
Amel baru pulang jam 20.00 WIB setelah bermain main di markas nya, dia melihat beberapa mobil yang asing dipengheliatannya ada di halaman depan rumahnya, dia masuk dan ia terkejut saat ada teman teman kakaknya diruang tamu.
"Loh Amel??" Tanya Alardh terkejut membuat semuanya pun ikut menengok kearah Amel.
"Hmm!!" Ucap Amel melenggang pergi ke kamar nya.
"Loh kok lo serumah sama Amel. Jangan bilang Amel lo apa apain Dra?" Ucap Axel dipelototi oleh Lindra.
"Tuh mulut lemes amat, Amel itu adek gue, kenapa?" Ucap Lindra gemas pada kawan kawannya yang terkejut.
Wee bisa gue deketin nih adeknya sikutil badak. Batin Andra tersenyum.
Lindra melihat Alardh memandang Amel tanpa berkedip, ia tau sahabatnya itu pasti menyukai adeknya. Begitu juga Axel yang berniat menjahili Alardh.
"Ndra, gue boleh kan deketin adek lo!" Ucap Axel melirik Lindra mengedipkan sebelah mata.
"Boleh aja gue kasih restu kok buat lo!" Ucap Lindra ikut memanasi.
"Dih nggak, Amel punya gue!!" Ucap Alardh sedikit berteriak
"Lo suka adek gue?" Tanya Lindra menggoda.
"Engg.. Kagak ngapain juga gue suka sama adek lo, secara dingin nya kek kutub!" Ucap Alardh bingung.
"Yakin?" Tanya Andra menimpali.
"Yakin Kok!" Ucap Alardh.
"Oh yaudah, Amel buat lo aja Ndra!" Ucap Lindra menepuk bahu Andra.
"Yoi Broo dengan senang hati!" Ucap Andra memanas manasi.
"Nggak, Amel punya gue titik." Ucap Alardh sukses membuat semua tertawa.
"Katanya ngga suka Amel?" Ucap Lindra disela sela tawanya.
__ADS_1
Amel yang sedang berada didapur dan mendengar kalau nama nya disebut pun mendekat sambil membawa soda kalengan. Dia berjalan sambil membuka tutup kaleng tersebut dan meneguknya perlahan.
"Apa bawa bawa nama gue?" Ucap Amel meneguk sodanya.
"Ini katanya si Alardh suka sama lo Mel!" Ucap Andra membuat Amel tersedak.
"Uhukk uhukk.. lo ada ada aja deh kak!" Ucap Amel lalu tertawa membuat semua ikut tertawa melihat muka Alardh merah padam.
Sifatnya berbanding balik kalau dirumah. Batin Axel.
Yaampun kalau gini menggoda kaum adam. Batin Andra.
Kalau gini terus jantung gue ngga sehat nih. Batin Alardh.
"Lo suka sama gue kak? Hahaha kalau gue sih gampang, tinggal lo minta restu sama Shella dan Axello." Ucap Amel santai. Lindra yang mendengar nama Shella dan Axello pun tertawa bagaimana nanti sahabatnya tau kalau Shella dan Axello itu..
"Shella? Axello? Siapa dia? Jadi lo kasih kesempatan gue buat deketin lo?" Ucap Alardh senang dan Amel mengangguk.
"Oke gue akan luluhin hati Shella sama Axello!" Ucap Alardh.
"Yakin lo kak?" Tanya Amel menahan tawa, sedangkan Alardh hanya mengangguk.
Masalah baru broo lo deket deket sama Amel. Batin Lindra menahan tawanya.
"Oke gue panggilin sekarang, tunggu bentar ya!!" Ucap Amel lalu berjalan ke arah taman pinggir Ruang tamu.
Tak berselang lama, suara tawa Amel terdengar dari arah taman. Semua fokus menantikan siapa yang dimaksud Amel dengan Shella dan Axello. Mata mereka membulat karena terkejut saat melihat ada dua harimau benggala yang sedang mengejar Amel dan mengaum keras.
