Iam Queen Mafia Girl

Iam Queen Mafia Girl
PESAN TERAKHIR SEASON 2~REVISI


__ADS_3

"Apa yang dikatakan dokter nak?" Tanya Papa Ronald sambil menenangkan Istrinya namun Amel makin menangis dan menggeleng membuat semua orang makin histeris.


____________________________


Disana ternyata juga ada teman teman Amel untuk menenangkannya pastinya, dan tak tertinggal si kembar Alshad dan Ellshad yang ikut menenangkan. Amel masih menangis sesenggukan ia menenggelamkan mukanya dipinggir tangan Ronald. Sentuhan lembut yang mengusap rambutnya membuat wajah Amel berbinar dan segera menghapus laksa air mata nya.


"Maafin gue Ronald, bangun please bangun." Lirih Amel lalu ia merasakan ada yang mengusap rambutnya.


"Lo ngga salah, gue emang nggak konsen tadi." Suara berat itu membuat Amel berbinar.


"Ronald!!" Ucap semua orang melihat Ronald telah sadar. Dan hanya ditanggapi senyuman manis dibibir pucatnya.


Amel dengan wajah yang berseri-seri ia berdiri akan memanggil dokter, lagi lagi tangan manusia laknat yang mencekal pergelangannya sambil menggeleng membuat Amel hanya bisa diam. Dia kembali duduk dan memasang wajah yang sulit untuk diartikan.


"Gue cuma mau pamit doang." Ucap Ronald berusaha duduk.


"Tiduran aja." Lirih Amel.


"Kamu ngomong apaan sih sayang?" Ucap tante Tiara lirih.


"Ma, Pa maafin Ronald selama ini, sering buat masalah, sering nyusahinn kalian, juga sering bikin kalian marah. Dan Ronald mau bilang makasih buat mama sama papa udah besarin Ronald sampai segede ini hahaha.. Jangan marah ya ma, pa." Ucap Ronald lemah masih di sempat kan tertawa. Sedangkan Tante Tiara dan Om Dika hanya bisa menangis.

__ADS_1


"Dan untuk kamu Amel jaga diri kamu baik baik, aku ngga mau kamu jadi murid nakal disekolah, tetaplah seperti dulu Amel yang manis dan periang."


"Kamu juga jangan menjadi orang yang pendendam yah saat aku pergi." Ucap Ronald lagi.


"Hiks... hikss... Kamu ma.. mau kemana aku ikut kamu aja." Ucap Amel sesenggukan.


"Sttt.. jangan bicara gitu nanti kita pasti akan ketemu lagi.. Uhukk.. Kamu jaga diri baik baik ya?" Ucap Ronald makin pelan, Amel sudah tak bisa menjawab ia sudah menangis se jadi jadinya.


"Gue titip Amel sama lo Shad, tolong lo jagain Amel buat gue, Mel aku pergi ya kamu jangan nangisin aku. Ini buku buat kamu jangan lupa dibaca.. Aku pamit!!" Ucap Ronald terakhir setelah berpesan pada Alshad dan memberikan buku kecil untuk Amel.


Tangan Ronald jatuh, matanya perlahan menutup. Hembusan nafas terakhir sudah berhenti tanda kehidupan didalam raga manusia sudah hilang.


Titttttttttttt......


"RONALD!!!" Teriak semua orang.


"RONALD BANGUN RON, BERCANDA LO NGGA LUCU TAU NGGAK, BANGUN!!" Teriak Amel, Alshad pun mendekap tubuh Amel agar tenang namun nihil ia masih saja histeris.


"BANGUN LO KATANYA SAYANG GUE! BANGUN RON, BANGUN! PRANK LO NGGA LUCU TAU NGGAK!" Teriak Amel menggoyang goyangkan tubuh Ronald dan dibasahi air mata didekapan Alshad.


"Jangan gini Mel, lo harus kuat. Lo ngga denger kata Ronald tadi apa jangan gini nanti dia sedih." Ucap Alshad menenangkan.

__ADS_1


Ruangan tersebut jadi saksi nyata kesedihan keluarga yang ditinggalin, Bahkan diruangan tersebut, Aqilla yang notabenya tidak pernah menangis pun ikut meneteskan air mata. Aldo yang melihat itu pun memeluk Aqilla. Mencari kesempatan lo bambang.


"Tumpahkan saja Qill, dari pada jadi beban!" Ucap Aldo mengelus rambut Aqilla, Aqilla tak menolak sekalipun saat Aldo mendekapnya.


"Mommy Ronald Mom. Hiks.. hiks.. " Ucap Amel masih sesenggukan.


"Kamu yang sabar ya nak,'" Ucap Marisa mengelus sayang rambut anaknya.


"Ronald kenapa kamu ninggalin Mama nak?" Ucap Tante Tiara lirih. Amel beralih memeluk Tiara.


"Tante maaf ini salah Amel tante.. hiks.. hiks.. tante maaf ya?" Ujar Amel masih sesenggukan.


"Hiks.. ini bu.. bukan salah Amel kok sayang, maafin Ronald ya kalau ada salah sama kamu." Ucap Tiara, Amel hanya bisa menangis.


_______________________


Ronald dimakamkan di TPU setempat, disana dihadiri rekan rekan kerja Om Dika juga teman teman Ronald. Amel dan teman teman yang lain masih saja menangis ditempat pemakaman umum tersebut. Amel masih belum bisa mengikhlaskan Ronald pergi begitu saja setelah apa yang dilalui bersama meninggalkan kenangan serta luka dengan bersamaan.


"Maafin aku ya Nald, semoga kamu bahagia tanpa Aku disana." Ucap Amel lirih sambil mengusap nisan bertuliskan Ronaldo Bara Andita.


"Jangan nangis lagi oke, tenang!" Ucap Alshad membawa Amel kepelukannya lalu mengajaknya pergi.

__ADS_1


Setelah Alshad mewakili Amel untuk berpamitan, Alshad membawa Amel pulang karena hari sudah sore.


__ADS_2