
Amel POV.
Hari ini hari minggu jadi gue bebas buat bangun jam berapa dan pergi jam berapa. Tapi entah apa gue bangun pagi hari ini menyempatkan bermain bersama Shella dan Axello juga ngerjain bang Lindra. Dan sekarang ini pukul 09.00 WIB gue sedang duduk di taman bersama Lindra. Gue menerima pesan dari nomor tak dikenal.
(Unknown)
P.
Save Back Alshad orang ganteng.
Amel_ViQueen.
Dih narsis amat.
Alshad ngeselin.
Lo ada waktu ngga?
Amel_ViQueen.
Ada sih kenapa emangnya?
Alshad ngeselin.
Ngga apa apa. (Read)
Dasar cowok gaje. Batin gue.
"Kenapa dek, muka lo kok kesel amat?" Tanya bang Lindra.
"Nggak, adek kelas lo itu bang ngeselin banget!" Ucap gue.
"Siapa? Alshad? Hahaha.. awas lo nanti suka!" Ucap Lindra
"Dih apaan gimana mau suka orang ga pernah akur." Ucap gue.
"Lihat aja nanti.. wkwkw.. " Ucap Lindra lalu pergi.
Gue melihat sekitar taman ada ember kosong dan bersih juga. Tanpa pikir panjang gue melemparkan dan ternyata tepat ke kepala bang Lindra.
Brukk .
Duh mampu* kena beneran!
"WEE KENAPA GELAP.. NIH SIAPA YANG LEMPAR EMBER??" Pekik Lindra kesal lalu melepas ember.
"SORRY BANG GUE SENGAJA!!" Teriak gue yang sudah masuk kerumah.
"ADEK SIALAN* SINI WOY!" Teriak Lindra lalu mengejar gue.
Gue masuk kamar lalu menguncinya dari dalam.
"Nah aman!" Ucap gue lalu pergi mandi.
Setelah mandi gue memilih baju, entah mengapa gue kali ini ingin memakai dress walau dirumah.
Autor POV.
__ADS_1
"Bodo ah pingin pake!" Gumam Amel lalu memakai dress tersebut memakai lip tint tipis lalu bermain game.
"Anjerr bentar lagi menang hahah gila punya lawan Noob banget udah dicegat kok malah masuk kawasan lawan.. beg*" Umpat Amel senang namun tak lama.
Drrttt.. drttt..
Alshad ngeselin calling.
"Anjerrr gue AFK huaa... emang dasar kamvret tu orang!!" Ucap Amel lalu mengangkat telpone.
"Hmm ada apa??" Ucap Amel kesal.
"Gue ada didepan rumah lo. Buruan turun gih kita jalan jalan." Ucap Alshad ditelpon.
"Hah seriusan?" Tanya Amel.
"Iya lah cepet!" Ucap Alshad.
tut
Amel pun bergegas turun, menunju pintu utama. Dia kesal sangat kesal, yang pertama Alshad sudah menghancurkan mood nya, yang kedua Alshad mengalahkan Game nya hingga AFK. Yang ketiga adalah dia datang seenak nya kerumah orang dihari minggu seperti ini.
Ceklek..
"Tumben lo ngajak gue jalan jalan kesambet apaan lo?" Tanya Amel mengangkat sebelah alis.
"Disuruh Mama udah yuk!" Ucap Alshad menarik tangan Amel lembut.
"Bentar dong MOMMY BANG LINDRA, AMEL PERGI BENTAR!" teriak Amel lalu ikut.
"Bodo!" Balaas Amel.
___________________________
Alshad mengajak Amel ke danau, disana tak banyak pengunjung, sepi dan damai sesuai dengan keinginan Amel, gadis yang tak suka keramaian yang bisa membuatnya pusing seketika. Suasana teduh dan sejuk, disuguhkan pemandangan indah serta sedikit cahaya hangat yang masuk ke celah celah daun.
"Lo suka disini?" Tanya Amel.