"Hahaha.. sini kejar aku kalau bisa Shella!!" Teriak Amel tertawa girang.
"Graungg.. Graungg..." Auman kedua Harimau itu.
Axel, Andra, dan Alardh meneguk Saliva nya dengan susah payah lalu bersembunyi dibalik tubuh Lindra dengan cepat. Mereka bertiga berlindung dibelakang Lindra. Sedangkan Lindra dan Amel tertawa renyah saat melihat kaki Alardh gemeteran dan mencengkram baju Lindra kuat kuat.
"BROO GILA ADA MACAN KESASAR!" Teriak Axel melompat ke belakang sofa.
__ADS_1
"BUJU GILE, SHELLA SAMA AXELLO ITU HARIMAU!!" Teriak Alardh mendekat ke arah Lindra sambil bergetar.
Jika tanya Andra. Andra shok berat tubuhnya gemeteran, tercengang karena melihat Amel membawa 2 Harimaunya mendekat. Melihat itu tawa Amel pecah seketika.
"Hahaha tubuh gede, takut sama 2 kucing hahaha laki apa kagak tuh?!" Ucap Amel memberi kode Shella untuk mendekat ke teman teman Lindra.
"Shella ini teman kak Lindra, yang ini namanya Axel, terus Andra, dan yang satu mau minta restu dari kamu dan Axello namanya Alardh." Ucap Amel memperkenalkan. Alardh dan yang lain pun berteriak histeris karena macan betina mendekati kakinya dan menjilatnya.
"HA!!! HUA GUE MASIH PENGEN HIDUP NDRA TOLONGIN GUE, GUE MASIH JOMBLO!!" Teriak Alardh.
"AMEL TOLONG MEL LO JAUHIN TEMAN LO DARI GUE SUMPA, GUE MASIH PENGEN NIKMATIN HIDUP GUE!" Teriak Andra histeris melihat macan Amel mendekat kearahnya. Sedangkan Axel ia sudah pingsan karena Axello mengagetkan Axel dari belakang.
"Graungg!!" Ngauman Axello dari belakang tubuh Axel lalu menjilat tangannya.
"HUA... BRUKK.. " teriak Axel lalu pingsan.
"Hahaha ada ada aja kalian semua ini baru sahabat gue, gimana kalau Mommy gue!" Ucap Amel menggelengkan kepala, sedangkan Lindra masih tertawa karena melihat teman temannya dikerjai adiknya.
"Bang temen lo bangunin, kasian tuh pingsan!" Ucap Amel melirik ke Axel, Lindra yang melihatnya pun menepuk jidat.
"Ini ada apaan sih rame banget!" Ucap Mommy turun tangga.
"Hahaha maaf mom, cuma gabut aja ngga punya kerjaan!" Balas Amel cengegesan.
"La ini temen kamu kok pingsan, sama nih macan kamu kok diluar?" Ucap Mommy.
"Gara gara Axello, Axel kaget lalu pingsan!" Ucap Lindra menepok jidat.
"Astaga kalian ada ada aja!" Ucap Ryan ikut nimbrung.
"Yaudah Axello karena kamu buat temen kakak pingsan kamu harus tanggung jawab!" Ucap Amel tersenyum jahil Axello yang mendengar perintah pun mendekati Axel yang pingsan.
Axello mengendus endus kepala Axel, lalu menciumi wajah Axel, tak lama Axel pun mengerjap ngerjapkan Mata mendapati didepan wajahnya ada kepala harimau. Ia melompat lalu menggandeng tangan Lindra kuat kuat.
"YA ALLAH APA SALAH HAMBAMU INI!!" Teriak Axel memeluk Lindra.
__ADS_1
"WOY GUE NGGA BELOK HALUAN!!" Pekik Lindra.
Ryan, Marisa dan Amel hanya menggeleng sambil tertawa melihat ekspresi wajah mereka yang lucu karena berhasil dikerjai oleh Amel. Sifat inilah yang sulit ditebak oleh semua orang. Hal yang mengejutkan penuh dengan kejutan yang membuat seseorang harus waspada dengan makhluk bernama Amel.