Iam Queen Mafia Girl

Iam Queen Mafia Girl
KOPI SEASON 2~REVISI


__ADS_3

"Gue turut berduka, kita makan siang sekarang ya?" Ucap Bryan diangguki Alshad.


Tanpa disadari dibelakang mereka ada gadis berambut hitam sedikit kecoklatan memakai masker sedang tersenyum mendengar percakapan dua orang tersebut.


*


Alshad kembali saat hari sudah sore mungkin pukul 16.00 WIB. Dia berjalan menuju perusahaannya kembali karena mungkin nanti dia akan lembur. Tapi saat diperjalanan Alshad merasa ada seseorang yang mengikuti nya dari belakangnya saat menoleh tak ada siapa siapa, dia langsung bergegas menuju perusahaannya.


"Gila dia siapa sih, ngikutin mulu!" Gumam Alshad lalu mengembil ponselnya.


tut.


"Hallo bos, ada apa?" Tanya Giselle tangan kanan dari gangaster milik Alshad.


"Gue mau lo nyelidikin siapa yang ngikutin gue akhir akhir ini!" Ucap Alshad di telpon.


"Oke bos kalau ketemu kita apakan?" Tanya Giselle lagi.

__ADS_1


"Jangan kau apa apakan kalau sampai tergores sedikit kau tau akibatnya dan satu lagi kau hati hati karena dia bukan sembarang orang!" Ucap Alshad mewanti wanti entah mengapa dia tak mau jika seseorang itu terluka.


"Baik bos!" Balas Giselle lalu mematikannya sepihak.


tut.


Kini pikirannya benar benar dicampur aduk oleh seseorang yang selalu menghampiri hidupnya, ingin minum minuman berarkohol namun ia takut jika berbuat diluar nalar namun jika tak minum pula ia makin frustasi. Jalan satu satunya adalah kopi. Saat ini pukul 19.30 WIB Alshad telah selesai mengerjakan segalanya.


"Mitha tolong bawakan secangkir kopi keruangan saya segera!" Ucap Alshad di tombol bantuan.


Setelah itu ia menunggu Mitha membawakan kopi dia menyenderkan kepalanya di kursi sambil memutar mutar kursinya karena bosan, tak lama Mitha datang membawa secangkir kopi dengan senyum lebar.


"Ah tidak perlu kau boleh kembali!" Ucap Alshad tanpa curiga meminum habis kopinya.


Tak lama setelah meminum kopi dari Mitha kepala Alshad sedikit pusing dan kesadarannya hampir tak terkendali. Mitha tersenyum manis lalu mendekati bos nya, Mitha duduk dipangkuan Alshad menyentuh dada bidang Alshad dengan jari kotornya. Alshad masih punya sedikit kesadarannya ia memegang tangan Mitha yang menyentuh dadanya ia tak ingin membuat masalah baru.


"Apa bos mau bermain denganku malam ini?" Tanya Mitha dibuat semanja mungkin.

__ADS_1


"..."


Diam tak bergeming adalah pilihan Alshad, ia tak mau jika ia akan kehilangan kendali saat ini tubuhnya terasa panas apalagi melihat tubuh Mitha. Sebisa mungkin dia menahannya, namun ia makin tersiksa lama kelamaan dia pingsan. Mitha makin tersenyum senang entah apa saja obat yang dicampurkan ke minuman Alshad sehingga membuatnya seperti ini. Mitha membawa Alshad ke kamar yang ada diruangan Alshad membaringkannya perlahan di kasur empuk. Saat ia ingin membuat seolah olah dia korban pemerkos*an oleh bos nya sendiri. Ia membuka kancing bajunya. Namun, tepat saat ia ingin membuka pakaian Alshad tiba tiba ada suara seperti mengetuk pintu.


tok..


tok..


tok..


Dengan terpaksa Mitha mengintip seseorang yang mengetuk pintunya.


"Tidak ada siapa pun disini!" Ucap Mitha pelan lalu berbalik dia terkejut saat ada gadis sedang tersenyum melihatnya.


"Kau bodoh menggoda bos mu sendiri!" Ucap Gadis itu mencondongkan pisau lipat ditangannya sambil menyeringai.


"Kau jangan coba coba mendekat atau kau mati!!" Ucap Mitha sedikit ketakutan berjalan mundur.

__ADS_1


"Hahaha kau mencoba membunuhku baby??" Ucap Gadis itu makin tertawa senang.


"Alshad tolong!!" Teriak Mitha histeris.


__ADS_2