
Liah berteriak histeris saat Leo membogem wajah Elang kuat, karena Leo mendengar ucapan Valley kalau Liah dan Elang baru saja keluar dari gudang berduaan saja. Sebagai kakak, pasti Leo sudah berfikir macam macam tentang Elang. Kalau saja terjadi apa apa dengan adiknya, bisa dipastikan, kepala Elang menjadi pajangan di Markas Black Lion.
"Bang, stop!! Lo apa apaan sih!" Bentak Liah membantu Elang untuk berdiri.
"Lo masih ngebelain dia, lo diapain aja sama dia di gudang?" Ucap Leo dengan nada tinggi.
"Gue sama Elang nggak ngelakuin apa pun, Gue sama Elang tadi disekap sama anak sebelah digudang. Dan kita kabur lewat jendela!!" Jelas Liah dengan kesal.
"Apa perkataan lo bisa gue percayai?" Ucap Leo sedikit melunak.
"Serah mau percaya adik sendiri atau orang lain." Sinis Liah memapah Elang ke UKS.
Liah meninggalkan Leo yang sedang berteriak frustasi karena telah membentak adik kandungnya sendiri. Saat ini dia benar benar menyesal. Tak terkecuali Liah yang saat ini kecewa dengan kakak kembar nya. Bisa-bisanya dia tak mempercayai adiknya sendiri.
"Lo nggak apa-apa kan?" Tanya Liah mendudukan Elang di brankar.
"Hahaha, lebay banget sih lo. Gapapa kali, bahkan nih ye. Kalau gue setiap hari ditonjok sama abang lo buat dapet restunya pun gue ikhlas!" Ucap Elang sambil tersenyum membuat Liah salting sekaligus kesal.
"Gila lu, pengen mati disini? Bisa bisanya udah bonyok gini masih bicara gitu." Ketus Liah menonyor bahu Elang sedikit keras.
"Aduh!" Pekik Elang.
"Aehh.. maaff.. gue lupa, nih tangan suka kelepasan!" Ucap Liah menutup mulutnya yang terbuka karena kaget.
__ADS_1
"Gak apa apa!" Jawab Elang singkat.
Liah menaruh es batu yang ia dapatkan dari kantin di kain. Dengan perlahan, Liah mengkompres wajah Elang yang memar dengan lembut, sehingga Elang tak merasakan sakit dan malah tersenyum memandangi wajah Liah yang cantik.
Elang menghentikan tangan Liah yang akan melanjutkan mengkompres muka nya, membuat Liah bingung.
"Kenapa?" Tanya Liah mengangkat kedua alisnya.
"Udah, gak kerasa kok. Gue cuma pingin lo ada disamping gue." Ucap Elang membuat Liah tersenyum.
"Gue usahain!" Ucap Liah membalas senyum Elang.
Liah kemudian duduk disofa diikuti Elang yang duduk disamping nya. Liah tersenyum kemudian mengobati luka yang ada ditangan Elang yang terkena kaca tersebut. Elang sempat mengaduh saat serpihan kaca ditarik oleh Liah.
"Masih sakit?" Tanya Liah tak mengalihkan pandangannya dari tangan Elang.
Liah menoleh keatas, "Hoi, bengong mulu!" Ucap Liah sedikit berteriak.
"Astagfirullah.. ngagetin aja!" Ucap Elang mengelus dadanya karena jantungnya mpot mpotan.
"Lagian ditanyain bengong mulu, diketawain dek tuyul mampos kau!" Kesal Liah memayunkan bibirnya.
"Hahaha, ya masih sakit lah. Tapi kalau luka nya lu cium sih, mungkin ilang!" Ucap Elang tersenyum manis.
__ADS_1
"Masa sih?" Gumam Liah kemudian mengecup luka yang ada ditangan dengan lembut.
Cup..
Elang menahan tawa melihat tingkah Liah yang polos, gadis ini memang polos namun, sifat polosnya tertutupi oleh sifat absurd dan kepintarannya.
"Masih sakit?" Tanya Liah menatap wajah Elang.
"Udah sembuh, bahkan nggak kerasa. Yang dipipi masih sakit sih!" Ucap Elang mencari kesempatan dalam kesempitan.
Liah mengangguk kemudian menarik wajah Elang mendekat ke wajah nya, wajah mereka sangat dekat. Dan saat wajah Liah hanya berjarak 5 cm dari wajah Elang. Liah berteriak dan mendorong Elang karena sadar.
"Haoi.. Elang mencari kesempatan dalam kesempitan oi!"
Semajam bisikan shaiton nirojim. Bisikian tersebut datang saat sebelum Liah mencium Elang.
"AAAA... ELANGGG... LO NYARI KESEMPITAN DALAM KESEMPATAN!!" Teriak Liah mendorong dada Elang menjauh dari nya.
Elang memegang jantungnya yang sekarang spot jantung maraton hingga jantungnya mpot mpotan dibuatnya.
"Kesempatan dalam kesempitan woy!" Ralat Elang dengan wajah masih terkejut.
"Dasar, cowok!" Ketus Liah menggembungakan kedua pipi nya membuat Elang gemas dan mencubitnya.
__ADS_1
"Awhhh.. sakit, lo kira bakpau apa?" Kesal Liah mengusap pipinya.
"Lebih enak dari bakpau, lebih lucu dari bakpau!" Ucap Elang terkekeh kemudian menarik tubuh Liah ke pelukannya.