Iam Queen Mafia Girl

Iam Queen Mafia Girl
Season 3~BERDEBAT DENGAN KEPALA SEKOLAH.


__ADS_3

Semua duduk didepan pak kepala sekolah, kepala sekolah SSHS yang sekarang adalah Papa nya Sasha, jadi saat mendengar kalau Sasha dilarikan dirumah sakit, dia langsung memanggil Liah the geng, karena uks tidak sanggup menolongnya. Luka nya parah, tangan-nya patah, giginya lepas, dan pendarahan pada dahi karena bogeman Liah. Pak Kepsek bernama Robert menatap tajam kearah Liah.


"Ada masalah apa kamu sama anak saya?" Ucapnya dingin.


"Yah bapak tanya anak bapak sendiri lah, orang saya nggak ada masalah kok sama dia!" Jawab Liah santuy.


"Kalau nggak ada masalah, ngapain kamu berantem sama anak saya!!" Bentak Pak Robert.


"Bapak mau saya lap– astagaa... susah ngomong sama orang ginian! Sekarang gini! Saya difitnah yang nggak nggak sama anak bapak. Wajar dong kalau saya marah??" Ucap Liah yang sudah habis kesabaran.


Urat kemarahan diwajah Robert dapat ditangkap oleh Liah dengan baik, tidak hanya Robert saja yang menahan emosi, namun juga Liah. Disini dia yang menjadi korban fitnahan dari anaknya. Seharusnya kalau dia kepala sekolah yang bijak, bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah menurutnya, bukan malah menyalahkan salah satu pihak tanpa adanya bukti yang kuat.


"Kan bisa dibicarakan dengan baik baik!!" Bentak Pak Robert.


"Cih, saya bisa aja. Tapi menurut saya ini keterlaluan pak, saya disini difitnah sampai satu sekolahan melihat beritanya!!" Ucap Liah makin emosi.


"Berani menjawab kamu Ha!!" Liah hanya tersenyum sinis melihat Robert.


"Harusnya bapak bisa bijak dalam mengambil keputusan, bukan menyalahkan seperti ini!" Ucap Elang datar.

__ADS_1


"Diam kamu, saya nggak ada urusan sama kamu!" Bentak Pak Robert.


"Cih, orang kek gini ngapain sih dipekerjakan sama Papa Alshad!" Ucap sinis Celsea.


"Tau tuh, gak berpendidikan banget!" Sahut Neona.


"Laporin aja sih, Liah. Orang bau tanah kebanyakan tingkah!" Ucap Viani menatap datar Pak Robert yang makin emosi juga kebingungan.


Semua menatap Liah dan Leo secara bergantian, bahkan Elang dan Pak Robert pun terkejut dengan apa yang baru saja didengar. Valley hanya tersenyum dan menggenggam tangan sahabatnya Liah, berusaha menenangkannya agar tidak emosi. Itulah salah satu cara menenangkan emosi Liah dengan cara menggenggam tangannya, Melihat itu Elang merasa kesal dan menggenggam tangan Liah satunya membuat Liah diam diam tersenyum manis.


"Gimana Dek?" Ucap Leo tanpa mengalihkan pandangannya.


"Bapak juga jangan main main dengan Amel Violettha Fariiqueen!" Ucap Valley.


"Bapak tau nama kedua anaknya?" Sahut Elang ikut-ikutan berusaha membela Liah dan Leo.


"Bukannya anak mereka ada diluar negeri?" Ucap Kepsek datar.


"Nama anaknya adalah Merliah Calissta Camellya!" Ucap Liah tersenyum miring.

__ADS_1


"Dan Leonardo Alshadtya Fernando!" Sahut Leo datar membuat Robert mati kutu.


"Saya pastikan, besok anda tidak akan menginjakan kaki disini!" Ucap Leo datar memalingkan wajahnya ke kepsek.


"Dan satu lagi, bawa anak anda menjauh dari kehidupan Argadinata. Paham!" Ucap Leo menekan kata katanya.


Robert hanya diam, dia baru sadar akan kesalahannya dengan menghakimi orang tanpa melihat bukti. Semua pun kembali ke kelas, ditengah jalan Liah merasa pusing dan pingsan di pelukan Elang membuat Elang terkejut.


"Kalian kembali aja ke Kelas, Liah biar gue yang ngurus!" Ucap datar Elang membuat Valley tersulut emosi.


"Ya nggak bisa gitu dong, kita sahabatnya!" Ucap Valley emosi.


"Gue pacarnya!" Jawab singkat Elang mrnggendong Liah meninggalkan wajah beberapa pasang yang menatapnya bingung.


"Udah, biarin aja. Jangan dianggap serius omongan Elang. Kita balik, habis ini ada ujian bu Sara!" Ucap Leo yang sudah tau watak siketua OSIS SSHS.


"Kok lo gitu sih Le, gimana kalau Liah diapa apain sama si ketos si*lan itu?" Umpat Valley kesal.


"Gue tau siapa dia, tenang aja!" Balas Leo tak semangat meladeni oerdebatan karena tenaganya terkuras menahan emosi yang tak terluapkan.

__ADS_1


__ADS_2