
Seorang dokter masuk dengan tergesa-gesa masuk ruangan dan langsung memeriksa dengan wajah sendu dokter menggeleng.
"TIDAKK!!!" Teriak Semuanya berlari mendekat keranjang Amel.
"Ngak sayang bangun, bangun keturunan mafia tak boleh kalah dengan kematian. Bangun!! janji mu nak janji kau tak kan meninggalkan mafia dan keluargamu nak.. hikss... hikss.. " Histeris Marisa sambil menggoyang goyangkan tubuh Amel.
"AMELL BANGUN MELL, LO BERCANDA KAN?? BANGUN.. KALAU LO NGGAK BANGUN, GUE BENCI LO!!" Teriak Aqilla histeris.
"Sayang!! Apa kau akan meninggakanku?? Apa keadaan disana lebih indah jadi kau pergi!!" Ucap Alshad terlihat sendu dan lemas.
"Sabar nak, tuhan lebih sayang Amel!" Ucap Mama Kania mengelus rambut sang putra.
"Putri ku jangan tinggalkan kami nak!" Pertahanan Ryan akhirnya goyah, Ryan menangis juga.
"DEKK!!! BANGUN!! LO SAYANG KAN SAMA KITA!! KENAPA LO MILIH DISANA, KENAPA DEKK!!" Teriak Lindra sambil meninju tembok sampingnya.
"Udah Kak, jangan gini!" Tutur Jenny yang juga sedang menangis.
"Nggak akan ku biarkan penyakit satu itu menyinggirkan kebahagian keluargaku!" Gumam Ryan Lirih tak terdengar sambil menghapus paksa air matanya.
__________________________
__ADS_1
Pemakaman Amel telah dilaksanakan dengan syariat agama, Marisa sangat terpukul saat putrinya ditelan tanah, dengan tangis terisak isak, ia masih bisa menahannya. Beda dengan Alshad ia tak mau melihat Amel masuk kedalam tanah, ia memejamkan matanya yang terus mengeluarkan air.
Pemakaman telah selesai satu persatu orang disana kembali ke pekerjaannya masing masing, kini tersisa Marisa, Ryan, Lindra, Alshad, Kania, Arga, Aqilla, Aurel, Yumna dan Nayshilla.
"Sayang, kamu memilih pergi dari pada sama mommy ha?? Apa mommy terlalu jahat??" Lirih Marisa mengusap nisan Amel.
"Sayang, kita bahkan baru saja jadian apa kamu lebih memilih bersama Ronald disana? Apa kau bahagia tanpa aku??" Lirih Alshad meremas tanah kuburan milik Amel.
"Mel kita nggak akan tinggal diam!" Ucap Yumna setelah reda tangisnya sambil bermain pisau lipat tersenyum smirk.
Mendengar penuturan Yumna, mata mereka semua berkilat menahan amarah, bahkan Marisa warna matanya berubah ungu, bukan Ling ling namun jiwa iblis nya telah bangun. Marisa berdiri mengeluarkan pistol yang ada dibalik jubahnya, melemparkan satu untuk Ryan.
Mommy akan berkuasa!!
"Hallo! Ku ambil alih kekuasaan, kirimkan 500 anak buah anggota 1 kirim di RG,B tunggu aku disana!" Ucap Marisa tegas lalu mematikannya sepihak.
dilain mobil Alshad juga menelphon anak buahnya.
"Hallo Bos!" Ucap Giselle.
"Lepaskan dia, biarkan dia kembali ke markas nya!" Titah Alshad dingin.
__ADS_1
"Tapi Bo- " Ucap Giselle disela Alshad.
"Tak ada tapi tapian, gue akan melakukan pembunuhan besar besaran!" Ucap Alshad dingin lalu mematikan ponselnya.
"Jika aku mati dimedan pertempuran, aku akan menyusulmu sayang." Ucap Alshad sambil tersenyum.
______________________
Giselle mendekati seorang gadis yang tangannya diikat, juga luka lebam disekujur tubuhnya akibat ia cambuk beberapa kali.
"Heh apa kau akan menyiksaku lagi??" Ucap Bella tersenyum.
"Bos baik hati dengan mu, ia melepaskan mu kali ini!" Ucap Giselle bermain katana.
Sringg... Sringg... brukk..
Giselle menebas tali yang mengikat kedua tangan Bella membuat Bella tersungkur dilantai.
"Pergilah sebelum bo berubah pikiran!" Ucap Giselle dingin.
"Bodoh!" Ucap Bella tersenyum smirk lalu pergi dari Markas milik Alshad.
__ADS_1
Bella terus berlari hingga sampai di markas RG,B semua mafioso tertunduk saat melihat Bella masuk.