Iam Queen Mafia Girl

Iam Queen Mafia Girl
Season 3~TERJEBAK DI GUDANG BERSAMA.


__ADS_3

Liah duduk dibangkunya dengan wajah ceria seperti biasa, dia tak ambil pusing untuk alasan Elang. Saat ini mata pelajaran Bu Kartika si guru bahasa yang dapat dikategorikan sebagai guru terkiller ke 2 disekolah ini. Dia membuka tas, mengambil buku dan pulpen. Tak disangka dia tak membawa kotak pensil. Liah menengok ke pintu saat Elang datang dengan rambut acak acakan membuat Liah makin kesal dan berubah dongkol.


Elang duduk setelah diperbolehkan oleh Bu Kartika, Elang melihat Liah yang kebingungan karena tidak membawa pensil.


Liah Pov.


Ck, Pake gak bawa kotak pensil lagi. Eh salah, kotak pulpen. Kalau bu Kartika tau, bisa koid gue hari ini. Mau pinjem Elang tapi gue lagi marahan sama dia, kan gak lucu kalau ngebaikin cuma pen pinjam pensil.


Apa gue pinjem mak sumi arang yah?


"Hoi Nas, pinjem pulpen satu oi!"


"Apa? Pinjem? pulpen gua aja yang kemarin kagak lo balikin bang!" Cibir Nasya berbisik.


"Ish.. lo itu kagak solid banget sih!"


"Yah lo lagian, kotak pensil lo isinya ada sepuluh pulpen.. yah walaupun hasil nyolong semua sih!!" Ucap Nasya mengungkit aib gua.


Bangke, punya temen kagak ada akhlak!


"Kok lo ngungkit aib gue sih Nas!" Kesal gue namun dia sengaja menulikan telinganya.


Moga-moga tuli beneran deh lu!


"Nih!" Gue melihat atas buku gua ada pulpen satu, gue duga itu dari Elang.


"Gak butuh!" Ketus gue memalingkan wajah.


"Daripada lu dihukum Bu Kartika!" Balasnya setelah mengambil nafas panjang.


"Gak peduli!" Singkat gue datar membuat dia kesal dan tersulut emosi.


"Lo kenapa sih, punya gebetan baru? Dasar cewek murahan!!" Bentaknya dengan nada tinggi.


"Lo apa-apaan sih, lo gak ada hak buat nanya nanya masalah pribadi gue. Dan lo apa ada hak buat ngomong gue cewek murahan ha? Lo siapa gue, kakak bukan, pacar bukan, suami bukan, ayah bukan." Bentak gue ikut ikutan.


"ELANG, LIAH, KALIAN KALAU ADA MASALAH JANGAN DIBAWA KESEKOLAH!!" Bentak Bu Kartika emosi.


"Ah, percuma ngomong sama orang bngsd!!" Kesal gue lalu keluar kelas.

__ADS_1


Gue duduk ditaman, termenung sendirian. Gue tadi denger sekelebat suara pecahan kaca dari toilet, tempat Elang masuk tadi.Gue penasaran sih, tapi harga diri gue lebih tinggi.


"Huftt.. kan niatnya gue cuma mau ngerjain Elang!!" Kesal gue menendang batu batuan didepan gue.


"Kek bau darah?? "


Karena jarak gue dari toilet dekat, jadi apa pun yang ada didekitar pun terdengar dan tercium. Kali ini gue bener bener khawatir akan keadaan Elang saat ini. Gue memutuskan untuk bergerak menuju tempat Elang.


Pov End.


Liah berjalan mengendap endap menuju toilet pria, matanya membulat sempurna, mulut yang terbuka dan segera ia tutup dengan kedua tangannya. Dia terkejut saat Elang pingsan yang terpengaruh obat tidur, tangannya berdarah dengan serpihan kaca pecah menempel disela sela tangannya.


Beberapa siswa yang ada disana bertos ria, kemudian 2 orang pria menarik tangan Elang yang sudah terikat menuju gudang. Elang sempat bangun dan memberontak, namun sia sia. Dia tak pernah membawa pisau lipat saat disekolah.


"Heh ngapain lo disana!!" Ucap salah satu pria dibelakang Liah membuatnya terkejut.


"Eh eh, kagak bang. Damai.. gue kagak ada maksud terselubung, udang dibalik bakwan bang!!" Ucap Liah cengengesan membuat pria tersebut kesal.


