
Gadis cantik berumur 8 tahunan itu masih menikmati tidur cantiknya, dia tidur dengan nyenyak. Hal yang membuatnya jengkel adalah saat alarm miliknya bunyi dia tak segan segan membunuh Alarm tersebut.
Kringgg... Kringgg..
"HEE KURANG AJAR!!" Teriaknya spontan lalu menendang alarm miliknya hingga terbentur tembok.
Pyarrr!!!
"Dih mati ternyata, huh dasar lemah!" Ucap gadis itu dengan lucunya.
Dorr!! Dor!! Dor!! Dor!!
"ADEK UDAH BENGUN BELUM, KITA DISURUH MAMA TURUN!!" Teriak seorang anak laki laki sambil mengedor gedor pintu kamar adiknya.
"AMPUN KAK, ADEK UDAH BANGUN!" Balas gadis itu juga berteriak keras.
Tak ada sahutan teriakan kembali, semua kembali tenang, Gadis itu berdiri lalu masuk kamar mandi tapi dia berbalik badan lagi sambil terkekeh.
"Anak cantik, nggak usah mandi tetep cantik wkwkwk!!" Ucapnya dengan lucu lalu mengambil bedak.
Dia menyisir rambutnya, memakai bedak bayi, mengganti bajunya lalu menyemprot minyak wangi aneka buah ketubuhnya lalu kembali tertawa.
"Hahaha ini hikmahnya jadi cantik hihihihi!!" Ucapnya Nyinyir lalu keluar.
__ADS_1
Gadis itu turun dengan santainya menuju meja makan disana ada Mama, Papa, saudara kembarnya tentunya sedang duduk menunggu dirinya.
"Pagi Mama, Pagi Papa, Pagi Kak!" Ucap gadis itu dengan manis.
"Pagi Sayang, Pagi adek!" Balas mereka sambil tersenyum
Semua dimeja makan memunjukan senyum termanis, kecuali sesosok
pria yang wajahnya masam. Iya, dia adalah Alshad Argadinata.
"Mama suapin ya?" Ucap Gadis mungil tersebut dengan manjanya dan menjulurkan lidah kearah Alshad.
"Hei, No. Harusnya yang dimanja Mama kamu itu Papa Merliah Calissta Camellya!" Ucap Alshad ketus.
"Mama Lihatlah Papa katus sama Liah!" Adu Merliah sambil memeluk Mamanya.
"Tuh kan dasar anak setan!" Cibir Alshad pelan, namun bukannya marah Liah malah menjulurkan lidahnya kearah Papanya.
"Memangnya Papa selalu manja ya sama Mama?" Kini si anak laki laki bersuara.
"Iya, dan gara gara adikmu itu Papa harus membagi Mama untuk Mu dan Liah." Ucap Alshad kesal.
Anak laki laki itu teringat akan perkataan Tante nya kemarin sore saat berada dirumah nya.
__ADS_1
Leo, jangan biarkan Papa mu menggoda Mama mu ya. Lihatlah mereka tidak memperdulikanmu dan adikmu!~Kayla menghasud Leo dan Liah, walau atas dasar candaan.
"No! Ini tidak bisa dibiarkan! Mama harus sama Leo dan Liah!" Batin anak laki laki itu.
"Mama nanti malam tidur dikamar Liah ya sama Leo juga!" Ucap Leo mendekati Mamanya.
"Heh, apa? tidak bisa!" Bantah Alshad.
"Udahlah Kak, sama anak sendiri kok cemburu!" Ucap Amel menggelengkan kepalanya.
"Mama Cemburu itu apa?" Tanya Liah sambil mengunyah makanan.
"Eh, itu.. emm apa ya.. ehh!!" Amel bingung bagaimana mau menjelaskannya pada anak seusia Liah.
"Cemburu itu, saat orang yang adek sayang deket sama yang lain!" Jelas Leo membuat Amel membelalakan mata.
"Oh, berarti Liah kemarin cemburu dong lihat Kak Leo sama Kak Viona!" Ucap Liah mengangguk angguk.
"Ehh?? Kalian bicara seperti ini diajari siapa?" Ucap Amel bingung.
"Papa!" Balas Liah dan Leo sedangkan Alshad sudah berlari entah kemana pergi nya.
"KAK ALSHAD!!" Teriak Amel menggema seluruh mansion membuat dua bocah tersebut tertawa.
__ADS_1
"PAPA!!" Bahkan mereka ikut ikutan berteriak, Suara cempreng milik Liah membuat gendang telinga siapapun sakit.
Memdengar teriakan Liah dan Leo membuat Amel tutup telinga.