
Kekuatann luar biasa yang diberikan oleh yang maha kuasa, jari jemari Amel tiba tiba bergerak menjentik jentik pelan di ranjang rumah sakit membuat semua merasa bahagia.
"Dokter!!!" Teriak Alshad sambil memencet tombol merah yang ada disamping ranjang Amel.
Dengan tergopoh gopoh dokter masuk dengan nafas terengah engah lalu meminta semua kekuarga pasien keluar dari ruangan.
Semua orang masih dengan keadaan khawatir namun juga merasa lega, tak lama dokter tersebut keluar kembali.
"Maaf pasien masih belum sadar, mungkin tadi ia sedang bermimpi maka terjadi gerakan. Keluarga boleh masuk kembali saya permisi." Tukas Dokter diangguki semua.
"Amel kamu kapan bangun sayang, hikss.. Mommy minta maaf sayang.. hiks.. kamu bangun ya nak." Ucap Marisa terisak dipelukan Ryan.
"Dek, lo anak yang kuat, abang kangen kita bertengkar, kita bercanda. Lo nggak kasian sama kita semua?? Sama Shella dan Axell.." Lindra tak bisa menyelesaikan kalimatnya ia sudah terlanjur menangis.
Alshad pun tak bisa berkata apa apa, dia hanya bisa duduk mengelus sayang tangan Amel sambil menangis dan berdoa, bahkan entah sejak kapan kedua orang tua Alshad berada didalam ruangan juga menangis.
__________________________
__ADS_1
Hari hari dilewati seperti biasa, dengan kesedihan, bahkan geng Amel dkk yang biasanya mencari gara gara dengan guru pun mendadak patuh dan diam, Bu Sartika dibuat sedih karena muridnya yang special sudah tak lagi hadir disekolah. Dan setiap pulang sekolah mereka semua akan berada di rumah sakit untuk berbagi cerita dengan Amel juga menjenguk Amel.
Dibawah alam sadar, gadis cantik menggunakan dress putih berjalan tanpa arah didaerah yang sangat sejuk, indah dan hijau banyak tumbuh tumbuhan hidup subur disana. Gadis cantik itu duduk dipinggir kolam ikan sambil bermain air.
"Tempatmu bukan disini sayang." Suara laki laki membuat gadis itu menoleh kebelakang matanya berkaca kaca melihat seseorang yang ada didepannya.
"Ronald!!" Lirih Amel lalu memeluk tubuh Ronald dengan erat.
"Iya ini aku, kamu ngapain disini?? Ini bukan tempat mu!" Ucap Ronald mengusap air mata Amel yang jatuh.
"Jangan egois sayang, kasihan Mommy kamu disana juga ada orang yang sangat menyayangimu!" Ucap Gadis lain dibelakang Ronald.
Gadis cantik sekitar berumur 12 tahunan menggunakan Dress putih sama sepertinya, memiliki wajah blesteran seperti orang belanda, dengan warna rambut bersembur pirang, senyuman manis dan tatapan mata yang sama seperti mommy nya, ya itu Ling ling kembaran Marisa. Ya kalau kalian tanya mengapa umurnya 12? Karena dulu Ling ling meninggal diusia itu.
"Tante Ling ling!" Ucap Amel memeluk Ling ling.
"Kembali lah, kasihan orang orang yang menunggumu!" Ucap Ling ling pelan.
__ADS_1
"Nggak tante, aku capek. Aku ingin ikut kalian berdua saja!" Ucap Amel kekeh.
Ling Ling melirik Ronald dengan mata berkaca kaca lalu mengangguk, Ronald mendekat kearah Amel dan ling ling, berdiri disamping kirinya, menggandeng tangan kiri Amel sedangkan tangan kanan digandeng ling ling. Mereka berdua membawa Amel ditempat penuh cahaya.
_______________________
tit.........................
Suara monitor pendeteksi jantung berbunyi panjang, membuat semua tercengo berhenti menangis.
brakk..
Seorang dokter masuk dengan tergesa-gesa masuk ruangan dan langsung memeriksa dengan wajah sendu dokter menggeleng.
"TIDAKK!!!"
MAAP DIGANTUNG DULU YEE.. AUTHOR KALAU KEBANYAKAN LIHAT HURUF DAN ANGKA DI KEYBOARD AGAK PUSING, SEE YOU NEXT TIME.. JAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE NYA.. YUHUU HAPPY READING..
__ADS_1