"Lo pacarnya cowok yang ada digudang kan?" Ucapnya membuat wajah Liah dongkol.


"Boro-boro bang, gua dikasih harapan palsu anying.. astoge!!" Ucap Liah mendramatis.


"Mau apaan bang, jan macem macem lo. Lo pan anak sekolah sebelah?" Ucap Liah sambil mundur.


"Ho'oh, dan gue punya dendam tersumat sama ketosialan lo itu!!" Ucapnya mengikat tangan Liah.


Liah hanya diam tanpa berniat membalas nya, dia hanya pasrah saat dia dibawa ke gudang yang sama dengan Elang.


"Bang, ntar jan lupa bukain pintu nya ya!" Pinta Liah dengan wajah imut.


"Kalau gue buka, sama aja gue gak nyulik lo berdua!" Ucap cowok itu.


"Aella bang, tega lu tega!!" Ucap Liah memonyongkan bibirnya.


"Tenang, kalau lu masih ditolak sama Elang. Lo sama gua aja, gak bakal rugi kok!" Ucapnya bangga.


"Kagak rugi bagemane? orang burik gitu!!" Kesal Liah dalam hati.


"Hehehehe iya bang!" Jawab Liah cengengesan.

__ADS_1


Cowok tersebut hanya menggelengkan kepala lalu mengunci gudang sekolah yang sepi tersebut dari luar agar Liah maupun Elang tak bisa keluar. Elang menatap kesal ke arah Liah.


"Lo ngapain sih kesini? bikin suasana makin susah tau nggak!" Bentak Elang.


"Sewot!" Singkat Liah berusaha melepaskan talinya.


"Lo gak bakal bisa ngelepas tali lo sendiri, nyusahin aja l–


Ucapan Elang terhenti saat melihat tali yang mengikat kedua tangan Liah terbelah menjadi dua. Liah tersenyum memandangi tangannya. Liah memang cerdik, dia mengapit pisau lipat di pinggiran lemari dan tembok lalu menggosoknya hingga tali terputus.


Liah memandang Elang sinis, " Emang gue nyusahin jadi cewek, gak guna lagi!" Ucap Liah dingin membuat Elang menyesal mengatakan hal tersebut dengan Liah.


"Maaf!" Lirih Elang.


"Cih, gak butuh maaf lo gua... Sreett.. " Pisau lipat Liah dilempar hingga didepan Elang tanpa melihat wajah Elang.


"Buat apa?" Ucap Elang membuat Liah kesal.


"Bunuh diri!" Ucap Liah dongkol tapi datar.


"Nyawa gue cuma satu!" Ucap Elang menundukan kepalanya membuat Liah gemas ingin memutilasi nya saat ini juga.


"Leader Snow White, ternyata O'on!" Singkat Liah memotong tali Elang.


Setelah memotong tali Elang, Liah duduk menghadap kepintu sambil melamun, dia bukan melamun sih sebenarnya, tapi dia sedang menghafalkan rumus fisika yang kemarin dijelaskan Bu Siska. Elang berjalan kesana kemari membuat Liah jengkel.


"Ck, lo bisa diem kagak sih. Udah kek sertika kurang kerjaan tau nggak!!" Bentak Liah sambil memalingkan wajahnya.


"Lo kenapa sih akhir akhir ini sering uring-uringan sama gue?" Ucap Elang tak habis pikir.


"Yah lo pikir sendiri, lo ngasih kesan manis ke gue tapi cuma friend zone!" Datar Liah kemudian menangkupkan wajahnya.


Elang diam-diam menyunggingkan senyumnya, "Maksud lo, lo mau bukti nyata gitu?" Ucap Elang menaik turunkan alisnya.


Liah mengangkat wajahnya, "Dulunya, tapi sekarang ada Valley!" Jawab Liah enteng. Dia tidak tau kalau perkataannya sangat menyinggung perasaan Elang. Saat ini Elang dibakar api cemburu yang dalam.


"Gue akan bunuh dia," Gumam Elang yang dapat didengar oleh Liah.


"Lo ngebunuh Valley, sama aja lo ngebangkitin emosi ke 4 leader Black Lion!" Sinis Liah bersandar di dinding.

__ADS_1


__ADS_2