
"Aaaaa... tangan siapa ini??" Pekik Ellshad, Aldo, Gerald bersamaan sambil memegangi lehernya yang dicekik sebuah tangan.
Hanya Alshad yang tak terkejut ia malah mengelus tangan yang mencekiknya pelan, Alshad tau itu adalah tangan Amel dilihat dari kuku kuku nya yang cantik mengkilap juga parfum aneka buah. Karena makhluk halus tidak bertindak secara langsung. Alshad berbalik memegang pipi Amel yang chubby.
"Ck, kok ngga kaget sih??" Gerutu Amel.
"Mana gue kaget orang hantunya cantik gini!" Ucap Alshad menaik turunkan Alisnya.
"Huh omong kosong paling udah hafal parfum gue!" Ucap Amel kesal.
"Nggak bener hantunya cantik kok!" Ucap Alshad tersenyum.
"Nggak mempan!" Ucap Amel singkat lalu pergi.
Heran gue cewek lain digituin langsung baper lah nih cewek?? Dulu Ronal pake pelet apaan ya kok bisa dapetin Amel? Batin Alshad bingung.
_______________________
"Aqilla, Aurel, Nayshilla!!!" Pekik Aldo, Ellshad dan Gerald bersamaan setelah tau pelaku jahil adalah Amel dkk.
"Wkwkwkwk dasar penakut huuu cemen lo!!" Ucap Aqilla.
"Cewek pa cowok kak hahaha!!" Ledek Nayshilla.
"Nyesel gue tadi kagak dicekik beneran wkwkwk!!" Ucap Aurel senang.
__ADS_1
Ellshad, Aldo, dan Gerald menahan malu juga kesal, malu karena didepan pacar masing masing menunjukan rasa takutnya. Dan rasa kesalnya karena mereka ditakut takuti oleh Amel dkk, disaat Aqilla, Aurel, dan Nayshilla sedang Asyik tertawa tiba tiba.
"hihihihihihi Hi.. Hi.. Hi..!!"
"Tuh kan neng kunti nya keluar beneran kalian sih nakut nakutin kita segala dia kan iri!" Ucap Gerald dengan muka ditekuk takut.
"Kok kita??" Ucap Aqilla dkk tanpa Amel.
"Yaiya lah kan kalโ"
"Hihihihihi.. Hi..hii... hii" Suara tersebut terulang kembali.
"Cuma suara doang sini lo muncul kalau berani!!" Ucap Gerald sok berani padahal dalam hati udah nahan banget.
Kalau sampe keluar bener kan berabe urusannya. Batin Gerald khawatir.
"Bngsd keluar beneran Huaaa...!!!!" Pekik mereka bertiga lalu berpelukan.
Meongg... Meonggg...
Mereka bertiga sudah hampir menangis dibuatnya dikira setan yang ada di. semak semak eh malah kucing berwarna oranye cantik keluar dari semak semak.
"Pffttt hahahaha... sama kucing aja takut hahahaha!!!" Tawa Amel dkk pecah seketika melihat Ellshad dkk.
"Woy kalian ngapain pelukan belok haluan ya??" Selidik Amel menahan tawa.
__ADS_1
Mendengar itu Ellshad dan yang lain langsung mendorong satu sama lain dan memasang wajah jijik.
"Hih ngapain lo peluk peluk gue??" Ucap Aldo bergidik ngeri.
"Enak aja lo tadi yang peluk peluk gue!" Ucap Gerald.
"Tapi tadi beneran ada suara kok Mel!" Ucap Ellshad.
"Oh maksud lo ini??" Ucap Amel memutar audio tawa setan.
Ellshad dkk langsung melongo atas kejahilan Amel.
"Oh jadi elo yang nakutin kita. Sini nggak lo?!!" Ucap Ellshad dkk berlari mengejar Amel, Amel yang melihat itu memekik kaget lalu berlari.
"HUAA ANJIRR ALSHAD TOLONGIN GUE!!" Teriak Amel berlari kearah Alshad.
Disaat main kejar kejaran, Amel melihat pohon besar lalu tersenyum. Ia berlari mendekat kearah pohon tersebut sambil menahan tawa.
"MEL TUNGGU AWAS KALAU DAPAT!!" Teriak Ellshad kesal mengejar Amel.
"Iya tunggu saj- DORR!!!" Saat mereka melewati pohon besar mereka dikejutkan sesosok pocong membuat Ellshad dkk terkejut.
"Haaaa... BRUKK!!" Mereka semua terkejut lalu pingsan.
"Hahahahaha... segitu aja udah pingsan Al bantuin gue!!" Ucap Amel tertawa karena ulah ketiga cowok didepannya DKG yang menakuti Ellshad dkk pun bingung masak segitu saja sudah pingsan??.
__ADS_1
"Lah kok??"
"Santuy kak biasa ini mah wkwkwkk." Ucap Aqilla dkk sedangkan Alshad menggeleng melihat ketakutan adik kembarnya.