
Liah kembali ke tempat duduknya dengan perasaan kesal, saat ini kelas IPA 5 sedang jamkos membuat para siswa siswi heboh sendiri.
Valley yang sedang main bola dibelakang bangku dengan Leo. Viani yang mendandani Dhoni persis kek bebek congek kecebur got. Neona dan Celsea yang sedang bermain game online diponselnya. Yang lain sedang bergosip ria dan konser milenium. Jangan lupakan si orang es yang tertidur di samping bangku Liah.
"Habis kemana lo? Kok nggak balik-balik?" Tanya Leo mengusap keringatnya yang keluar membuat para Siswi memekik tertahan.
"Hehehe Klinik bang!" Ucap Liah pelan menunjuk lutut nya yang diplester.
"Eh kok bisa? Sini gue periksa!" Ucap Leo menggendong Liah dan mendudukannya diatas mejanya. Lagi lagi membuat para siswi histeris melihatnya.
"Bang!!" Pekik Liah kesal.
"Sakit nggak?" Tanya Leo membuat Valley memutar bola mata jengah.
"Heh badak, adek lo bukan cabe-cabean yang sekali kena bentak nangis oy. Luka gini doang gak akan kerasa *****!" Ucap Valley kesal.
"Iya juga yak?" Ucap Leo lalu mengangguk dan bermain bola lagi.
"Kakak sinting!" Cibir Liah kembali ketempat duduknya.
Liah memperhatikan wajah Elang yang tertidur lelap menghadap kearahnya. Wajahnya sangat teduh dan menenangkan saat tidur, tak ada tampang datar, dingin, cuek dan galak. Namun, tenang dan menghanyutkan. Tak sengaja Liah melihat ada plester didahi Elang membuat Liah curiga, karena Elang menutupi sebagian dahinya dengan pony. Satu nama yang ada dibenak Liah sekarang.
Snow White!
__ADS_1
Tangan Liah mendekat kearah dahi Elang untuk melihat detailnya. Namun,
Hap!
Elang menangkap tangan Liah walau dia memejamkan mata, hal itu membuat Liah melongo terkejut.
"Mau apa lo!" Liah meneguk susah payah salivanya karena nada bicara Elang sangat dingin.
"Snow White!" Gumam Liah tanpa sadar.
"Maksud lo?" Tanya Elang datar tanpa ekspresi.
Liah menjadi bingung sendiri, mungkin dia salah orang karena wajah Elang sangat tidak menunjukan terkejut atau apa pun.
Hening!
Kelas tiba-tiba mendadak hening, bahkan suara jangkrik juga tidak terdengar, Namun,..
"CIEEE.. PAJAK JADIAN OYY.. PEGANGAN TANGAN MULU!!" Sorak seisi kelas membuat Elang dan Liah menoleh tangan mereka yang masih saling berpegangan.
"Ciee.. lu naksir ya sama gue? Sampe sampe nggak ngelepas tangan gue?" Ledek Liah membuat Elang melepaskan tangan Liah.
"Apaan sih lo!" Ketus Elang.
__ADS_1
"Atututu.. baby marah ya.. kalau suka bilang aja!" Goda Liah makin semangat.
"Gak! Gak bakal suka sama lo!" Ucap Elang masih seperti tadi.
Ketus!
"Oh gitu, gue bakal buat lo narik kata-kata lo!" Ucap Liah tersenyum manis dan ingin mencolek dagu Elang.
Plak!
Tangan Liah ditepis kasar oleh Elang membuat Liah tertawa terbahak bahak.
"Gak akan!" Ketus Elang lagi.
"Kita lihat aja!" Ucap Liah makin senang menggoda Elang.
Sejak tadi Liah menggoda Elang habis-habisan, menurutnya wajah Elang saat kesal sangat lucu. Karena Elang kesal, dia berdiri lalu duduk disebelah Diego dan Regata.
"Oi Elang, habis ini kagak jomblo nih!" Goda Diego.
"Pala lo!" Ketus Elang.
"Kalau suka bilang aja sih Lang!" Goda Regata mencolek dagu Elang.
__ADS_1
"Paan sih lo jijik gue!" Ketus Elang lalu bermain cacing cacingan diponselnya.