Iam Queen Mafia Girl

Iam Queen Mafia Girl
LUKA SEASON 2~REVISI


__ADS_3

Okeh aku skip karena mungkin terlalu membosankan topiknya itu itu mulu. Hari ini adalah hari terakhir sekolah SSHS dibumi perkemahan, setelah diadakan upacara penutupan semua murid dianjurkan untuk menuju bus masing masing sesuai bangku yang telah ditata seperti pertama kali masuk bus. Selama diperjalanan suasana menjadi ramai ada yang bermain gitar ada yang dangdutan ada yang tidur malah ada yang pacaran yaela los banget bat. Saat ini Amel memilih menikmati perjalanan sambil melihat keluar jendela terlintas satu pesan dari Mommynya tercinta dulu.


Jangan sampai kamu berteman dengan keluarga bermarga Amartabela sayang!


Sebuah pesan tersebut selalu terngiang diotak Amel seakan film bioskop layar lebar yang selalu berputar kapanpun dia mau.


Alshad mengetahui Amel yang sedang melamun mengernyitkan dahinya tumben tumbenan gadis dingin nan datar tersebut melamun hingga tak memperhatikan bahkan terganggu dengan hal sekitar.


"Mel?? Amel?? Lo ngga ketempelan kan?" Ucap Alshad pelan sambil menepuk bahu Amel pelan.


"Ehh?? Lo bilang apaan tadi??" Tanya Amel kelagapan.


"Lo ngga ketempelan kan?? Dari tadi diem mulu?" Ucap Alshad enteng.


"Eh enggak kok, lah udah sampe aja gue kira tadi baru 5 menit dibus!" Ucap Amel mengalihkan topik Alshad yang menyadarinya hanya tersenyum tipis.


"Yaudah yuk turun lo mau nginep sini?" Ucap Alshad mencoba mencairkan masalah.


"Eh iya!" Ucap Amel tersenyum.


Begitulah Amel kalau pikirannya sedang dalam fase hampir tak sadar sifatnya yang dingin dan datar tak berlaku, pasti ia akan banyak tersenyum untuk menghilangkan jejak pertanyaan karena siapa juga yang tak tahan melihat senyuman Amel pasti mereka akan diam melihat senyum manisnya.

__ADS_1


Amel turun bersama Alshad saat didepan bus Amel dan Alshad bertemu sahabat mereka masing masing tanpa sadar mereka membicarakan tentang luka dibahu Amel.


"Mel luka lo udah sembuh?" Ceplos Nayshilla.


"Oh udah kok udah kering juga soalnya kan ngga terlalu dalem juga." Balas Amel karena ia memang belum sepenuhnya sadar.


"Ngga terlalu dalam pala lo orang kena pisau lipat kek gitu ngga dalem?" Cibir Aurel.


"Heh!!" Pekik Aqilla karena dia yang memang sadar dan tidak ceroboh Nayshilla dan Aurel pun menutup mulutnya dengan segera.


"Amel punya luka??" Ucap Alshad curiga.


Mampos ketahuan Alshad gue lupa anjer kenapa nih otak ngga bisa dibuat mikir sih!!! Gerutu Amel dalam hati.


"Jangan bohong Mel!" Ucap Alshad serius membuat Amel terdiam.


Apa gue jujur?? Tapi itu sama aja bocorin rahasia gue sama yang lain! Gumam Amel mempertimbangkan.


"Eh yaudah iya gue bohong pas masak lengan gue ke gores pisau lipat." Ucapan Amel tak membuat Alshad sepenuhnya percaya.


"Coba mana gue lihat dimana lukanya??" Ucap Alshad kekeh tanpa mau dibantah Amel pun menunjukannya tapi tak memperlihatkan lukanya hanya letaknya.

__ADS_1


"Luka ini hampir sama seperti luka milik salah satu Leader mafia baru Black Lion." Bisik Alshad pelan membuat Amel kebingungan.


Nah toh kena gue!! Batin Amel menggigit bibir bawahnya.


"Dek??" Suara tersebut menyelamatkan Amel dari perkataan Alshad.


"Eh guys gue balik duluan salam semua!" Ucap Amel cepat lalu pergi menarik kakaknya menjauh.


"Amel kenapa bro??" Tanya Aldo.


"GTW" Balas singkat Alshad.


Aqilla, Aurel dan Nayshilla pun pamit agar tak ditanyai yang aneh aneh nantinya, karena cowok mereka masing masing memiliki tingkat keinginan tahuan yang tinggi.


"Kita pamit ya Bye!!" Ucap Aqilla.


"Eh Qilla gue anter ya?" Tawar Aldo.


"Ngga usah kak Lo balik aja lo pasti capek kan?" Ucap Aqilla manis membuat Aldo lupa untuk menanyai.


"Wee emang perhatian deh pacar gue!" Celetuk Aldo.

__ADS_1


Untung aja punya pacar agak polos dikit. Batin Aqilla senang


__ADS_2