
Liah benar-benar tak bisa menghilangkan senyum merekahnya, dia dari tadi melamun di UKS sendirian sambil tersenyum manis. Tak lama dia tersadar dan menggelengkan kepala. Dari pada disini senyam senyum lebih baik ke kelas, ntar kalau ngelamun disini dikira ketempelan demitnya suntik sapi. Begitu kira-kira pikir Liah.
Dengan semangat 45, Liah berjalan menuju kelas dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajahnya, dia bahkan tak menghiraukan fitnahan yang terjadi disekolah karena ulah Elang. Didepan kelas, Liah tersenyum melihat Elang yang memalingkan wajah karena mengetahui dirinya masuk kelas.
Liah masuk kelas dengan senyum manis membuat bu Sara bergidik ngeri, dipikiran bu Sara, apa Liah sekarang belok haluan sampe natap dia kek gitu?. Liah terkekeh kecil melihat ekspresi bu Sara.
"Santai bu, saya nggak belok haluan. Calon suami saya ganteng kok hihihi!" Ucap Liah nyinyir membuat seisi kelas tertawa.
"Ada ada aja kamu, yaudah sana duduk!" Ucap Bu Sara pelan.
Liah bingung dengan sikap Bu Sara hari ini, dia tak marah walau telat masuk kelas, "Lah bu, saya nggak dihukum?" Pertanyaan tersebut membuat Bu Sara mendelik.
"Apa apaan kamu ini, kalau dikasih hukuman ngeluh, nggak dikasih hukuman, malah nanya. Mau kamu apa sih?" Ucap Bu Sara tak habis pikir.
"Mau saya Elang bu hehehe!!" Ucap Liah cengengsan makin membuat Elang salting.
Bu Sara mendelik, "Jangan macam macam!" Ucapnya tajam.
"Bercanda aela, lagian kapan sih saya nggak pernah ngejalanin hukuman yang ibu kasih!" Ucap Liah kesal.
"Bodo amat, sekarang kamu duduk. Saya nggak mood berantem sama kamu!" Ucap Sara dihadiahi cengiran oleh Liah.
Liah tertawa cekikikan didepan kelas, "Ih si Bu Sara kek gajah bengek mau beranak aja, pake mood segala!" Ucap Liah membuat Sara bingung.
"Emang gajah bengek kalau lahiran gimana?" Tanya Bu Sara yang kepancing dengan ucapan cabe si Liah.
__ADS_1
"Ya gitu bu, kalau mood ya beranak, kalau nggak mood juga beranak. Kek ibu!" Ucap Liah tertawa puas, membuat Bu Sara naik pitam dan menjewer telinga Liah.
"Berani ya kamu sama saya??"
"Apaan sih bu, saya bicara sesuai fakta!" Bantah Liah menahan sakit.
"ELANG, KAMU SAYA JOMBLANGIN SAMA LIAH. BIAR LIAH TOBAT!!!" Teriak Bu Sara membuat Elang tiba-tiba tersenyum membuat para ciwi berteriak.
"Hiaaaa... kalau senyum manis banget!"
"Kyaa.. bang Elang masa depan gue!"
"Gue hamil anak nya juga mau!!"
Kalau kaum adam yang berkomentar,
"Gantengan juga gue!"
"Suer dah, para cewek matanya kemasukan kecebong."
"Elang kampret, semua digebet!"
"Liah masa depan gue dicolong anying!"
Elang tersenyum kemudian berdiri menuju depan, "Maaf ya bu, piaraan saya emang suka kelepasan!" Ucap Elang tersenyum manis sambil menarik tangan Liah menuju tempat duduk.
__ADS_1
Para ciwi yang berteriak langsung bungkam dan memayunkan bibir, Valley mengepal tangannya, tak bisa dipungkiri kalau dia menyukai sahabatnya sendiri. Sedangkan Leo, dia menggelengkan kepala melihat tingkah absurd adik kembarnya.
Liah langsung duduk disamping Elang dengan wajah berbinar, dia selalu tersenyum sambil memandangi Elang dari samping membuatnya salting.
"Ngapain lo lihat gue kek gitu?" Ketus Elang tanpa menengok.
"Kangen sama lo!" Balas Liah tertawa puas melihat wajah Elang yang memerah.
"Rese lo!" Ketus Elang yang menutupi wajahnya dengan buku tugas nya.
"Hahaha.. Lang, hadap sini deh. Tadi ada nyamuk dimuka lo!" Ucap Liah tersenyum jahil.
Elang membuka bukunya dan menghadap ke Liah,
Hap,
Liah menangkup kedua Pipi Elang sambil tertawa bahagia, "Nggak jadi ditampol lah, nyamuknya ganteng hahaha!!!" Liah tertawa puas saat melihat wajah Elang yang memerah.
Elang melirik Liah dari ekor matanya sambil tersenyum tanpa sepengetahuan siapa pun.
"Gue sayang sama lo!" Bisik Elang lembut, membuat Liah menghentikan tawanya kemudian melihat Elang serius.
"Tapi boong hahahaa!!" Kini giliran Elang yang tertawa penuh kemenangan melihat wajah Liah yang dongkol.
"Rese banget sih!!" Gerutu Liah menggembungkan pipi.
__ADS_1