
Amel dan yang lainnya pun berjalan menuju ke perkemahan lagi, Amel berjalan sambil memperhatikan sekitar. Matanya tertuju pada seseorang yang duduk dipinggir api unggun membelakangi nya. Amel sudah tau siapa sosok yang sedang duduk menikmati hangatnya api unggun, Amel sengaja tidak memberi tahunya ia berdiri dibelakangnya sambil mendengar ocehannya.
"Lo kemana sih Mel, gue cariin kemana mana ngga ada, gue khawatir sama lo Mel." Ucap nya lirih hampir tak terdengar.
"Gue berharap lo bisa disini mendengar do'a gue, gue takut lo kenpa napa Mel." Ucapnya makin berat Amel mendengar itu hanya tersenyum.
Eh tunggu dia nangis? Apa sebegitunya gue berpengaruh? Batin Amel.
Amel mendekati sosok tersebut siapa lagi kalau bukan Alshad orang yang akhir akhir ini selalu bikin Amel kesal. namun, perhatiannya tak luput dari pengawasan Amel. Alshad menangis dalam diam, ia memejamkan matanya membiarkan air matanya membasahi wajah miliknya. Amel jongkok di depannya lalu mengusap air matanya perlahan.
"Jangan nangis gue denger kok do'a lo!" Ucap Amel tersenyum mengusap pelan air matanya membuat Alshad membuka matanya lebar lebar.
"Mel gue ngga mimpi kan, ini lo kan?" Ucap Alshad berbinar sambil memegang kedua pipi Amel.
"Iya ini gue? Emangnya kenapa kok nangis? cengeng banget." Ucap Amel tersenyum manis.
Karena terlalu senang tanpa menjawab pertanyaan Amel, Alshad langsung memeluk erat Amel seakan tak mau dia lepas kembali.
__ADS_1
"Gue khawatir sama lo, lo kemana aja?" Ucap Alshad masih belum melepas pelukannya.
"Gue tadi angkat telpon sebentar terus ketemu temen jadi ngobrol sebentar." Balas Amel bohong.
Alshad melepas pelukannya terhadap Amel ia menatap lekat manik mata Amel membuat Amel salah tingkah lalu menunduk. Alshad melihatnya pun tersenyum, ia mengangkat dagu Amel untuk menatapnya. Alshad memiringkan wajahnya lalu.
Cup.
Alshad mencium pipi Amel lembut membuat Amel membelalakan mata terkejut mata mereka saling tertuju sesaat, Amel terus memberontak karena ia sangat benci hal seperti ini.
Amel POV.
"Gue khawatir sama lo, lo kemana aja?" Ucap Alshad masih belum melepas pelukan gue.
"Gue tadi angkat telpon sebentar terus ketemu temen jadi ngobrol sebentar." Balas gue bohong sedikit ketus
Alshad melonggarkan pelukannya ia memegang kedua bahu gue menatap mata gue lekat. Membuat gue salah tingkah dari pada gue ketahuan bohong gue menunduk.
__ADS_1
Alshad apa apaan sih natap gue kek gitu!
Alshad menarik dagu gue hingga gue mendongkak menatapnya, ia memiringkan wajahnya lalu mendekat ke muka gue tiba tiba dia mencium pipi gue malam malam seperti ini? Siapa juga yang ngga kaget? dengan cepat gue mendorong tubuh Alshad namun ia malah mengeratkan pelukannya.
Alshad POV.
Gue belum melepas pelukan gue dengan Amel bahkan Amel terus memberontak ada rasa khawatir dihati gue.
Hingga lama salah satu dari kami tak mau melepasnya, gue tak kau egois gue melepaskan pelukan tadi beralih menatap Amel lekat.
"Lo jahat Shad gue benci sama lo!" Teriak Amel lalu pergi.
"Maaf in gue gue cuma khawatir sama lo Mel!" Ucap gue menarik tangan Amel.
"Gue tau lo khawatir tapi lo tau kan gue benci hal hal seperti tadi!" Ucap Amel menyesuaikan Emosinya.
"Iya maaf lo mau kan maafin gue?" Ucap Gue memohon.
__ADS_1
"Hmm gue maafin gue pergi sekarang!" Ucap Amel ketus lalu pergi.
Bodoh lo Shad lo lupa dia benci hal hal kek tadi lo bodoh buat dia makin benci sama lo! Gumam gue dalam hati.