Iam Queen Mafia Girl

Iam Queen Mafia Girl
OPERASI KEDUA SEASON 2~REVISI


__ADS_3

Seorang dokter senior keluar bercucuran keringat, dan menampakan wajah lesu. Dihujami kekawatiran.


"Maaf!" Seruan dokter membuat semua terdiam.


"Apa maksud lo?? Jangan main main sama nyawa orang!! Hah!!" Ucap Alshad menarik kerah dokter.


"Keluarga pasien harap tenang!" Ucap seorang suster menarik lengan Alshad.


"Bo.. boleh ikut keruangan saya segera??" Ucap Dokter gugup.


Dengan langkah cepat semua orang yang menunggu Amel langsung menyusul dokter, dan masuk ruangan. Duduk berhadapan dengan sang dokter.


"Sebelum nya maaf, peluru yang ada ditubuh pasien sudah dapat diambil namun masih ada satu yang tertinggal di jantung dan itu sulit dijangkau.." Ucap Dokter tersela Ryan.


"Apa berbahaya jika tidak diambil?" Tanya Ryan dengan suara serak sedangkan Marisa hanya bisa menangis.


"Itu sangat berpengaruh jika diambil pula kami khawatir akan merobek syaraf kecil di dekat nya, apakah keluarga setuju??" Tanya Dokter.


"Lakukan apa yang terbaik selagi bisa tertolong!" Jawab Marisa cepat diangguki oleh Dokter.


"Suster siapkan peralatan kita lakukan operasi kedua!" Ucap Dokter cepat diangguki suster.


"Baik dokter!"


Didalam ruangan tertutup ini, hanya gadis cantik terbaring lemah dengan segala peralatan medis yang melekat, bahkan masih mencoba mengambil satu peluru yang tertinggal, Alshad mengelus pintu kaca yang sedikit buram tersebut sambil meneteskan air mata. Gumamannya terdengar memilukan.


"Aku tak akan tinggal diam sayang." Ucap nya lirih tak terdengar.

__ADS_1


Alshad mengangkat tinggi ponselnya mendekat kearah telinga setelah memencet beberapa nomor, hingga tak lama tersambung kepemiliknya.


"Leo, letakkan dia diruang bawah tanah waktu lo 5 menit." Ucap Alshad dingin ditelpon.


"..."


"Tidak! aku hanya ingin tanganku yang menghilangkan nyawanya!" Balas Alshad.


"..."


"Suruh Giselle melakukan tugasnya!" Pungkas Alshad lalu mematikan ponselnya.


Disaat semua dilanda kekhawatiran anggota BS dan BL datang namun hanya perwakilan juga tangan kanan. Disana juga ada Yumna, Aqilla, Aurel dan Nayshilla. Juga Albert, Donio dan Dewa yang terluka, mereka sempat mengawasi Amel dari jauh namun ada yang meluncurkan tembakan bahkan ada yang menyayat, anggota BS dan BL yang tak siap pun terluka.


"Maaf Queen!" Ucap mereka semua.


"Siap Queen!"


Biadab kau Raisa, sia sia ku melepasmu dulu!!


Semua kembali ke markas, kecuali Aqilla, Aurel, Nayshilla dan Yumna. Jika kalian tanya dimana Ellshad dkk mereka semua berada dirumah sakit karena waktu itu berupaya menjaga Aqilla dkk namun malah terluka.


Mereka semua menunggu dengan wajah khawatir menunggu lampu ruang operasi menyala dan berharap as kabar bahagia.


tringg( Lampu menyala)


Ceklek dokter senior dan beberapa dokter lainnya keluar dari ruangan dan dihujami beberapa pertanyaan.

__ADS_1


"Bagaimana kondisinya??"


"Gimana adikku sat!!"


"Bagaimana anak kami??"


"Bagaimana keadaan Amel??"


"Dia selamat bukan??"


"Syukurlah peluru ditubuh pasien telah bisa diambil, namun saat ini tubuhnya masih lemah, saya akan pindahkan keruang rawat. Terima kasih!" Pungkas dokter lalu pergi membuat semua bernafas lega.


Skip, Amel telah dipindahkan ke ruang rawat dengan menggunakan alat bantu pernafasaan juga masih ada kantong darah dan infus yang menggantung ditempatnya, dan jangan lupa suara monitor pendetak jantung yang memenuhi ruangan.


titt... tit..tit..


Semua orang masuk keruangan Amel dengan wajah sendu, juga Alshad yang kini penampilannya kacau mendekat kearah Amel dan memegang tangannya. Sedangkan Marisa dan Ryan hanya menatap penuh sesal kearah anaknya.


"Sayang, kamu harus kuat ya.." Lirih Alshad meneteskan air mata.


"Aku tau kamu gadis kuat, gadis yang selalu menantang kematian. Ingatlah sayang kami disini sangat menunggu senyum mu!" Ucap Alshad dengann deraian air mata.


Kekuatann luar biasa yang diberikan oleh yang maha kuasa, jari jemari Amel tiba tiba bergerak menjentik jentik pelan di ranjang rumah sakit membuat semua merasa bahagia.


"Dokter!!!"


Maaf ya pembaca semuanya, author tadi pagi belom up, author merasa agak nggak enak badan nih soalnya.. kalau nanti tubuhnya masih kuat aku Up tapi kalau lemes besok ya up ya.. maap yee jan lupa like nya dan komentarnya😊

__ADS_1


__ADS_2