Iam Queen Mafia Girl

Iam Queen Mafia Girl
Season 3~MAIN


__ADS_3

Liah memutuskan untuk tidur setelah acara bakar bakar rumah- Eh ayam! Seru sih, Liah udah rindu banget sama Mama sama Papa dirumah. Dan rasa rindu itu terbalaskan sekarang.


Liah pamit ke kamar duluan karena rasanya badannya capek dan lengket. Setelah mandi dan memakai baju santai dimerebahkan tubuhnya dikasur.


"Gabut banget yak, nggak ada mainan seru gitu?" Ucap Liah sambil mengotak atik hp nya.


Tring..


"Pucuk dicinta, ikan pun datang!" Ucap Liah senang saat mendapat notif dari Celsea kalau ada penyerangan dimarkas.


Celsea Ogeb:3


•Oy markas sekarang, gue tunggu!


Merliah~28.


•Ye.. gue ama Leo Otewe!


Liah mengganti pakaiannya ke jubah biasanya, dia memakai masker bukan topeng mata. Dia menuju kamar Leo dan menggedor gedornya.


"OY ABANG KAMPRET GUE, AYOO BANG.. BUKAIN PINTUNYA OGEB!!" Teriak Liah kesal.


Cklek.


"Apaan?" Tanya Leo kesal.


"Markas diserang ogeb!" Ucap Liah datar.


"Oh - eh lu kok santai aje??" Ucap Leo langsung memakai masker tanpa berganti pakaian.


Liah dan Leo turun dengan tergesa-gesa lalu pamit kepada kedua orang tuanya yang sedang bermesraan dibawah.


Mata gue ternodai hmm..


Tontonan gratis awewe..


"EKHEMM!!" Dehem Liah dan Leo tanpa melihat orang tuanya membuat Amel dan Alshad kelagapan.


Amel mendorong tubuh Alshad hingga terjatuh, membuat Alshad menatap tajam kearah Liah dan Leo yang sedang membuang muka.


Ck, dari kecil sampe jadi segede ini sama aja! ~Batin Alshad.


"Mama, Papa kami mau pamit ke markas!" Ucap Leo sedangkan Liah hanya menunduk.


"Liah kan baru aja sampai dari negara B!" Ucap Amel.

__ADS_1


"Nggak apa apa Ma, lagian markas sekarang lagi diserang!" Ucap Liah membela dirinya.


"Yaudah hati-hati, ganggu orang tua aja!" Ucap Alshad ketus dibalas cengiran polos Liah dan Leo.


"Yaudah Mama, Papa kita berangkat. Bye bye.." Ucap Liah dan Leo.


"Bye.."


Mereka mengendarai motor sport nya masing-masing, Liah menggunakan motor sport merah dan Leo warna hitam. Mereka mengendarai nya dengan kecepatan tinggi, untung saja tidak ada pengguna jalan lain disana. Jelas orang jalanan ada ditengah hutan:v


Sesampainya disana, banyak kendaraan yang berjejer disana. Leo mengambil pistol dibalik jaketnya untuk menembaki ban kendaraan agar musuh tak mudah untuk tidak mudah lari.


"Ini mafia Snow White kan bang?" Tanya Liah penasaran.


"Iya, dan gue denger-denger nih, Leadernya masih anak sekolah kek kita!" Ucap Leo dan diangguki Liah.


Liah's Pov.


Gue berjalan santuy kedalam bersama Leo, disana sudah ada Valley, Viani, Celsea dan Neona yang memegang pistol di tangan kanan nya. Gue dan Leo membiarkan mereka menghabisi anak buahnya dan gue sebagai penonton setia dengan tangan memutar-mutar pisau lipat.


Gue lihat Leo sudah tak tahan menyerang dan dia lari untuk ikut andil membantu Valley yang asik dengan pegangannya.


Ck, Leader nya yang mana sih??


Gue mengedarkan pandangan gue, dan terkunci pada satu sosok laki-laki yang hanya bersendekap dada berdiri menonton pertandingan yang dimulai. Gue tersenyuk smirk. Memakai bandoo hingga membuat pony yang menutupi bekas luka di kening terlihat.


"Heh, gue cuma pingin main main doang kok slow!" Jawabnya.


"Cih. Main main atau minta mati??"


"Nggak mungkin gadis kecil kek lu bisa ngehabisin gue!"


"Kita lihat aja!"


Bugh... Tak.. Bugh... Bugh... Kreakk..


Saat dia mulai lelah, gue sempet mengunci pergerakan nya dengan tangan dan kaki gue sambil berbisik.


"Siapa nama lo!"


"Gue? Nggak penting!" Jawabnya sambil menyeringai.


"Oy, kalau ditanya itu jawab napa!"


"Hahaha ada ya leader mafia besar saat pertempuran ngajak ngelawak?" Ucapnya sinis.

__ADS_1


"Heh demi kolornya bang Dono ErTe sebelah, gue bukan nya ngelawak ogeb!"


"Cih "


Brukkk


Gerakannya sangat cepat, dia membalikan keadaan. Hingga saat ini bukan dia yang gue kunci. Tapi gue yang dikunci dengan cara menindih tubuh gue sampe gak bisa gerak dan napas. Mati dong.


"Sekarang siapa yang kalah?" Ejeknya sambil mendekatkan mukanya kearah gue.


"Heh, lihat anggota lu sekarang kemana?" Tanya gue balik.


Dia mengangkat wajahnya mengedarkan pandangan nya keseluruh ruangan, dan benar saja anggotanya banyak yang terbunuh dan kabur. Hanya tersisa dirinya seorang dan jangan lupakan tatapan tajam milik leader sekaligus mafioso gue yang menatap sinis kearahnya karena menindih gue.


Tak menyia nyiakan waktu gue menggores keningnya menggunakan pisau lipat gue. Nggak dalam sih, tapi kalau kering dia pasti akan meninggalkan jejak.


"Pergi, hari ini gue lepas lu!"


"Cih, gue hutang budi sama lo!" Balas nya sinis lalu keluar.


Mafioso menatap bingung kearah gue karena melepas target. Gue memberi isyarat untuk memberikan jalan untuk dia.


"Kenapa lo ngelepas dia hah?" Ucap Leo kesal.


"Gue penasaran sama dia, dan gue udah kasih tanda dikening dia!"


"Yaudah deh, kita langsung pulang atau balapan dulu?" Tanya Leo.


"Emang ada?" Tanya Gue.


"Ada dijalan XXX disana ada yang lagi nantangin Lady Bikers! Dan lu apa nggak mau nantangin Lady Bikers?" Tanya Viani.


"Wee.. gercep amat lu nyari inpo!?"


"Abis makan telor mata kambing Liah, otaknya encer!" Ucap Celsea sedikit menyindir gue.


"Dasar, habis ini gue kirim lu ke kuburan Kang Soal!"


"Gue ceburin lu ke empang Mak Sumi!" Balas Neona.


"Kan, mak Sumi lage!"


"Kalian kalau ketemu debat mulu, udah ayo berangkat!" Hardik Leo.


"Cuss lanjott!"

__ADS_1


Jan iklan kita nggak disponsori sama Mie, wkwkwk..


__ADS_2