
Hari ini Liah berangkat kesiangan karena tadi malam dia tidak bisa tidur gara-gara Elang yang tadi malam mengechat nya dengan tulisan yang membuat Liah jingkrak jingkrak diatas kasur. Alay memang, biarkan saja. Dua kalimat yang dikirimkan Elang membuat Liah kesemsem sampai pagi.
Deandra Elang S.♥
Good Night, (Read)
Ohh.. rasanya Liah ingin terbang saat ini juga. Dia berangkat ke sekolah dengan senyum mengembang, tas yang hanya disampirkann pada satu bahunya, sepatu berwarna putih padahal harusnya warna hitam. Rambutnya di masukan kedalam topi yang dibalik. Sungguh macam berandalan tapi cakep.
Digerbang, Elang sudah menunggunya dengan muka datar dan dingin khas miliknya, dia berjalan menuju gerbang yang sudah ditutup rapat oleh Elang, sedangkan mobilnya ia titipkan diwarung Mak Sumi.
"Pagi, Pak Ketos!" Sapa Liah saat didepan gerbang.
"Jam berapa ini?" Ucap datar Elang.
"Emmm, baru jam delapan tiga puluh lima menit, 8 detik dari sekarang!" Jawab Liah dengan santuy nya.
"Artinya??" Ucap Elang lagi.
"Telat satu jam 8 detik, eh 25 detik dari sekarang hehehe!" Ucap Liah cengengesan.
Dengan malas, Elang membukakan gerbang sekolah dengan wajah dongkol, mau ngehukum nggak tega. Tapi gimana lagi. Saat gerbang terbuka, Elang terkejut saat Liah tak ada diluar gerbang, dia menoleh kebelakang juga tidak ada Liah.
"Apa tadi hantu ya??" Gumam Elang.
"Kagak, gua masih idup tong." Seru seseorang gadis diatas tembok pagar.
__ADS_1
Hap.
Dia melompat sambil memegangi rok nya agar tidak terbang, Pak Laskar yang tak sengaja melihat kejadian itu hanya menganga.
"Liah, apa apaan kamu. Kamu pikir ini tempat kang panjat pinang apa?" Ucap Pak Laskar dengan seramnya.
"Yee.. bapak, salahin aja tuh Elang. Siapa suruh dia buka pagernya lama banget!" Gerutu Liah sambil memonyongkan bibir.
Sedangkan Elang, cowok itu sedang memegangi gembok dengan muka terkejut, dia lupa kalau Liah adalah gadis mafia, jadi tubuhnya lentur kek karet ban.
"Elang, kamu jaga Liah dilapangan. Suruh lari 10 putaran!" Perintah Pak Laskar tak ambil pusing.
"What, 10 putaran? Mira yang juara lari maraton aja kagak kuat sampe 8. Lah Liah? kasian juga calon binik gua!" Gumam Elang dalam hati.
"Itu biar kapok Lang!" Bantah Pak Laskar tak terbantahkan.
"Hmm!" Singkat Elang menggandeng tangan Liah.
Liah selalu kesemsem karena sikap Elang yang kesannya sangat manis dengannya, dia selalu menggandeng tangan Liah saat ada masalah atau emosi, sesuai apa kata Neona pada Elang kemarin.
"Lang, lo kayak nya suka banget yah ngegandeng tangan gue!" Ucap Liah datar.
"Diem, bawel banget sih lo!" Ketus Elang.
Liah langsung menghempaskan tangan Elang yang menggandeng nya secara kasar membuat Elang terkejut dan menatap tak percaya Liah.
__ADS_1
"Gue mau lo ngejauhin gue!" Ucap Liah datar.
"Kita emang dari dulu jauh kali." Ucap Elang datar.
"Gue serius, jauhin gue kalau lu cuma nge-php-in gue!" Ucap Liah datar kemudian melempar tasnya asal dan menjalankan hukuman.
Elang terkejut dengan perubahan sikap Liah, dia mengira kalau ini salah satu dari drama nya yang kesekian kali, namun, dari sikapnya tak menunjukan kalau dia sedang bercanda. Elang termenung lama hingga tak menyadari kalau sudah setengah jam. Liah pun menyelesaikan hukumannya dengan keringat yang bercucuran, dia berjalan mendekati Elang.
"Gue selesai, gue mau balik kelas!" Katanya dengan nada yang sama (datar)
Elang mencekal pergelangan Liah membuat gadis tersebut berhenti sambil menatap pergelangan tangannya tanpa menoleh.
"Lo kenapa ha? kalau ada masalah sama gue cerita." Ucap Elang yang sedikit emosi.
"Gue nggak mau terjebak sama perasaan sendiri!" Ucap Liah tanpa menatap Elang.
"Apa gue salah? Lo katanya mau bikin gue suka sama lo? Terus lo nyerah gitu aja? Pengecut!" Entah mengapa Elang merasa kesal saat Liah mengacuhkannya.
"Terserah lo mau bilang apa tentang gue, yang pasti gue mundur dan gue harap lo ngejauhin gue!" Ucap Liah tersenyum sinis sambil tersenyum miring.
Liah pergi setelah tersenyum kepada Elang, saat Liah telah menjauh, Elang berteriak frustasi di lapangan membuat Liah diam-diam tersenyum manis.
"AARGGG... APA GUE SALAH!!"
"Let's play my games, Elang!" Gumam Liah dalam hati sambil tersenyum.
__ADS_1