
Liah menghembuskan nafas panjang sebelum dia menguncir rambut nya asal, Setelah itu dia melaksanakan hukumannya berlari untuk melaksanakan hukumannya lari lapangan sebanyak 2 kali putaran.
Keringat mulai menetes dari dahi gadis cantik tersebut, dia duduk bersender dipohon besar setelah selesai melaksanakan hukumannya, melihat Elang masih menjalankan hukuman membuat Liah tersenyum.
Secara sengaja dia menjulurkan kakinya dijalan agar Elang terjatuh. Namun, tidak sesuai harapan. Bukannya Elang yang jatuh tapi Liah lah yang terjungkal kedepan membuat kaki nya berdarah.
"Oi toge! kurang asem lu! Bantuin gue nape!" Kesal Liah memegangi lutut nya.
Elang berhenti dari larinya lalu menoleh kebelakang "Salah lo sendiri!" Liah mendengus kesal karena orang didepan nya benar-benar bukan manusia.
Liah berdiri dan duduk dibangku terdekat sambil meniup lutut nya. Dia bahkan kesal karena Elang sama sekali tak menghiraukan nya.
"Awas lu Elang sialan!" Umpat Liah menahan perih.
Seseorang berjalan mendekat ke arah Liah, gadis itu mendongak mendapati sahabat kakaknya Leo, Alan!
"Ikut gue!" Ucapnya dan diangguki Liah.
Alan membantu Liah berjalan kearah depan sekolah, ternyata di klinik terdekat, Liah masuk bersama Alan dan duduk diranjang klinik untuk diperiksa.
"Kok bisa gini?" Tanya Alan penasaran.
"Biasa jatuh, hehehe!" Ucap Liah cengengesan.
"Lain kali hati-hati Liah, kebiasaan lo selalu ceroboh kalau jalan!" Peringat Alan.
__ADS_1
"Siap pak bos!" Alan terkekeh melihat pose Liah yang menghormat kearahnya.
Dia menunggu dokter selesai mengobati lukanya, dia bersenandung kecil membuat Alan tersenyum akan sifat Liah. Alan belum tau kalau sebenarnya Liah adalah Leader dari 2 Mafia sekaligus.
"Kok kita ke klinik sih Alan?" Tanya Liah baru sadar.
"Gue PMR, obatnya habis belum beli terus yang jaga lagi libur sementara!" Jelas Alan membuat Liah mengangguk angguk mengerti.
"Oh iya sekarang lo dikelas mana? Kok nggak sekelas sama kak Leo dan Valley?" Tanya Liah.
"Gue disebelah kelas lo, IPA 4 !" Ucap Alan menjelaskan.
"Oh, yaudah deh!" Balas Liah.
Alan nampak berfikir sejenak, apa yang beda dari gadis didepannya. Dulu sebelum Liah pindah dinegara B, dia adalah gadis lugu yang selalu berdo'a agar tambah cantik. Namun sekarang?
"Ha?"
"Eh, emm apa sudah selesai dok?" Ucap Alan gugup mengalihkan pembicaraan.
"Sudah kok, ini salep nya jangan lupa diminum ya, biar cepet sembuh!" Jelas dokter membuat Liah dan Alan membelalakan mata.
"Salep?" Ulang Liah.
"Diminum?" Tambah Alan.
__ADS_1
"Hahaha nggak bercanda kok santuy lah!" Ucap Dokter membuat Liah kesal.
"Dok, jadi dokter enak yah?" Alan menengok bingung kearah Liah.
"Ya gitu deh, kenapa?" Tanya Dokter bingung.
"Kan yang nyembuhin penyakit itu tuhan, tapi yang dapet uang nya kan dokter!" Ucap Liah menatap dokter muda didepannya.
"Saya nggak maksa kamu datang kesini, kalau kamu mau.. silahkan datang ke tuhan! Saya nggak keberatan!" Jelas dokter membuat Liah makin kesal dan Alan yang tertawa terbahak bahak.
"Dasar, dokter sialan!" Ucap Liah kesal.
"Lah saya salah nya dimana?" Ucap Dokter bingung.
"Gak, gak jadi!" Ucap Liah kesal.
"Dokter kalau sakit, siapa yang nyembuhin?" Tanya Liah lagi.
"Ya tuhan lah, siapa lagi?" Ucap Dokter bingung.
"Yaudah, sana temuin tuhan!" Jawab ketus Liah membuat Dokter kesal.
"Hahaha ini anak siapa sih??" Ucap Alan tertawa melihat wajah dokter.
"Dah sana pulang, bisa bisa bikin darah tinggi kalian ini!" Ucap Dokter mengusir kedua bocah tersebut.
__ADS_1
"Yah bagus dong, biar cepat ketemu tuhan!" Kesal Liah lalu pergi menggandeng Alan yang masih tertawa.