Iam Queen Mafia Girl

Iam Queen Mafia Girl
Season 3~BIDIKAN.


__ADS_3

Kedua bocah imut tersebut memandangi buaya buaya yang baru diturunkan dari mobil box, mata tajam milik Liah menatap buaya jantan yang sedang mengawasinya, begitu juga Leo menatap ganas buaya yang baru saja diturunkan. Anak laki laki dan anak perempuan itu menghilangkan tatapan tajamnya berbalik menatap sang Papa sambil tersenyum.


"Nah, ini sebagai hadiah untuk kalian. Papa membelikan buaya buaya ini untuk kalian!" Ucap Alshad tersenyum kepada kedua anak nya.


"Terima kasih Papa!" Jawab Leo dan Liah sambil tersenyum.


"Sama-sama. Tapi, hari ini Papa boleh berduaan sama Mama kan?" Tanya Alshad tersenyum senang.


"Emmm gimana ya??" Ucap Liah sambil mengetuk ngetukan jarinya didagunya.


"Yaudah deh, iya boleh. Tapi cuma hari ini ya?" Ucap Leo mengancam Papanya.


"Oke, thank you sayang!" Ucap Alshad senang.


"You're Welcome Papa!" Jawab mereka berdua sambil tersenyum.


Tanpa Ba Bi Bu Alshad langsung berlari ditempat sang istri. Alshad akhirnya puas bisa menghabiskan waktu bersama dengan sang istri hari ini tanpa gangguan anak setan.


Leo dan Liah hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan sang Papa yang selalu cemburu dengan mereka, bahkan sangat manja terhadap sang Mama. Leo menghembuskan nafas panjang lalu menghadap ke Liah, mendapati gadis itu juga menengok kearahnya. Mata mereka saling beradu, lalu dengan berbarengan mereka tersenyum smirk ke buaya buaya itu.


"Kakak.." Ucapan Liah terpotong oleh Leo.


"Lakukan!" Ucap Leo senang sambil tersenyum smirk.


______________________


Didalam kamar Amel terheran heran melihat wajah sang suami yang sangat cerah, dengan senyuman manis dibibirnya. Biasanya Alshad pasti akan kesal apa bila akan berduaan dengan Amel, sudah tau pasti anak anak setannya yang anak mengacaukannya.


"Kak, tumben seneng banget?" Tanya Amel heran.


"Hari ini kita bebas melakukannya karena tak akan ada gangguan dari anak setan!" Ucap Alshad sambil terkekeh.


"Kamu sogok pake apa anak kamu?" Ucap Amel terkekeh kecil.


"Hmm, lagi main dikandang buaya!" Ucap Alshad enteng membuat Amel membelalakan mata kaget.


"Eh?? Kandang buaya? Mereka bermain tanpa pengawasan??" Pekik Amel keras.


Alshad yang baru menyadarinya menepuk jidat lalu mengusap muka kesal.


"Astaga, aku lupa kalau mereka bukan anak biasa!" Ucap Alshad datar.


"Nanti kalau terjadi apa apa gimana?!" Tanya Amel kesal dan khawatir.


"Yau..


Dorr... Dorr.. Dorr..


" NYONYA!! TUAN!! NYONYA!!" Teriak Bi Surti sambil menggedor gedor pintu keras.


"Tuh kan!!" Ucap Amel langsung melompat membuka pintu.

__ADS_1


Ceklek.


"Ada ap..


"Itu Nyonya, tadi bibi lihat ada banyak darah dikolam buaya Nyonya!" Ucap Bi Sutri khawathir.


"APA!!!" Pekik Alshad keras.


"Anakku... Liah.. Leo.." Lirih Amel meneteskan air mata sambil berlari kearah kolam diikuti Alshad dibelakang.


Tanpa memperdulikan sekitar, Amel langsung berlari cepat kearah belakang rumah dimana kolam buaya berada, saat sampai, kaki Amel serasa lumpuh dia jatuh terduduk melihat warna air kolam yang berubah menjadi warna merah.


"Hiks... Hikss.. Maafin Mama nak, Nak kamu dimana?" Ucap Amel lirih sambil mencari cari anaknya.


"Amel jangan kesana bahaya!" Ucap Alshad keras saat melihat Amel menceburkan diri dikolam buaya.


Saat Amel mencebur di kolam dia merasa asing saat mencium bau darah, bukan seperti darah manusia.


