
Amel hanya terkekeh melihat ekspresi kakaknya yang berubah menjadi pendiam gara gara cewek, tunggu apa tidak seperti kisahnya apakah dulu dia tidak seperti itu waktu ditinggal Ronald? Miris cinta membutakan segalanya. (Hihihi untuk itu author jomblo wkwkw)
Amel diam seribu bahasa saat mengingat dimana Ronald meninggalkannya disaat bagaimana rapuhnya Amel bukan tanpa alasan namun karena tak ingin Amel tau akan penyakitnya. Lindra menjalankan mobilnya kesekolah, sesampainya disana Lindra langsung memakirkannya apik diparkiran sekolah.
"Bang gue masuk kelas dulu, jangan terlalu dipikirkan soal Shafira dianya aja yang bodoh!" Ucap Amel lalu pergi.
Iya juga ya, ngapain juga gue sedih toh cadangan gue masih banyak. Gumam Lindra
Tak mau ambil pusing Lindra lalu melangkahkan kakinya menuju kelas 12. Dengan langkah kaki nya yang lebar ia melangkah menyusuri koridor kelas tampa memperhatikan jalan. Lindra memilih berjalan menunduk sampai tak melihat ada orang didepannya yang berdiri.
Brukk..
"Akhh!! Brukk.. aduhh... kalau jalan hati hati dong kak!!" Ucap gadis mungil tersebut.
Tanpa sepatah kata pun Lindra mengulurkan tangannya membantu gadis mungil itu, tapi bagaimana reaksi gadis mungil hahaha imut sekali dia malah menepis bantuan Lindra, membuat Lindra menaikan sebelah alis.
"Nggak usah bantuin aku! Lain kali kalau ngejatuhin orang itu ditangkep kek ini nggak, nggak bilang maaf juga dasar kakak kelas songong!" Umpat gadis kecil itu membuat Lindra tertawa.
Gadiss ini lucu juga, imut lagi!
__ADS_1
"Kok malah ketawa sih apanya yang lucu??" Ucap Gadis itu dengan polosnya.
"Hahahaha lo tau siapa gue?" Ucap Lindra disela tawanya.
"Nggak tau dan nggak mau tau. Bye!!" Ucap Gadis itu lalu pergi.
Cewek imut, hehehe kita akan bertemu lagi Jenyfeer! Batin Lindra tersenyum manis.
Sesampainya dikelas Lindra tak henti hentinya menebar senyum manisnya membuat cewek seangkatan dengannya maupun adik kelas berteriak. Untung saja dia ketua OSIS jadi tak ada yang nekat. Perilaku Lindra tak luput dari pengawasan ketiga sahabatnya.
"Eh Lindra aneh banget ya?" Bisik Andra.
"Itu mah kemaren gara gara si Shafira, kalau sekarang beda lagi. Gue tadi lihat si Lindra habis nabrak adek kelas, kalau nggak salah kelas 10 tadi gue nggak liat bet nya juga." Balas Axel berbisik.
"Seriusan lo!!" Pekik Alardh dan Andra bersamaan.
"Kalau mau ngegibah jangan dibelakang orangnya." Cibir Lindra yang sebenarnya mendengar ocehan sahabatnya.
"Ye kalau didepan lo mah bukan ngegosip tapi Netijen!" Balas Andra ketus.
__ADS_1
Wkwkwkwkwkwk netijen ikut serta. Batin Lindra.
"Sialan lo mau gue panggilin Amel buat kejutan sama Shella, mau?" Ancam Lindra membuat mereka semua diam bergidik ngeri.
Mereka masih sangat ingat dimana, kapan dan dengan apa, Amel mengerjai mereka bertiga dengan harimau besar benggala miliknya, bayangkan saja baru lidah harimau mengenai kulit manusia saja rasanya seperti diamplas, gimana kalau sampai nggigitnya??. Lindra melirik ekspresi sahabatnya hanya terkekeh kecil.
Bayangan Lindra masih milik gadis mungil tersebut, wajah cantik natural tanpa make up, kulit putih bersih, pipi chubby, tinggi hanya 157 Cm sedangkan Lindra 184 Cm perbedaan yang sangat jauh. Rambutnya digerai sepinggang sebelah pinggir sedikit rambutnya dikepang sangat cantik dimata Lindra. Memang jika dibandingkan dengan Shafira Bernadheta, Jenyfeer kalah, Shafira adalah gadis cantik, anggun, pendiam, pintar, juga ramah. Sesiapapun tak akan bisa tak melirik pesona nya yang anggun bak putri kerajaan. Namun sayang Shafira lebih memilih Candra cowok seangkatannya yang mahir dalam bidang Matematika yang beberapa kali dikirim ke pusat seperti Amel.
Jangan lupa like, komen, share, and subscribe ett ett maksud gue vote maap salah. ๐
Kuy ramaikan GC author gabung buat bagi bagi kotak hadiah and saling bertukar pertanyaan antar sesama๐๐.
Kuy yang need Whatsaap yang mau tanya apaan lah itu serah. Lagi butuh kontak juga๐.
โขAsalkan kalau ngesave nomerku jangan panggil kakak aja. Langsung.
-Devi Saveback!
-Dah sekian terima kasih๐๐
__ADS_1
085733377213๐