"Jarang juga tapi ya lumayan lah disini tempatnya damai, lo suka nggak?" Ucap Alshad merasakan setiap hembusan angin.
"Suka, gue tipe orang yang suka ketenangan!" Ucap Amel tersenyum menatap danau.
Dih ngapain gue tadi senyum, unfaedah!
Amel mengedarkan pandangan kesekitar, ia mendapati seorang anak cewek sedang duduk dipinggir pohon sendirian. Amel pun meninggalkan Alshad dan berjalan mendekati gadis tersebut.
"Hai adik, kamu lagi ngapain?" Tanya Amel.
"Nggak kak, cuma disini aja. Waktuku hidup tinggal dikit." Ucap Anak itu memaksakan senyuman.
"Nama kamu siapa?" Tanya Amel lagi.
"Alisya, kalau kakak?" Tanya Alisya.
"Oh kakak namanya Amel, Alisya jangan ngomong gitu, hidup itu ada di tangan tuhan, kamu harus bisa melawan sakit kamu, jangan menyerah!" Ucap Amel tersenyum.
Gila tuh bocah, sweet banget kalau sama anak kecil. Coba aja kalau ketemu gue kek gitu. Batin Alshad.
__ADS_1
"Makasih kak, kakak mau es cream?" Tanya Alisya.
"Hmm mau beli kakak beliin?" Ucap Amel diangguki oleh Alisya. Amel pun menarik tangan Alshad.
Mimpi apa gue digandeng Amel..
"Pak beli es cream nya dong coklat 3." Ucap Alisya.
"Ini dek!" Ucap bapak tadi menyerahkan kepada Alisya.
"Ini pak uangnya." Ucap Alshad lalu menuju Amel.
"Al sini, nih buat lo!" Ucap Amel memberikan es cream coklat.
Amel dan Alisya makan dengan damai, hingga si Alshad pengganggu mulai. Pria itu nampaknya memiliki seribu satu juta akal bulus untuk mengerjai dan merecoki hidup damai Amel yang santai.
"Mell hadap sini dong!" Ucap Alshad menyodorkan jari yang sudah ia colekan es cream.
"Apa- Alshad lo jail amat sih!!" Umpat Amel lalu ingin menoel balik.
"Sini kalau bisa kejar." Teriak Alshad.
"Awas lo!" Ucap Amel berlari mengejar Alshad tak sengaja ia tersandung
Duk..
"Aww. .." Pekik Amel sebelum terjatuh dan ditangkap Alshad.
"Lo ngga apa apa?" Ucap Alshad khawatir.
"Ngga apa apa hahhaa.. kena lo!" Ucap Amel lalu mencoret pipi Alshad.
"Dih masih sempet sempetnya kaki lo sakit nggak?" Tanya Alshad masih memperhatikan kaki Amel.
"Ngga apa apa cuma keseleo dikit!" Balas Amel.
"Kak Amel aku permisi pulang ya dicariin bunda." Ucap Alisya.
"Iya hati hati ya!" Ucap Amel tersenyum.
"Lo sama bocah sweet banget kelakuan loo, gue juga mau diperhatiin." Ucap Alshad.
"Dih ogah. Lo sama gue aja ngga pernah akur." Ucap Amel jengah.
"Kalau nanti kita ada hubungan?" Tanya Alshad.
"Ye.. itu kan mau nya lo." Ucap Amel kesal.
"Dih kagak lah enak aja, ganteng ganteng gini banyak yang naksir tau nggak?" Ucap Alshad.
"Mulai deh, yuk pulang." Ujar Amel yang mulai risih karena banyak pengunjung.
"Ehh turunin Alshad, dilihat orang nih!" Pekik Amel saat Alshad menggendongnya ala bridal style
"Nggak kaki lo sakit!" Ucap Alshad.
"Al- Ah bodo, lo ma keras kepala." Ucap Amel pasrah membuat Alshad tersenyum setan.
__ADS_1