
Liah Pov.
Hari ini gue udah nggak sabar buat ketemu si orang es berjalan, waktu itu gue puas banget lihat wajahnya yang mirip cenayan nahan berak selama 2 bulan.
"Oi Elang!!" Panggil gue saat melihat dia berjalan dikoridor kelas 11 IPS 1.
Dia hanya berhenti ditempat, dan gue langsung berlari mensejajarkan tubuh. Gue tersenyum manis pada Elang yang sedang membuang muka.
"Oi.. berhasil kah kemarin?" Gue terkekeh kecil saat melihat mukanya kek kepiting rebus kena saos wkwkwk.
"Puas lu buat gue malu kemarin?" Ucapnya bikin gue gak ngerti,
Lah kan yang beli dia bukan gue yang nyuruh juga, kok gue yang salah sih?
"Lah kan bukan gue yang nyuruh lu beli Pem.. - Mmmpphhh..
Kurang ajar nih orang, baru mau ngomong dah disumpet mulut gue pake tangannya, mana bau nya kek terasi pula.
" Mmmppphh.. Lepp.. pass!"
Dia pun melepaskan dekapannya membuat gue buru buru ambil oksigen yang banyak.
"Jangan ngomong disini!" Ucapnya menggandeng tangan gue.
__ADS_1
Pov end.
Perasaan Liah kini campur aduk kek gado-gado bumbu rujak, padahal hanya digandeng dengan sosok Elang yang dinginnya naudzubilah. Dia juga terkadang heran pada dirinya sendiri, ia kan hanya taruhan dengan Elang kalau bisa membuatnya suka pada Liah. Namun, saat tangannya di gandeng Elang menuju taman belakang, rasanya seperti mendapat rumah 1000 pintu saking senang nya.
"Heh, lu senyam senyum kesambet gue tinggalin!" Ketus Elang melepaskan genggamannya dan melihat kearah Liah yang melamun sambil tersenyum.
"Heh, toge." Kesal Elang mencubit tangan Liah membuat korbannya memekik kesakitan.
"Awhh.. cowok apaan lu nyakitin cewek!" Kesal Liah mengusap tangannya yang dicubit Elang.
"Oh, gue kira cowok!" Singkat Elang membuat Liah kesal.
"Apaan sih lo, lagian lo ngapain ngajak gue kesini. Mau mesum ya?? Sorry gue bukan tipe cewek murahan!" Ucap Liah mengibaskan rambutnya sampai mengenai wajah Elang.
"Ck, rambut lo bau darah!" Sinis Elang mengusap wajahnya membuat Liah mematung.
"Heh kenapa lo diem!?" Hardik Elang makin penasaran.
"....."
"HOIII... MERLIAH CAMELLYA CALISSTA!" Panggil Elang berteriak membuat Liah terkejut.
"Heh, dasar cowok gendeng, rese, nyebelin! Nama gue Merliah Calissta Camellya dodol!" Kesal Liah menghentak hentakkan kaki nya lalu pergi dari hadapan Elang.
__ADS_1
Namun, Elang lebih cepat untuk menangkap pergelangan Liah hingga jatuh kepelukannya.
"Lo mau jujur?" Tanya Elang lembut sambil tersenyum, namun, jangan panggil Liah kalau dia mudah terpengaruh.
"Tumben lu lembut, habis mimpi dikencingin buaya ya?" Ucap Liah menyelidik membuat Elang kesal dan berubah datar kembali.
"Dah sana.. percuma gue ngomong sama lo!" Ucap Elang mendorong kasar tubuh Liah membuat Liah kesal.
"Huh, kasar banget sih jadi orang!" Kesal Liah.
"......"
"Emm.. gimana ya, kalau seantero sekolah tau si cool ketos lagi beli pembalut di Mall sambil berdebat sama mbak kasir!" Ucap Liah terkekeh membuat Elang membulatkan kedua matanya.
"Maksud lo apa hah?" Bentak Elang.
"Ya.. nyebarin ini." Ucap Liah santai memutar video rekaman CCTV yang diretas oleh Liah kemarin.
"Dapet dari mana lo? Jangan macem-macem ya!" Hardik Elang panik.
"Gue gak bakal macem-macem kok selagi lu turutin apa yang gue mau!" Ucap Liah tersenyum smirk.
"Lo butuh apa, uang? gue kasih!" Ucap dingin Elang membuat Liah kesal.
__ADS_1
"Gue bukan cewek matre, so.. lo jangan bandingin gue sama cewek cabe cabean!" Emosi Liah lalu pergi dari sana membuat Elang terdiam.
"Apa gue keterlaluan ya bilang gitu sama toge?" Gumam Elang lirih kemudian mengikuti Liaj untuk masuk kelas.