
Amel berjalan menjauh dari Alshad karena mukanya yang sudah berwarna merah padam. Amel berlari sambil memikirkan hal yang baru saja dia lakukan.
"Aduh jangan emosi Oke, gue senyum bukan emosi jangan masuk ya Melly yang cantik!" Ucap Amel pada dirinya sendiri sambil meredakan emosinya.
Amel memegang pipi yang baru saja dicium Alshad mengusap ngusap untuk menghilangkan jejeknya, jika ia mengingatnya emosinya mungkin akan dikuasai Melly. Amel lalu berjalan menuju belakang tenda betapa terkejutnya Amel saat tau ketiga sahabatnya sedang??
"Ehmmm!" Deheman Amel membuat mereka terkejut seketika.
"Eh Amel ngapain lo Mel disini?" Ucap Aurel cengengesan.
"Buahahaha lagi liat drama aja wkwkwk." Goda Amel sukses membuat mereka tersenyum kikuk.
"Yee lo iri kan karena ngga punya pasangan?" Ejek Gerald.
"Dih apaan sih- Ett tunggu jangan bilang kalian sudah jadian?" Selidik Amel sambil tersenyum tipis hingga tak terlihat kalau tersenyum.
"Iya kita udah jadian, lo sih kelamaan jadi ya kita duluan deh!" Ucap Aldo tumben sekali panjang lebar.
"Bentaran lagi juga nyusul!" Bukan Amel yang menjawab tapi Alshad yang tiba tiba berada dibelakang Amel merangkul tangan Amel
Awhh bangsd tangan gue sakit anjr.
Merasa heran tak ada jawaban dari Amel, Alshad menunduk melihat wajah Amel, ia terkejut saat melihat Amel menggigit bibir bawahnya menahan sakit. Dan juga wajah Amel yang terlihat pucat pasi.
"Loh Mel lo kenapa kok pucet gitu?" Ucap Alshad khawatir.
__ADS_1
"Ngga apa apa kok cuma kurang tidur aja!" Ucap Amel berusaha tersenyum.
"Jangan bohong deh!" Ucap Alshad melihat lekat manik matanya.
"Gue ngga bohong Al tenang aja, lo balik ke tenda lo, gue mau istirahat!" Ucap Amel kesal.
"Beneran??" Tanya Alshad lagi.
"Bener Al, udah sana gue mau istirahat!" Ucap Amel lagi.
"Yaudah Malam cantik!" Ucap Alshad menarik kembarannya untuk kembali.
"Dih apaan sih alay alay!" Ucap Amel jijik.
Alshad menarik lengan adik kembarnya untuk kembali ke tenda kelas 11 membuat Ellshad kesal. Bayangkan saja masa baru pertama jadian ditinggal gitu aja.
"Yaudah ayo cepet!" Ucap Alshad.
"Bentar." Ucap Ellshad tersenyum.
Cup.
"Night!" Ucap Ellshad lalu pergi.
Nayshilla hanya tersenyum lalu berkumpul bersama Amel dan yang lain. Begitu juga Aurel dan Aqilla semua kembali ke tendanya karena lelah setelah bertempur dengan Drak Devil's.
__ADS_1
___________________________________
Ditenda kelas 11 Alshad dan yang lain masih memikirkan hal yang tadi mereka lakukan lalu tersenyum, namun beda dengan Alshad ia tersenyum hanya sebentar saat ia mengingat kejadian tadi saat ia merangkul Amel.
"Kenapa lo ditolak lagi sama Amel?" Goda Aldo.
"Apaan sih lo! Bukan lo lihat Amel tadi ngga pas gue ngerangkul dia?" Tanya Alshad antusias.
"Lihat kenapa memang?" Tanya Gerald.
"Jangan jangan dia ada hubungannya dengan Leader Black Lion?" Tebak Ellshad.
"Nice Goodboy!" Ucap Alshad.
"Maksudnya? Gue gak paham sumpe!" Ucap Gerald membuat semua menepuk jidat.
"Dasar lemot kek Shilla!" Ucap Ellshad kesal.
"Nah tu pacar lo sendiri!" Ucap Gerald santai.
"Ck.. lo itu Ger, lo masih ingat cerita gue tadi kan tentang cewek bertopeng yang pingsan?" Tanya Alshad diangguki oleh Gerald.
"Oh paham paham tapi lo ingat persis dimana lukanya?" Tanya Gerald.
"Ingat banget dibagian bahu bagian kanan!" Ucap Alshad.
__ADS_1
"Jangan jangan mereka berempat??" Tebak Aldo.
"Leader Mafia Black Lion!!" Ucap Alshad, Ellshad dan Gerald bersamaan