Iam Queen Mafia Girl

Iam Queen Mafia Girl
SEASON 3~SENJATA MAKAN TUAN!


__ADS_3

Sesekali Liah menyipitkan mata saat sinar matahari membuat pendangan nya sedikit memburam. Sesekali pula dia beralasan menggaruk tubuh nya yang tak gatal saat tangan nya terasa kram karena terlalu lama hormat. Dia melirik cowok rese nan dingin didepan nya dengan dalam hati mengumpat sumpah serapah untuk makhluk bernama Elang!


"Oi toge! ngapain lu disana? pengen jadi kerupuk udang ye!!" Liah rasanya ingin menampol tuh wajah Valley dengan kobokan.


"Kerupuk pale lu peang!" Sinis Liah melirik kesal ke Elang, sedangkan yang dilirik nampak menggedikan bahu acuh.


"Kasihan si cicak, baru pertama kali masuk dah kena hukuman bae lu tong!" Ucap Viani tiba-tiba ikut nimbrung.


"Eh Julaeha, beliin sohib nya minum kek!" Ucap Liah masih tetap diposisi awal.


"Enak banget dah lu, punya kaki berangkat sendiri!" Ucap Neona membuat yang lain mangut-mangut.


"Sungguh tega pengantin baru..


"Gak usah drama! Bay!" Ucap Celse ketus lalu pergi membuat Liah mendengus kesal.


"Selamat berjuang babii wkwkwk!!" Ledek Valley lalu pergi.


"Awas lu Valley sialan!!" Umpat Liah menghentak hentakan kakinya.


Elang tanpa banyak bacoet dia berdiri dari duduknya lalu berjalan menjauh dari Liah yang masih terheran-heran akan sikapnya dilapangan. Tak lama setelah kepergian Elang pun bel berbunyi membuat Liah senang.


"Subhanallah, tuhan semoga kecantikan Liah nggak berkurang walaupun terkena sinar matahari!" Ucap Liah mendramatisir lalu mencari kelasnya lewat Google Play Store!


Gaul banget tuh sekolah?


Kagak, dia nanya Zeka leuwat puonsel nya hehehe tadi malam minta bantuan sama Marisa. Yah berarti firasatnya Liah tembus tuh kalau pagi ini bakal dihukum sama es berjalan!


Dia berjalan-jalan santuy menuju kelas bebek congek, dia juga membuka kamus sumpah serapah dihp nya untuk dihafalkan dan diucapkan pada saat bertemu Elang. Dengan alasan, bacoet is life!


Kelas 11 IPA 5!


Tok.. tok.. tok..


"Pagi bu!!" Sapa Liah ramah sambil nyelonong masuk sebelum diberikan izin.


Anak sapo seh?


"Pagi juga, kamu anak baru yah?" Liah mengangguk sebagai jawaban untuk pertanyaan Bu Guru canteq tapi canteqan gue.


"Yaudah perkenalkan nama kamu sekarang!" Titah nya diangguki Liah.

__ADS_1


"Merliah Calissta Camellya! Salam kenal!!" Liah tersenyum manis membuat para buaya jingkrak-jingkrak kek menang undian bank sebesar 20 rebu.


"Saoloh neng, duduk sama abang ye!"


"Guelis pisan dedeh!"


"Manisnya bat, buat stok gula 2 tahun kagak abis ini!"


"Jodoh gue tuhan!"


Liah hanya tersenyum menanggapi ucapan teman sekelasnya, dia mengedarkan pandangan nya ternyata dia sekelas dengan es batu bebek congek?


Elang!


Senyuman Liah memudar berganti dengan tatapan tajam untuk Elang yang ada didepan Leo, sang kakak kembar. Dan tak lupa senyum jahil Valley, Neona, Viani dan Celsea.


Bangke kelas gue macam tayi!


"Okeh nama ibu Sara Wijayanti, untuk kamu Merliah, kamu boleh duduk disebelah Elang. Elang angkat tangan kamu!" Titah Bu Sara Wijayanti hihihi.


Bukan Sara Wijayanto yee..


Elang dengan malas mengangkat tangannya dengan wajah datar nan dingin nya, Liah sempat mengumoat sumpah serapah yang baru saja dihafalkannya dengan pelan.


