Iam Queen Mafia Girl

Iam Queen Mafia Girl
SERANGAN DADAKAN SEASON 2~REVISI


__ADS_3

Amel dan yang lain menikmati kembali lagu yang dibawakan saat sedang sibuk mendengarkan tiba tiba beberapa peluru diluncurkan keatas membuat teriakan siswa siswi terdengar histeris Amel segera menarik lengan ke 3 sahabatnya


Dor Dor Dor


"Bgsd mereka sudah sampai, Nay, Rell lo amanin semua gue sama Aqilla akan ngelabuhin dia!" Ucap Amel pelan.


"Oke!" Balas Nayshilla dan Aurel kini bela diri mereka sudah bagus namun tak sebagus Amel, Aqilla dan Yumna.


"Eh pake ini dulu!" Ucap Aqilla menyodorkan topeng mata memberikan masing masing satu.


Para guru, dan DKG tak bisa berbuat apa apa, sedangkan Alshad dibuat bingung karena keadaan seperti ini Amel menghilang. Didepannya ada 2 cewek cantik memakai topeng mengamankan semuanya, Alshad menemui Aldo.


"Al lo lihat Amel?" Tanya Alshad panik.


"Mana gue tau Aqilla juga hilang!" Ucap Aldo.


"Semua tenang jangan ada yang panik semua mundur cari tempat yang aman!" Ucap Nayshilla agak berteriak.


Kayak kenal suaranya?? Batin Ellshad


Menunggu Aurel dan Nayshilla mengamankan semuanya, Amel dan Aqilla bersembunyi dibalik pohon besar. Namun rencana nya kini tak berjalan dengan mulus, anggota dari Dark Devil's mulai bergerak mendekati Aurel


"Shitt.. Mel sekarang!" Ucap Aqilla keluar dari persembunyian.


"WOY SINI LO!" Teriak Amel kencang.


"Selamat datang tuan, anda salah alamat seharusnya kalian bukan disini namun di NE RA KA." Ucap Aqilla mengeluarkan aura membunuh semua nampak diam.


"Apa urusan lo sama kita.?" Ucap Leader DD.


"Karena kalian mengusik hidup kami BL!" Ucap Amel dingin.


"Oh jadi kalian cewek ternyata cih, gini doang!" Ucap Leader DD membuat Amel geram.


"Banyak Bacot!" Ucap Amel langsung mendekat mengeluarkan pisau lipat nya.


Amel berhadapan langsung dengan Erick ketua DD, Aqilla dengan tangan kanannya Zeze, sedangkan Aurel dan Nayshilla tugasnya telah selesai karena mereka berdua sniper handal telah menghabisi anggota DD yang ada.


"Aaa... apa yang mereka lakukan."

__ADS_1


"Sadis sumpa itu cewek siapa?"


"Diem bct keadaan genting masih ngomong!"


Aqilla berhasil melumpuhkan Zeze dikuncinya tangan Zeze kebelakang memutarnya dan menekannya.


"Bagaimana Tuan Ze? Apa kau meragukan ku?" Ucap Aqilla menyeringai.


"Maaf gue bakal masuk organisasi BL. Tolong lepaskan gue." Ucap Zeze memelas.


"Oh itu biarkan Queen yang menuntaskan apabila ia tak mau melepaskan mu jangan harap kau pulang dengan utuh." Ucap Aqilla dingin.


Amel masih beradu dengan Erick, Amel melakukan pukulan acak dan cepat sehingga membuat musuh kualahan, Hingga Amel dapat mengunci tangannya sementara.


"Aku tak akan membunuhmu, jika kau mau bergabunglah di BL tapi jangan harap berkhianat!" Bisik Amel tajam ditelinga Erick.


"Cih kita lihat saja cantik." Ucap Erick tersenyum manis.


Erick melihat Amel mulai lelah bahunya pun tergores pisau lipat miliknya, tanpa menunggu waktu lama, Erick membalik tangan Amel ke belakang lalu dikunci.


"Bagaimana Queen siapa yang menang?" Ucap Erick mendekati topeng mata milik Amel.


"Jangan gue ngaku kalah janga buka topeng gue!" Ucap Amel cepat.


Amel hanya pasrah, namun ditengah tengah itu datang seseorang berjubah hitam menyelamatkan Amel.


Dor.. Dor... Bugh...Krekkk..


Cewek itu memberi bogeman untuk Erick hingga bibirnya mengeluarkan darah namun belum melepaskan Amel.


"Lepaskan dia!" Ucap Seseorang itu dengan dinginnya.


Yumna lo datang tepat waktu!!


"Sialan siapa kau!" Ucap Erick memegangi kaki kirinya.


"Tak perlu tau siapa gue, pergi dari sini!" Ucap Yumna tegas.


Karena Amel sakit dan mulai kehabisan banyak darah, Amel menyilangkan kakinya lalu membanting tubuh Erick.

__ADS_1


Bruk.


"Kita impas." Ucap Amel lalu ia memainkan pisau lipatnya.


Begitu juga Yumna, Aqilla, Aurel dan Nayshilla mereka mencegat Erick dan Zeze, Mereka menyayat tubuh Zeze dan Erick hingga darah mencucur dimana mana memotong jari jari tangannya tanpa ampun.


"Astaga itu cewek atau iblis??"


"Sumpa itu keren!"


"Keren bapak lo!"


"Serem njerr. Tuh cewek berani banget!"


"Salah satu dari mereka kayak gue kenal?"


"Iya sama!"


"Iya gue juga."


"AARGGHH... cukup kami mengaku kalah tapi jangan bunuh kami!" Ucap Erick.


"Gimana Queen?" Tanya Aqilla.


"Terserah lo, lo bebasin boleh lo bunuh juga boleh!" Ucap Amel.


"Lo aja Yum!" Ucap Aurel dan Nayshilla.


Yumna mendekati Erick lalu berjongkok didepannya.


"Maafin gue, gue ngga bermaksud mau bunuh lo, tapi asal lo tau, kami tak akan mengusik selagi tak diusik, lo boleh pergi tapi jangan harap untuk balas dendam!" Ucap Yumna datar.


"Terima kasih, tapi kalau boleh tau nama lo siapa?" Tanya Erick.


"Yumna!" Bukan Yumna yang menjawab tapi Zeze.


"Darimana lo tau nama gue?" Tanya Yumna penasaran.


"Tangan lo ada tato bertuliskan Yumna!" Ucap Zeze tersenyum menahan sakit.

__ADS_1


"Hmm baiklah, pergilah sekarang sebelum Queen berubah pikiran!" Ucap Nayshilla.


"Sekali lagi terima kasih!" Ucap Erick menahan rasa sakit sayatan ditubuhnya.


__ADS_2