
Alshad tanpa menjawab ia masuk ke mobil, menjalankannya kearah pantai yang pernah ia datangi bersama Amel. Sesampainya disana ia berdiri membiarkan angin laut menerpa wajahnya. Sekelebat memori datang saat Amel mencipratkan air juga pasir dulu.
"Hahaha cintaku ternyata miris ya sayang, tuhan lebih sayang kamu!" Ucap Alshad tersenyum namun tersirat kesedihan mendalam.
"Kamu bahkan lupa, kalau kita jadi suami istri main ciprat cipratan minyak panas, hahaha kamu banyak kenangan!" Ucap Alshad makin lirih.
Flashback On
"Shad, sini kita main air!" Ucap Amel sambil tertawa riang.
Byurr... Alshad menyipratkan banyak air ke wajah cantik Amel.
"Hahaha kena kan!" Ucap Alshad sambil tertawa.
"Ishh.. lo tu ya, awas aja lo!!" Ucap Amel berlari mengejar Alshad.
"Sini kalau berani." Ucap Alshad sambil berlari.
Mereka bermain kejar kejaran hingga Amel lelah dan menyerah, akhirnya Alshad mengajak Amel duduk sambil membuat istana pasir dan berbincang bincang sedikit.
"Mel enak ya?" Tanya Alshad sambil membuat istana pasir.
"Enak apanya??" Bingung Amel.
__ADS_1
"Main ciprat ciprat air, gue tuh berhayal suatu saat kita bercanda kek gini tapi satu atap!" Ucap Alshad sambil tersenyum.
"Iya gue juga pernah menghayal kita suami istri terus masak bareng main ciprat cipratan minyak panas, uh pasti romantis deh!" Ucap Amel sambil tertawa.
"Hahaha kalau bertengkar nya sayat sayatan, lo calon istri yang romantis deh." Lanjut Alshad lalu mereka tertawa bersama.
"HAHAHAHAA!!" Tawa mereka bersamaan.
Flashback Off
Mengingat semua kenangan nya dengan Amel, Alshad tersenyum hambar. Ia tak mengira bahwa kisah cintanya berakhir tragis. Diujung Pantai ada semacam batu lebar dan tinggi juga dibawahnya ada batu karang yang tajam. Bisa dipastikan kalau ada orang yang terjatuh pasti hanya nama. Alshad berjalan mendekati batu itu dan berdiri disana sambil meneteskan air mata.
"Kalau aku nggak bisa sama kamu, mending aku nyusul kamu kesana!" Ucap Alshad lalu bersiap menjatuhkan diri.
Brukkk
"Lo yang gila, gue mau nyusul pacar gue dan lo ngehalangin gue!" Ucap Alshad emosi.
"Lo gila, apa dengan bunuh diri lo bisa nyusul pacar lo? Yang ada lo dibenci sama dia!" Ucap Gadis itu ikut emosi.
Alshad terdiam, ia lalu menenggelamkan wajahnya dikedua tangannya yang dilipat memeluk kedua lututnya dan menangis.
"Lo nggak tau, gue sayang sama dia!" Ucap Alshad pelan dengan deraian air mata.
__ADS_1
Gadis yang tadi memarahi Alshad pun menjadi iba, Gadis itu pun berjongkok dan memeluk Alshad dari samping, mengusap punggung nya lembut.
"Maaf, tapi nggak seharusnya lo ngambil keputusan untuk bunuh diri, apa lo nggak ingat sama kedua orang tua lo? Orang orang yang sayang sama lo, selalu ada disaat lo butuhin, apa lo mikir?" Ucap Gadis tadi sedikit melembut.
"Hmm makasih lo udah nyadarin gue." Ucap Alshad menghapus air matanya.
"No What What, kita belom kenalan ya? Okeh kenalin gue Zefanya Nauralia. Panggil aja Naura." Ucap Naura tersenyum mengulurkan tangannya.
"Bahasa lo lucu tau nggak, No What What hahaha, gue Alshad Argadinata panggil aja Alshad." Ucap Alshad membalas uluran Naura.
"Oiya kalau boleh tau, nama pacar lo siapa Shad?" Ucap Naura.
"Amel Violetta Fariiqueen!" Ucap Alshad sendu.
"Hah?? Penguasa Maa.. Mafia BS dan BL?" Ucap Naura terkejut.
Mendengar ucapan Naura membuat Alshad tersenyum kecut ia harus bisa bersahabat dengan takdir.
Ya memang jati diri Amel langsung tersebar saat Amel mengungkapkannya waktu acara malam itu, yang juga mengambil nyawa Amel.
"Oh maaf Al, gue nggak bermaksud untuk..." Ucap Naura menggantungkan kalimatnya.
"Tak apa Naura, gue paham. Garis takdir, jodoh dan semuanya sudah ditentukan sejak lahir." Ucap Alshad membuat Naura tercengang.
__ADS_1
"Thanks untuk tadi gue pamit!" Ucap Alshad hanya diangguki oleh Naura.
Okeh Guys, ku udah usaha buat Update noh. Hargai pake Like, Komen dan Vote nya ya😁 See You Next time.