulai!" Ucap Rey pelan.
"lo"
"lo"
"Maaf kak." Ucap Mereka.
Flashback off.
"Hahaha tapi kasian bang." Tawa Mommy.
"Habisnya Mom mereka itu bikin naik darah!" Ucap Lindra.
"Iya Mom sampe sampe mau Amel cekik, sayangnya anak orang!" Ucap Amel sedih.
"Hahah kasian cerita kamu hampir mirip cerita Mommy." Ucap Marisa menyindir Ryan.
"Jadi Daddy dulu juga gitu?" Ucap Lindra dan Amel membuat Ryan membelalakan mata.
__ADS_1
"Loh kok aku sih sayang?" Ucap Ryan
"Lah emang iya." Balas Marisa.
"Enak aja dulu kamu yang ngejar ngejar aku." Ucap Ryan bangga.
"Sejak kapan? Kamu aja yang nangis nangis gaje pas aku dirumah sakit hahahaha." Ucap Marisa tertawa menang melihat muka suami nya merah, lalu ia beranjak pergi.
"Loh kan-
"Protes tidur diluar + gadapet jatah!" Ancam Marisa tajam.
"Loh sayang masak orang ganteng disuruh tidur diluar nanti kalau abang tamvan diperebutkan sama nyamuk betina gimana?" Teriak Ryan ingin mengejar Marisa namun terhenti karena ulah anaknya.
"Hahaha kasian tidur diluar!" Ucap Amel tertawa terpingkal pingkal.
"Wkwkw kasian ngga dapet jatah." Ucap Lindra menimpali.
Puk.
Ryan melempar karung kecil berisi pasir harimau ke arah Lindra hingga tercebur ke kolam. Amel dan Ryan tertawa bersamaan karena lemparan Ryan berhasil mendarat dengan sempurna.
Byuur..
Hahahaha
"DADDY!!" Teriak Lindra sedangkan Amel malah tertawa menyaksikan sang kakak tercebur kolam ikan.
"Hahaha rasain anak durhaka kau wkwkw!!" Ucap Amel disela tawanya.
"Bantuin napa?" Ucap Lindra.
"Ogah nanti basah baju Amel, dadah.." Ucap Amel pergi.
"DASAR ADEK DURHAKA!!" Teriak Lindra berusaha berdiri namun terpeleset lumut kolam dan tercebur kembali, melihat itu tawa Amel kembali pecah.
__ADS_1
"KARMA IS REAL BANG, HAHAHAA!!"