
Alshad yang telah siap dengan pakaiannya ia langsung pamit kepada keluarganya lalu masuk mobil bergegas menuju Caffe yang alamatnya dikirimkan oleh seseorang itu. Sesampainya disana ada seorang gadis duduk dikursi sendirian menggunakan masker melambaikan tangannya kearahnya. Alshad menunjuk dirinya sendiri dan diangguki oleh gadis itu.
Alshad duduk berhadapan dengan gadis itu, gadis itu sangat cantik walau hanya terlihat dari kedua matanya.
"Okeh, siapa kamu sebenernya dan apa tujuan kamu ngikutin aku selama ini!" Tanya Alshad to the point tanpa mengalihkan pandangannya ke manik mata gadis itu.
Gadis itu menunduk lalu melepas maskernya, Alshad tak begitu tau siapa dia karena wajahnya tertutup poni panjang saat dia mendongakkan wajahnya hati Alshad sungguh bahagia.
"Cuma dua alasanku, pertama orang tua dan kedua kamu!" Ucap Gadis itu lalu tesembari merentangkan tangannya.
"Apa kau tak merindukan ku?" Tanya Gadis tadi sembari menurunkan tangannya.
"No, I Miss you sayang!!" Ucap Alshad mencegah tangan gadis itu lalu memeluknya.
Alshad meneteskan air mata bahagia melihat siapa yang ada didepan matanya, gadis yang sudah ia tunggu hampir 4 tahun ini kembali. Ya dia adalah Amel Violettha Fariiqueen. Gadis cantik yang senang melawan kematian.
"Amel kenapa aku merahasiakan ini semua?" Ucap Alshad sambil meneteskan air matanya.
__ADS_1
Amel memberi jarak antara dia dan Alshad, mengusap air mata Alshad secara perlahan lalu tersenyum.
"Jangan nangis, aku jadi sedih!" Ucap Amel kembali memeluk Alshad.
"Nggak, kamu selama ini kemana aja sih?" Tanya Alshad dengan nada manja.
"Oh ayolah dimana Presdir yang pintar, baik, stay cool, and punya organisasi pelindung jadi seperti anak kecil?" Ucap Amel sambil mengejek.
"Bodoamat yang penting kamu ada disini!!" Ucap Alshad kekeh membuat Amel tertawa.
"Kamu masa nggak ngenalin aku sih, padahal aku udah kasih banyak petunjuk yang aku buang loh!" Ucap Amel pura pura ngambek.
Mereka melepas rindu dicafe RA sampai sore bahkan Alshad tak melepas Amel sekalipun mereka mirip ibu dan anak yang merajuk tak dibelikan mainan, hingga membuat Amel geleng geleng kepala oleh Alshad yang sifatnya seperti anak kecil, Manja.
Mereka kali ini menikmati indahnya senja diatap Caffe RA. Mereka duduk tanpa alas sekalipun, Amel bersandar di dada bidang Alshad dan Alshad menyenderkan kepalanya di bahu Amel.
"Kalau pun ini mimpi aku nggak mau bangun biarkan kita seperti ini selamanya!" Ucap Alshad sendu.
__ADS_1
"Ini bukan mimpi, ini diriku yang asli!" Ucap Amel tersenyum.
cup.
Alshad mencium pipi Amel sekilas lalu tersenyum dibalas senyuman pula oleh Amel.
"Untuk yang ini, saat sudah halal saja!" Ucap Alshad sambil mengusap usap bibir Amel.
"Hahaha kamu bisa aja!" Ucap Amel terkekeh kecil lalu memeluk tubuh Alshad yang selama ini ia rindukan.
"Oiya kita belum makan, makan yuk aku suapin!" Ucap Amel diangguki penuh semangat oleh Alshad.
Mereka pun memesan makan, lalu sesuai janjinya Amel menyuapi Alshad sekali kali ia menjahili Alshad juga. Saat sudah selesai Alshad dan Amel bercanda dan berbincang sedikit.
"Okeh jadi seberapa jauh kamu mengira aku masih hidup?" Tanya Amel sambil menarik turunkan alisnya.
"Okeh yang pertama adalah...
__ADS_1
Muehehehew gantung dulu oke, sesuai janji aku, ku balikin tuh Amel nya jadi kalian juga jangan lupa like dan komentarnya yaπ..
Love u allππ