Liah duduk disamping kanan Elang yang ada dibangku tengah tak terlalu depan dan tak terlalu belakang dan dipinggir jendela. Liah tak sengaja menemukan buku atas nama Deandra Elang, dia tersenyum smirk.


Tanpa sepengetahuan Elang, gadis cantik nan rese tersebut menggambar sesosok guru cewek yang gemuk dan rambut panjang sebelah lalu menulis sebuah kalimat. 'Guru Bengek 2020 so Like'. Liah tertawa cekikikan lalu membuka bukunya lebar lebar diletakkan didepan Elang.


Mata Elang membulat sempurna "Maksud lo apa hah?" Bentak Elang pelan agar tak di dengar guru.


"Lo nuduh orang ye.. buku buku lo sendiri ngape nyalahin orang. Dosa, kena azab cewek cakep mamp*s lo!" Ucap Liah ketus lalu tidur menghadap keluar jendela.


Sara yang tak sengaja melihat Elang merobek selembar kertas dan meremasnya pun kesal dan menghampiri meja Elang.


"Kamu nggak memperhatikan pelajaran saya hah?" Bentak Sara.


"..."


"Apa yang kamu sobek tadi, coba ibu lihat!" Mata Elang membuka sempurna, bisa bisa jadi peyek goreng cap badak duduk kalau ketahuan.


"Eng.. itu.. itu catatan matematika bu!" Ucap Elang gagu, dalam hati Liah tertawa senang.

__ADS_1


Sara merampas gumpalan kertas tersebut lalu melihat apa yang ada disana, matanya terbelalak melihat isi dari kertas tersebut.


"ELANG!! KAMU MAU JADI REMPEYEK GORENG SAMA SAYA HAH?!" Teriak Sara membuat seisi kelas tertawa.


"Itu bukan gambaran saya bu.. itu gambarannya Liah!" Ucap Elang menunjuk Liah yang pura-pura tertidur.


"Jangan nuduh kamu, jelas-jelas dia lagi tidur nyalahin orang -Eh LIAH!! KAMU DARI TADI TIDAK MEMPERHATIKAN SAYA!" Ucapan Sara langsung naik 7 oktaf membuat Liah langsung terperanjak bangun dari drama nya.


"APA? eh.. saya perhatikan kok bu tadi.. soalnya saya tadi pusing banget bu..!" Ucap Liah mendramatisir.


"Bilang pusing kok langsung bangun sehat wal afiat!" Bantah Sara lagi.


Anjerr.. ini guru apa cenayang sih.. dasar gara-gara toge goreng nih! Batin Liah kesal.


"Allhamdulilah bu, tuhan mengabulkan do'a anak cakep. Ye nggak!?" Ucap Liah cengengesan membuat Elang dan Sara menatap tajam kearahnya.


"Yee.. santuy lah bu.. ntar mata nya keluar loh!" Sara membelalakan mata melihat spesies langka macam Liah. Tidak punya urat malu sama sekali.


"IBU NGGAK MAU TAU, SEKARANG KAMU SAMA ELANG LARI LAPANGAN 5 KALI!! KHUSUS ELANG DUA KALI LIPAT!" Hardik Sara tajam lalu kembali kedepan.


Senjata makan tuan!


Liah memelas pada buaya-buaya yang ada dikelas, bahkan Leo dan Valley memalingkan wajahnya karena tidak mau melihat wajah memelas milik Liah. Para buaya yang terpangeruh pun tak tega dan protes.


"Bu jangan lah kasihan Liah, nanti kalau cantik nya ilang gimana?"


"Iya bu, lari lapangan 2 kali aja udah cukup!"


"Iya bu!!"


Tau kan suaranya Kucing?


"Meong...


Kalau suara buaya?


"Assalamualaikum ukhti!!


Bangke buaya darat!!


Dan banyak lagi bacoetan dari anak anak laki laki dikelas, sedangkan para cewek mencebik kesal. Liah tersenyum miring kearah Elang.

__ADS_1


"Baiklah Liah hari ini toleransi buat kamu, lari lapangan 2 kali!" Finish Sara membuat Liah jingkrak jingkrak senang.


"Kita impas!" Cibir Liah lalu keluar disusul Elang.


__ADS_2