Iam Queen Mafia Girl

Iam Queen Mafia Girl
Season 3~IKANNYA MENGGELEPAR.


__ADS_3

Jarum jam menunjukan pukul 13.30 WIB yang menandakan bahwa jam mata pelajaran terakhir akan segera dimulai. Dikelas IPA 4, kini terjadi pergantian mapel yang semula kelas Fisika menjadi kelas memasak.


Semua murid IPA 4 masuk ke kelas Tata Boga yang ada dipojok pinggir Kelas IPS 1. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok, dan kebetulan Liah berada dikelompok yang sama dengan Elang. Yaitu, Elang, Liah, Azura, dan Valley. Sedari tadi Liah merasa canggung karena Elang dan Valley saling memberikan tatapan tajam.


"Kalian kenapa sih, punya hutang?" Celetuk Liah asal membuat keduanya menoleh.


"Bukan." Jawab mereka serempak membuat Liah heran.


"Terus, kalian kenapa??" Tanya Liah lagi.


"Gara-gara lo!" Jawab mereka bersamaan lagi dan langsung membuang muka.


"Kok gara-gara gue sih?" Kesal Liah tidak terima.


"Udahlah Liah, kek gak tau cowok aja." Lerai Azura kemudian memegang pisau buah.


Liah sedari tadi melihat pisau buah yang ada digenggamannya saat ini, rasanya seperti ada yang mendorong untuk menusuk kan pisau itu ke Azura. Liah pun menggeleng kemudian menepis semua pikiran yang berasal dari ego nya tersebut. Elang yang menyadari kalau kelas memasak ada pisau pun menepuk jidat.


"Gue lupa kalau Liah sudah seperti psycopath girl! " Gumam Elang dalam hati.


"Tahan, gue tau lo pasti bisa!" Bisik Elang membuat Liah meletakkan pisaunya kemudian tersenyum.

__ADS_1


"Gue tau, tapi rasanya gue udah lama gak ngerasain blood." Ucap Liah sedikit berbisik.


Elang menggenggam tangan Liah membuat Valley mengepal tangannya kuat kuat. Dia berjalan kearah Elang dan Liah kemudian melepas ikatan jari mereka, membuat Elang mendengus kesal.


"Bantuin gue ngupas bawang ya?" Tanya Valley sambil menggenggam tangan Liah.


Liah mengangguk sambil tersenyum, "Iya, tapi gue gak jamin gue bisa!" Ucap Liah terkekeh kecil.


Elang pun menjadi geram kemudian menarik Liah kepelukannya, "Ada Azura, minta bantuin sana." Ketus Elang membuat Liah geleng-geleng kepala.


"Okeh anak anak, ibu ingin memberikan sebuah informasi untuk nilai praktek. Nilainya berasal dari tata cara menggoreng ikan, karena ikannya masih hidup, kalian harus bisa untuk membersihkannya!" Jelas Bu Nazala.


"Baik bu,"


"Kok ada bayam, emang bayam buat masak ikan?" Gumam Liah sambil membolak-balikan selada.


Elang terkekeh melihat Liah yang menyebut Selada adalah Bayam. Dia mengusap kepala Liah perlahan.


"Lo gak pernah masak atau gimana sih?" Ucap Elang sambil tertawa.


"Hohoho.. gue biasanya masak," Ucap Liah bangga.

__ADS_1


"Masak aer!" Tambah Liah kecut, membuat Elang tertawa.


"Kok ketawa sih, itu hebat tau. Gue juga pernah goreng telur mata sapi juga." Ucap Liah kesal.


"Mana ada goreng telur mata sapi, mata kambeng itu iya!" Sahut dongkol dari meja sebelah, meja Viani. Membuat Elang makin gemas.


"Diem woy!!" Ketus Liah.


"Kalian kalau mau pacaran gak bakal selesai ini masakan!" Cibir Valley membuat Liah dongkol.


"Dasar jomblo ngiri mulu!" Sinis Azura mendapat tatapan tajam Valley.


"Yaudah, lo bersihin ikannya aja. Lo kan suka sama pisau!" Ucap Elang memberikan pisau lipat yang ia dapat dari Leo tadi.


Mata Liah berbinar melihat pisau lipat tersebut, Elang hanya menggelengkan kepala kemudian meletakkan ikan yang masih hidup dibaskom. Setelah itu Elang meninggalkan Liah untuk membersihkan selada dan timun untuk hiasan. Entah apa saja yang dilakukan Liah, hingga membuat seisi kelas melihatnya.


"ELANG,, MINYAKNYA MUNCRATT!!" Teriak Liah histeris membuat Elang terkejut dan melihat wajan.


"ASTAGA!!" Pekik Elang mematikan kompor.


Elang mentap tajam kearah Liah, seakan tau, Liah menjelaskan semuanya,

__ADS_1


"Tadi ikannya kasihan gak bisa nafas, gue masukin aja ke minyak panas. Tapi dia makin menggelepar!"


__ADS_2