"Aneh, tapi kok baunya darah gini ya??" Batin Amel masih waras lalu menghentikan tangisnya.


"Liah.. Leo.." Lirih Amel mencari kedua anaknya dibalik rumput hias panjang, ia yakin kalau anaknya masih ada.


Srasakk..


Amel menyibak rumput tersebut kedua matanya terbelalak kaget melihat hal didepannya, kedua anaknya tersenyum kearahnya sambil membawa pisau lipat penuh darah. Dan dibawah kaki kedua anaknya ada dua buaya yang mati mengenaskan, perutnya sobek membuat organ organnya keluar dan darah segar yang keluar dari sana. Dan jangan lupakan belakang kedua anaknya ada 2 buaya besar yang menatap Liah dan Leo ketakutan.


"Liah.. Leo.." Ucap Amel memeluk kedua anaknya.


"Dasar!" Ucap Amel terkekeh lalu menggendong kedua anaknya menuju Alshad.


"Kalian kenapa masuk kesana, cukup lihat dari jauh saja! Kalau terjadi apa apa gimana?" Ucap Alshad khawatir sambil memeluk anaknya.


"Yee.. Papa bilang gitu, khawatir kan kalau Leo nggak ada kan nanti Papa nggak punya anak seganteng Leo lagi!" Ucap enteng Leo lagi lagi membuat Alshad tepok jidat.


Bisa bisanya nih anak. Orang tuanya khawatir kok mikir ganteng ~Alshad Argadinata.


"Ya ya ya betul kak. Secara kita kan langka!" Tambah Liah.


"Kalian ngapain, main bunuh bunuhan sama buaya?" Tanya Amel sedikit kesal.


"Ya tadinya sih kita mau ngejinakin buaya nya Ma, tapi dia melawan. Ya kita bunuh lah, sekalian buat latihan!" Jawab Liah membuat Amel lagi lagi cengo.


Tuhan kenapa aku tidak mati saja~Amel Violettha.


"Lain kali jangan diulangi lagi!" Ucap Alshad memperingatkan diangguki kedua bocah tersebut.


_______________________________


Dilain tempat, beberapa anak kecil sedang memegang busur panah dengan kesusahan. Mereka berusaha menyeimbangi berat busur yang dibawanya, bahkan jari jari mungilnya tegores anak panah yang dipegang nya.


"Fokus Neona, tenang!" Bisik Nayshilla menenangkan.

__ADS_1


Cap.


Anak panah tersebut melesat cepat namun tidak tepat sasaran.


"Ah, meleset lagi Mama." Keluh Neona.


"Istirahatlah Mama tidak memaksamu!" Ucap Nayshilla hangat.


Tak beda jauh dari Neona, Viani dan Celsea juga demikian namun ada kemajuan pada Viani dan Celsea mereka berdua bisa membidik target, hanya meleset 2 Cm saja. Hampir sempurna.


"Viani, sudah sayang kita lanjut besok saja!" Ucap Aqilla.


"Tidak Ma. Tinggal dikit, nanggung!" Tolak Viani kekeh membuat Aqilla tersenyum.


"Mama, Celsea istirahat bentar ya?" Tanya Celsea menatap Aurel.


"Tentu, kita lanjutkan besok saja." Ucap Aurel diangguki Celsea.


Hanya tinggal satu bocah yang belum melesatkan anak panahnya. Ya dia adalah Valley, anak dari Yumna dan Zicko. Anak itu tetap kekeh fokus pada bidikannya walau sang Mama membujuknya untuk istirahat.


Anak laki laki itu menatap tajam, lurus kearah depan dengan tenang. Pelan namun pasti dia menarik anak panah kebelakang dan melesatkannya.


Cap!


Tepat sasaran, dia penerus mafia yang hebat. Persis dengan Leo dan Liah.


"Tepat sasaran!" Gumam Valley senang.


"Hebat, anak Mama memang hebat! Kita istirahat ya?" Bujuk Yumna lagi, akhirnya Valley menyerah.


"Baiklah Mama!" Ucap Valley ramah sambil tersenyum lalu meminta Mamanya untuk menggendongnya.


Sisi manja Valley datang saat ada bersama dengan Mama dan Papanya. Namun, kalau sedang latihan atau diluar, dia akan menjadi dingin dan sedikit cool.










Hai hai.. author datang sesuai janji author ya, aku up panjang hehehe😆.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen. Kritik sarannya, terima kasih😊.


__ADS_2