Iam Queen Mafia Girl

Iam Queen Mafia Girl
Season 3~FLASHBACK 1 OFF


__ADS_3

Leo hanya diam, dia juga kasihan dengan nasib tunangan adiknya. Disisi lain, dia juga ingin menjaga perasaan adik kembar nya. Leo berjalan kembali ke hotel dengan pandangan kosong. Saat berada di kamar Elang, Leo terkejut saat melihat Elang jatuh pingsan dengan darah dimana-mana. Tangannya sobek dan disampingnya ada pisau lipat. Hidungnya mengeluarkan darah, Leo menebak kalau Elang mengidap penyakit Leukimia.


"Lang!" Leo menepuk-nepuk namun tak ada balasan apapun dari Elang.


Leo yang kebingungan pun langsung menelpon ambulan dari ponselnya, sedangkan Katrina yang baru memasuki kamar terkejut dengan keadaan Elang saat ini. Dia sebenarnya sudah sering kali tau Elang melakukan hal ini setiap usai membentak Liah.


"Lo bodoh Lang, ngenyakitin diri lo demi cinta!" Lirih Katrina membuat Leo menatapnya bingung.


Gue salah paham sama lo! 'Batin Leo'


Katrina berjongkok kemudian memapah Elang. Katrina menatap tajam kearah Leo. Seakan tau maksudnya, Leo kemudian membantu Katrina untuk memapah Leo ke loby hotel.

__ADS_1


"Gue udah telpon ambulans." Ucap Leo yang hanya ditatap oleh Katrina yang matanya sudah berkaca kaca menahan tangis.


"Segeralah pulih, gue sayang sama lo!" Lirih Katrina.


☝Flashback 1 Off☝


Liah menangis dalam diam saat mendengar cerita Leo, dia menatap Katrina yang sedang membuang mukakarena menangis. Ia harusnya tak egois dengan berpendapat kalau Elang menduakannya. Padahal? Itu semua hanya akal akalan Elang semata.


Liah menatap Leo yang mengisyaratkan agar meminta maaf kepada Katrina. Liah mengangguk kemudian menghapus air matanya segera.


Katrina menoleh sambil menghembuskan nafas panjang, "Gue maafin demi Elang." Ucap Katrina menatap Liah kemudian tersenyum tipis.

__ADS_1


"Terima kasih!" Liah memeluk tubuh Katrina erat,


Rasanya saat Liah memeluk Katrina, dia (Liah) juga merasakan kalau dia sedang memeluk Elang. Perasaan nyaman membuat hati Liah kembali sakit saat mengingat masa masa indah bersama Elang akhir akhir ini.


"Lo tau Liah, selama di negara D dulu. Elang selalu cerita sama gue tentang gadis kecil yang imut, gadis yang tak suka mengeluh, gadis yang polos dan cantik." Liah hanya menjadi pendengar setia cerita Katrina.


"Dia bilang sama gue dulu, kalau dia akan menikahi gadis kecil itu. Dia bilang ke gue kalau dia ngasih tanda pengenal dengan kalung yang masih lo pake sampe sekarang. Gue sayang sama Elang hikss.. cuma dia yang gue anggep sebagai kakak kandung gue, hikss.. gue mohon, tolong apa pun yang terjadi pada Elang. Tolong lo ikhlasin, hikss.. kalau dia tak berbahagia di dunia, setidaknya dia bahagia disyurga!" Sambung Katrina sambil sesenggukan.


Kedua gadis tersebut menangis bersamaan, mereka sama sama menangisi sesosok pria yang menjadi pahlawan masing masing dikehidupan orang orang tersayangnya. Shella sebagai ibu yang paling mengerti anaknya tak henti hentinya menangis, sama seperti Andra ayah Elang. Mereka (Andra dan Shella) selalu mengingat kejadian konyol yang ia lalui dengan anak tunggalnya.


"Bangun nak, lo anak yang kuat. Kalau lo gak ada, gue berantem sama siapa?" Shella bergumam sambil tersenyum kecut.

__ADS_1


"Siapa yang akan gangguin Mama dan Papa kalau lo gak ada, siapa yang akan protes karena kopinya asin. Siapa yang...


Kata-kata Shella tak bisa diselesaikan kembali, air mata nya selalu menetes seakan tiada habisnya walau sudah menangis beberapa hari tanpa henti. Percayalah, walau hari hari Elang selalu berdebat kecil dengan Mama dan Papa nya, hal itu yang akan selalu dirindukan oleh kedua orang tuanya.


__ADS_2